Fabio Quartararo Kecewa dengan Yamaha, Pilih ke Honda Jadi Rekan Marc Marquez?

RiderTua.com – Fabio Quartararo, juara bertahan MotoGP, kecewa usai GP Argentina. Beberapa media menduga kemungkinan merapat ke Honda sekarang semakin masuk akal, melihat Pol Espargaro juga belum pasti masa depannya.. Fabio Quartararo tiba di Argentina dengan harapan hasil yang lebih baik setelah podium yang diperolehnya di Mandalika. Finish kedelapan jelas mengecewakannya dan untuk pertama kalinya dia berbicara secara terbuka tentang hipotesis Honda. Ada kontak antara manajernya Eric Mahe dan tim Alberto Puig yang mencari pembalap top untuk bergabung dengan Marc Marquez mulai tahun depan..  “Honda? Kita harus memikirkannya, masa depan saya tidak jelas, kita butuh waktu… saya tidak punya tenggat waktu,” katanya.

Juara MotoGP tim Yamaha asal Prancis kehilangan posisi di awal balapan Argentina, merosot dari 10 besar setelah beberapa lap. Seperti yang juga ditunjukkan oleh Franco Morbidelli, YZR-M1 gagal memanfaatkan ban baru, kehilangan grip pada tahap awal dan untuk merangsek ke posisi teratas menjadi sulit. Bukan hanya masalah top speed, tapi juga grip ban belakang. “Kami sudah tahu tentang powernnya, tetapi kurangnya grip di bagian belakang tidak masuk akal,” kata Fabio Quartararo yang putus asa dalam sebuah wawancara.

Start dari urutan keenam di grid hingga melorot ketiga belas, jelas ada yang salah dengan prototipe MotoGP M1 terbaru Yamaha. Andrea Dovizioso juga mengeluhkan masalah dengan perangkat holeshot, dia terpaksa kembali ke pit dan kemudian kembali ke trek untuk mengumpulkan data. Darryn Binder ke-18 tertinggal 28 detik dari pemenang. Franco Morbidelli melaporkan masalah dengan ban. Lap pertama menjadi mimpi buruk bagi Yamaha dan Fabio Quartararo. “Saya melihat yang lain menjauh di tikungan 6, di mana itu cukup untuk membuka akselerator, grip murni, itu benar-benar membuat frustrasi dan lap pertama adalah mimpi buruk”.

Kenapa Transfer Quartararo Menjadi Mahal?

Masa Depan El Diablo

Dari pertengahan balapan trek mulai kehilangan grip dan sang juara bertahan naik ke posisi 8 di garis finish, kalah 10,2 detik dari Aleix Espargaro. “Begitu ada lebih banyak bekas karet ban di trek, seharusnya menjadi lebih baik. Tapi menyalip dengan motor kami sangat sulit… masalah grip tidak mudah ditemukan. Mereka belum menemukannya dalam tiga tahun, jadi mari kita lihat”.

Kata-kata penuh kecewa dari fabio, yang sekarang berada di urutan ke-5 klasemen pembalap MotoGP dan 10 poin dari pemimpin klasemen baru Aprilia. Saat ditanya mengenai minatnya di  Honda, dia tidak menampik hipotesis: “Kita harus memikirkannya, masa depan saya tidak jelas, kita butuh waktu… saya tidak punya tenggat waktu” pungkasnya.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives