Aleix Espargaro: Diremehkan? Itu Malah Memotivasi Saya

RiderTua.com – Aleix Espargaro mengatakan justru dengan diremehkan itu malah memotivasinya… Dalam balapan MotoGP-nya ke-200 pada hari Minggu di sirkuit Termas de Rio Hondo, rider berusia 32 tahun itu meraih kemenangan perdana dalam karir balapnya. Untuk meraihnya, pembalap asal Spanyol itu harus duel dan bertarung melawan Jorge Martin (Pramac-Ducati). Setelah mampu melewati garis finis sebagai pembalap pertama, dia tak kuasa menahan tangis. Usai balapan, suami Laura Montero itu berbicara tentang perjalanannya di Aprilia dan kunci kesuksesan. Beberapa pernyataan yang meremehkan, membuatnya kuat.

Aleix Espargaro: Diremehkan Itu Malah Memotivasi Saya

Dalam konferensi pers usai GP Argentina, Aleix Espargaro menjelaskan, “Banyak yang berubah sejak saya bergabung dengan Aprilia 6 tahun lalu. Terutama ketika Massimo Rivola datang kepada kami, banyak yang terbalik. Massimo segera mengubah organisasi di Noale agar berjalan lebih baik.”

“Sejak itu Romano Albesiano fokus pada pengembangan mesin, dia adalah ‘bapak’ dari motor ini dan ternyata dia adalah insinyur yang sangat baik. Terkadang kita harus fokus pada pekerjaan kita.”

Espargaro menekankan, “RS-GP 2022 sekarang menjadi salah satu motor terbaik. Jadi saya pikir, manajemen Massimo adalah kunci kesuksesan. Lebih banyak insinyur yang terlibat dalam proyek ini, tetapi orang-orang yang memulai proyek masih ada di dalamnya dan itu membuat saya bahagia dan sangat bangga.”

“Saat itu, ketika saya bersama Maverick di Suzuki dan harus pergi karena saya tidak cukup baik. Saya pindah ke Aprilia meskipun saya tidak berada di daftar teratas pembalap. Pembalap tercepat tidak ingin pergi ke Aprilia, tidak ada yang percaya pada proyek tersebut.”

“Sejak hari pertama saya telah menekankan bahwa saya akan mencoba untuk menang dengan motor ini. Saya ingin membawa motor ini ke puncak, saya tidak menyangka akan memakan waktu selama itu, tetapi pada akhirnya kami berhasil,” imbuh rider Aprilia yang kini memimpin klasemen pembalap itu.

“3 tahun lalu kami mencoba meyakinkan beberapa pembalap muda dari kelas Moto2 untuk bergabung dengan Aprilia, tetapi mereka mengatakan mereka lebih suka menunggu motor lain. Pernyataan seperti itu membuat saya semakin kuat dan memotivasi saya. Karena orang-orang ini nantinya akan mengingat bahwa mereka pernah menolak, dan kini mereka kagum bahwa kami bisa menang,” kata Aleix.

“Saya senang dan setelah meraih pole position, banyak mantan pembalap Aprilia menulis kepada saya dan mengatakan bahwa mereka senang untuk saya dan Aprilia. Karena mereka tahu betapa sulitnya tugas ini. Sam Lowes, Andrea Iannone, Scott Redding semua menekankan seberapa besar jarak dengan pembalap lain pada saat itu.”

Berpuas diri bukanlah pilihan bagi Aleix, tetapi itu membuatnya sangat bangga. “Masih banyak yang harus dilakukan, tetapi saya pikir para pembalap di kelas Moto3 dan Moto2 melihat bahwa proyek ini semakin serius sebagai pilihan untuk masa depan. Dan saya yakin ini juga bagus untuk olahraga balap motor, karena hampir setiap motor bisa menang. Tahun ini KTM, Ducati, dan Aprilia memenangi balapan, Honda kuat, begitu juga Suzuki. Yamaha adalah juara dunia saat ini,” tegas kakak pembalap Honda Pol Espargaro itu.

“Aprilia adalah motor yang paling diremehkan tahun lalu, tetapi kami tahu kami memiliki keunggulan. Dengan semua pekerjaan yang masuk ke motor, kami semakin dekat. Level 6 pabrikan sangat tinggi dan mereka semua memiliki pembalap yang sangat kuat, yang fantastis untuk kejuaraan ini. Di masa lalu hanya ada 2 pabrikan yang memperebutkan kemenangan, hari ini ada 6 motor, itu luar biasa,” pungkas papa si kembar Max dan Mia itu.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives