Menegangkan! Cara Vale Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Honda

RiderTua.com – Sebuah kisah yang diingat kembali oleh Rossi, dalam serial terbaru ‘Tales of Valentino’ di web resmi MotoGP (ada 9 Episode). Meninggalkan merek terkemuka Honda) untuk pindah ke merek lain yang tidak menang selama bertahun-tahun (Yamaha) adalah langkah berisiko. Tapi ternyata, langkah tersebut bagus untuk pembalap berusia 42 tahun itu. Salah satu momen besar di dunia balap motor dalam beberapa dekade terakhir adalah, penandatanganan Valentino Rossi oleh Yamaha dari Honda. Bersama dengan pabrikan berlogo garpu tala, The Doctor berhasil meraih sederet kesuksesan. Di antaranya dia berhasil merengkuh 4 gelar MotoGP. Kisah awal perekrutan ini, paling tidak, terasa aneh dengan adanya pertemuan rahasia, bahkan di Mobile Clinic, ada tekanan dari Honda. Bahkan yang paling menegangkan adalah saat GP Jepang tahun 2003, salinan kontrak yang ditinggalkan pihak Honda di Hotel dan dikasih batas waktu hingga hari Minggu tidak disentuh Rossi hingga akhir pekan!..

Menegangkan! Cara Vale Mengucapkan Selamat Tinggal kepada Honda

Untuk memahami itu semua, kita harus kembali mengenang tahun 2003. Di akhir musim, Yamaha secara resmi mengumumkan penandatanganan Valentino Rossi. Pengumuman itu mengakhiri negosiasi selama 1 tahun dan mengungkapkan keputusan yang berisiko bagi banyak orang. VR46 memutuskan meninggalkan pabrikan terbaik saat itu (Honda), untuk pindah ke pabrikan lain yang hampir tidak berhasil (Yamaha). Namun, ‘taruhan’ itu terbayar bagi Yamaha dan Rossi.

Honda Menekan Rossi

Di sisi lain, pihak ketiga yang berselisih yakni Honda, terus menekan Rossi. Sahabatnya Uccio Salucci, mengenang moment itu dan menceritakan bagaimana mereka memberikan ultimatum kepada Rossi selama GP Jepang pada tahun 2003.

Menurut Uccio, mereka dijemput dari bandara dan langsung dibawa ke hotel, di mana mereka meninggalkan sebuah salinan kontrak untuk Rossi agar menandatanganinya. “Anda punya waktu sampai hari Minggu, kalau tidak, kamu keluar,” ancam pihak Honda kepada mereka berdua saat itu. “Rossi menyuruh saya untuk membiarkannya (kontrak) di sana sampai hari Minggu,” imbuh Uccio. Dan begitulah cara Vale mengucapkan selamat tinggal kepada Honda.

Brivio ingat bahwa, Rossi mengatakan kepadanya bahwa dia ingin langsung menang di balapan pertama. Namun, dari pihak Yamaha mereka ingin maju sedikit demi sedikit, tanpa tekanan. “Saya mengatakan kepadanya bahwa motornya belum sepenuhnya siap, belum pada level itu. Dia bilang kalau dia pikir dia datang dari Honda ke Yamaha bukan untuk memenangkan balapan pertama, “kata Brivio.

Maka, di Welkom 2004, Rossi berhasil mengklaim kemenangan pada debutnya bersama Yamaha. Tidak hanya itu, tetapi juga di debut musim pertamanya, yang diperkirakan Yamaha akan menjadi masa adaptasi. Dia sukses memenangkan gelar pertamanya dengan pabrikan berlogo garpu tala, suatu prestasi yang akan dia ulangi pada tahun 2005.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives