Marc Marquez Tak Percaya Honda Begitu ‘Sulit Menang Seri’!

RiderTua.com – Di MotoGP Amerika, setelah 20 lap, Marc Marquez melewati garis finis tepat 4,3 detik di belakang Jack Miller yang finis di podium ketiga. Meskipun dia banyak melakukan manuver menyalip. Marc menjelaskan, entah kenapa di Indonesia, setiap kali nge-push dengan ban baru, dia crash sebanyak 4 kali dalam 3 hari. Di Texas, dia tidak crash sama sekali selama 3 hari. “Saya juga nge-push di Austin dan saya juga akan nge-push di Portimao akhir pekan nanti,” kata pembalap kakak Alex Marquez (LCR) itu. “Saya tidak bisa membayangkan bahwa kami berada di level di mana kami bisa kesulitan untuk meraih kemenangan di setiap balapan,” tambahnya.. Tak bisa dipercaya, Honda yang menjadi pabrikan motor terbesar di dunia tetapi hanya menempati peringkat 6 atau yang paling terakhir di klasemen konstruktor!

Pemenang MotoGP 59 kali itu menambahkan, “Saya sangat ingin kembali ke Texas karena itu trek yang bagus untuk saya. Ini adalah sirkuit yang sangat saya kenal. Itu sebabnya saya tahu persis di mana titik lemah motor kami. Sekarang kami harus mencari tahu level apa yang bisa kami capai di sirkuit Eropa.”

Marc: Honda Sulit Menang Tiap Seri

Saya tidak bisa membayangkan bahwa kami berada di level di mana kami bisa kesulitan untuk meraih kemenangan di setiap balapan. Saya memberikan tekanan nyata pada para insinyur Honda. Saya berkata, ‘Jika kita ingin menang atau setidaknya kompetitif di balapan berikutnya, kita harus berusaha lebih keras di area ini dan itu’.”

Tak bisa dipercaya, Honda yang menjadi pabrikan motor terbesar di dunia tetapi hanya menempati peringkat 6 atau yang paling terakhir di klasemen konstruktor!

“Ya, kami punya beberapa kelemahan. Memang benar bahwa Pol menjalani balapan dengan baik di beberapa trek, begitu juga Nakagami. Tapi kami harus meningkat, karena kami harus kompetitif di semua sirkuit dan mampu secara konsisten memberikan performa yang baik,” tegas pembalap Juara Dunia 8 kali ini.

Pembalap berjuluk Baby Alien itu menjelaskan, “Pada hari kamis sebelum sesi latihan pertama, saya menjelaskan bahwa saya datang ke Amerika untuk melakukan kompetisi. Di sisi lain, usai GP Indonesia saya harus membangun kepercayaan diri terlebih dahulu. Ada keraguan ketika saya sedang duduk di kantor saya di paddock. Tapi begitu saya mengendarai motor ke trek, kita tidak memikirkan risiko atau bahayanya.”

“Tentu saja saya mencoba mengendalikan diri dan tidak terlalu memaksakan diri. Misalnya pada race hari Minggu, setelah tikungan pertama saya berkata pada diri sendiri, ‘Oke, saya menjadi yang terakhir sekarang. Tapi saya tidak punya target dalam pikiran. Saya akan melihat selangkah demi selangkah seberapa jauh saya bisa maju’. Dan itulah yang saya lakukan. Saya menyalip satu demi satu pembalap.”

“Ya, meskipun saya pernah melakukan kesalahan besar di tikungan 1, saya senang berada di tengah Nakagami dan pembalap lain. Saya harus melepaskan rem lagi. Tapi kesalahan ini adalah konsekuensi dari tindakan Vinales di zona pengereman. Pada dasarnya, saya tetap cukup tenang sepanjang balapan. Saya bisa mengendalikan diri dengan baik.”

“Dalam 4 atau 5 lap terakhir, saya kelelahan. Pecco berada dalam jangkauan untuk disalip. Tapi saya berkata pada diri sendiri, ‘tempat ke-6 sudah cukup’,” pungkas Marc Marquez.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives