Budaya Mundur Jabatan di Jepang? Nakagami Tidak Dibawah Tekanan Jika Diganti Ogura?

RiderTua.com – Takaaki Nakagami bisa jadi tidak sedang berada di bawah tekanan, namun sebagai atlet, dia berusaha tampil maksimal sebelum dia akan digantikan Ai Ogura. Dan legowo jika kalah secara hasil dibanding juniornya dari Jepang. Karena di Jepang ada kita kenal ‘budaya mundur jabatan’ tanpa harus diminta, jika tidak mampu di bidangnya. Meskipun beberapa media asing menyebut Takaaki Nakagami berada di bawah tekanan untuk mendapatkan hasil bagus, karena Honda mempertimbangkan untuk menggantinya dengan rekan senegaranya yang sedang naik daun yakni Ai Ogura untuk musim 2023. Sejauh ini Taka telah mencapai finis di posisi ke-10 dan ke-19 dengan 6 poin dan peringkat ke-14 di klasemen dalam dua putaran terakhir. Sementara Ai Ogura adalah rider Jepang yang paling dekat dengan kenaikan ke kelas MotoGP. Jika pembalap bernomor #79 itu konsisten di paruh pertama musim ini, bukan hal yang mustahil dia bisa dipromosikan ke MotoGP pada awal 2023.. Gantikan Nakagami?.

Budaya Mundur Jabatan di Jepang? Nakagami Tidak Dibawah Tekanan Jika Diganti Ogura?

Setelah masa transisi yang panjang, akhirnya Negeri Matahari Terbit tampaknya melahirkan banyak pembalap berbakat yang siap bersinar, ada Ai Ogura dan Ayumu Sasaki.. Berawal dari Takaaki Nakagami, pergerakan motor Jepang akhirnya kembali ke level tinggi di kancah motor internasional. Jika Taka telah berada di MotoGP selama bertahun-tahun, menjadi acuan bagi Honda dan penggemar Asia, bagaimanapun, ada banyak bintang baru yang terlibat dalam kategori Kejuaraan Dunia lainnya yang berasal dari Negeri Matahari Terbit itu. Wajah-wajah baru yang siap menjadi penerus dalam beberapa musim, ke depan di kelas utama. Dengan kata lain saat ini Nakagami harus siap menyerahkan kursinya jika ‘waktu’ menginginkannya untuk lengser..

Ai Ogura adalah orang Jepang yang paling dekat dengan kenaikan ke kelas MotoGP.. Tanpa bayang-bayang keraguan, yang paling matang dan siap untuk terjun ke kelas utama adalah Ai Ogura, tahun ini terlibat di Moto2 untuk tahun kedua dan kejutan besar musim lalu. Meski usianya masih muda (21 tahun pada Januari lalu), talenta Jepang ini sudah menunjukkan soliditas yang luar biasa dengan memperjuangkan gelar juara dunia di Moto3 pada 2020 dan langsung menempatkan dirinya di antara para pembalap papan atas kelas menengah musim lalu.

Musim 2022 dimulai dengan penampilan yang apik di Qatar, di mana dia berjuang untuk podium hingga lap akhir meskipun hanya mengakhiri balapan di posisi keenam di belakang Tony Arbolino. Jika pembalap bernomor #79 itu berhasil tetap berada di puncak secara konsisten di paruh pertama musim ini, bukan hal yang mustahil dia bisa dipromosikan ke MotoGP pada awal 2023.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives