Jack Miller: Ekstrem Elbow Down ‘Seperti Mengajari Anjing Tua dengan Trik Baru’

RiderTua.com – Jack Miller berujar, “Seperti mengajari anjing tua dengan trik baru”. (Pepatah: yang artinya tidak mudah melatih sesuatu kepada orang yang sudah tua dengan menggunakan metode pelatihan yang sama persis dengan anak muda).. Mengacu kepada Miller yang harus belajar mendekatkan siku (Elbow Down) dengan aspal saat menikung, “Itu bukan keahlian saya. Tapi lambat laun saya akan meniru gaya anak muda itu,” katanya.. Pembalap  MotoGP Ducati-Lenovo itu menunggangi Desmosedici GP22-nya di Circuit of the Americas (COTA) sepanjang 5.513 km dengan 9 tikungan kanan dan 11 tikungan kiri dan start-finish lurus sepanjang 1200 meter, untuk pertama kali start di barisan depan tahun ini. Pembalap asal Australia itu kalah 0,003 detik dari pole position Jorge Martin (Pramac) di Texas.

Jack Miller: Seperti Mengajari Anjing Tua dengan Trik Baru

JackAss terpaksa harus mengakhiri balapan lebih awal di Qatar karena motornya rusak. Kemudian dia finis di tempat ke-4 dalam wet race di Mandalika dan finis ke-14 di Argentina. Kini dia menempati peringkat 11 dalam klasemen dengan hanya mendulang 15 poin dari 3 balapan.

Miller kehilangan pole position pertamanya hanya dengan 0,003 detik, tetapi pembalap berusia 27 tahun itu tetap optimis. “Setelah kekalahan di Las Termas, itu hanya masalah kekuatan mental, kita hanya harus menghadapi kemunduran seperti itu dan berkonsentrasi pada balapan berikutnya. Kami kesulitan di Argentina tetapi di Austin kami kuat sejak FP1. Saya senang dengan kemajuan yang kami buat selama 2 hari pertama di sini. Tidak semua yang kami coba berhasil, tetapi sebagian besar perubahan bekerja dengan baik,” kata pembalap yang baru saja melamar pacarnya Ruby Adriana Mau itu.

“Saya merasa sangat baik, saya melakoni lap kualifikasi tercepat saya sendirian. Pada run pertama saya baik-baik saja, tetapi tidak bagus karena Enea crash di tengah lintasan. Di run kedua, saya yakin itu akan cukup untuk meraih pole, karena di sektor ketiga saya 0,3 detik di bawah waktu terbaik saya sebelumnya. Saya kemudian ‘membayar’ terlalu banyak di sektor terakhir. Harganya tiga ribu,” ujar pembalap berjuluk Thriller Miller itu sambil tertawa.

“Tapi lima Ducati ada di depan, itu unik. Ini fenomenal untuk otak saya. Itu menunjukkan seberapa baik motor kami bekerja. Karena dulu, perubahan arah dan angin menjadi tumpuan Achilles motor ini. Tapi hari ini, baik angin kencang maupun banyaknya perubahan arah tidak bisa menghentikan kami di sini. Saya sangat senang.”

Para rivalnya penasaran tentang catatan waktu luar biasa Miller di sektor 3. Bagaimana hal ini terjadi? “Secara umum, saya banyak mengerem di sana. Di Sektor 3, ini sangat membantu. Sektor 4 dengan tikungan panjang juga tidak cocok untuk saya: kita harus mendekatkan siku kita dengan aspal di sana, itu bukan keahlian saya. Tapi lambat laun saya akan meniru gaya anak muda itu. Tapi butuh waktu untuk mengajari seekor anjing tua dengan trik baru,” jawab Miller sambil tertawa.

Miller menantikan pertarungan pada race hari Minggu melawan rekan-rekan Ducati seperti Martin, Bagnaia, Zarco, Bastianini dan lainnya. “Selalu menyenangkan ketika kita bisa bertarung melawan motor dengan kualitas yang sama. Kemudian kita tahu apa yang diharapkan. Kemudian lawan tidak berkerumun dalam suatu tempat, seperti yang kadang dilakukan oleh pembalap dari pabrikan lain. Saya tak sabar untuk balapan,” pungkas Miller.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives