Yokoyama: Ketika Hasilnya Buruk Lebih Mudah untuk Membuat Perubahan Radikal

1

RiderTua.com – Pada musim 2022 ini akan terjadi revolusi di tubuh Honda. Karena hasil dari musim 2021 belum terlalu positif bagi Honda, hal ini memicu lahirnya sebuah revolusi. Hasil masih jauh dari ekpektasi, karena sebuah revolusi akan datang untuk membalikkan keadaan. Selain itu, selama musim lalu Honda belum bisa mengembangkan mesin sama sekali. Itulah sebabnya Honda secara radikal mendesain ulang RC213V-nya untuk kembali bertarung memperebutkan gelar juara di musim 2022. Hal ini seperti ditegaskan Takeo Yokoyama selaku Technical Director HRC, “Secara teknis, apa yang ingin kami capai adalah mampu menggunakan ban belakang lebih efektif. Ini jelas. Musim lalu adalah tahun kedua dengan ban ini dan kami mulai memahami cara menggunakan ban. Kami ingin memenangkan gelar.. Karena ketika kami kalah dan ketika hasilnya buruk, lebih mudah untuk melakukan perubahan radikal,” katanya.

Honda: Ketika Hasilnya Buruk Lebih Mudah untuk Membuat Perubahan Radikal

Yokoyama menambahkan, “Pada akhir musim lalu, cara balap rider kami berubah. Karena kami mulai semakin memahami cara kerja ban belakang. Tahun lalu ada beberapa batasan untuk apa yang bisa kami lakukan dengan motor. Pengembangan mesin terhenti karena krisis kesehatan jadi kami tidak bisa mengubah banyak hal secara radikal. Namun, pemahaman kami meningkat. Jadi sekarang kami memasukkan semua yang kami pelajari tahun lalu ke motor 2022.”

Pria asal Jepang itu menegaskan bahwa, pada tahun 2022 mereka akan mendesain ulang secara besar-besaran. Segala sesuatu yang tidak dapat berkembang di musim sebelumnya, akan dilakukan di musim ini. Alasannya, seperti yang dikatakan Yokoyama, karena mereka telah belajar dari kesalahan dan momen terburuk Honda di MotoGP.

“Karena ketika kami kalah dan ketika hasilnya buruk, lebih mudah untuk melakukan perubahan radikal. Ketika kita menang, lebih sulit untuk membuat perubahan radikal, itu juga benar. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah, setiap orang bekerja selama 2 tahun pada pengembangan mesin. Jadi saya pikir akan ada perubahan yang lebih besar dalam performa, meskipun pengembangan agak dibatasi oleh situasi,” tambahnya.

Dalam tes pra-musim di Jerez, Honda menunjukkan bahwa mereka melihat dirinya mampu bersaing secara konsisten melawan Ducati dan Yamaha pada tahun 2022 ini. Dalam tes tersebut, Takaaki Nakagami selesai di tempat ke-2, Alex Marquez berada di urutan ke-11 dan Pol Espargaro finis ke-7.

Marc Marquez tidak hadir di Jerez, tetapi dia diharapkan tampil di tes Sepang dan Mandalika. Sejauh ini Yokoyama tidak mengungkapkan kepastiannya, sehingga masih menjadi tanda tanya. Kondisi fisiknya untuk tahun 2022 ini, tampaknya menjadi kunci untuk melihat bagaimana HRC berkembang di jalur yang benar.

1 COMMENT

Leave a Reply