Perang Pemasok ‘Bensin Racing’ ETS dan ELF

RiderTua.com – Sebelum musim pertama Danilo di KTM, Pit Beirer selaku Direktur Motorsport KTM telah menetapkan target yang jelas baginya. “Danilo harus memenangkan lebih dari satu balapan MotoGP setahun dengan RC16,” ujar sang bos waktu itu. Hal bukan tanpa alasan, sebab dalam 8 tahun di Ducati Danilo merayakan 2 kemenangan yakni di Mugello 2019 dan di Le Mans 2020. Namun apa yang terjadi materi motornya bahkan tidak sama dengan tim pabrikan KTM, motor Binder dan Oliveira lebih bertenaga berkat bahan bakar racing baru dari ETS Racing Fuels di Mugello, duo Tech3 tidak mendapatkannya karena dilarang oleh sponsor Tech3 elf (yang juga memproduksi bahan bakar). Bahkan Brad Binder membukukan top speed luar biasa yang mencapai 355,2 km/jam dengan Red Bull KTM RC16 di Mugello.

Menarik nih apakah Elf akan tetap memasok Tech3, sementara spek teknis tahun ini diperkirakan akan setara antara satelit dan pabrikan, artinya bensin harus sama. BTW bensin racing ETS juga dipakai Suzuki GSX-RR..

Sebelum musim, Petrucci hanya bisa melakoni tes di Qatar. Motornya juga tidak kompetitif di dua balapan pertama di Qatar, dan tim Tech3 pulang tanpa mendulang satu pun poin kejuaraan.

Ketika Binder dan Oliveira mendapatkan sasis baru dan lebih bertenaga berkat bahan bakar balap baru dari ETS Racing Fuels di Mugello, duo Tech3 harus menunggu beberapa saat. Bahkan Brad Binder membukukan top speed luar biasa yang mencapai 355,2 km/jam dengan Red Bull KTM RC16 di Mugello.

Petrucci dan Lecuona menerima sasis baru sekitar 3 minggu kemudian di GP Sachsenring. “Namun hasilnya, performa motor kami tidak meningkat secara signifikan. Bahan bakar membuat perbedaan yang lebih besar, tetapi kami tidak pernah mendapatkannya,” ungkap Danilo. Pasalnya, berbeda dengan tim Red Bull, tim Tech3 memiliki kontrak dengan perusahaan minyak mineral ‘elf’, yang juga memproduksi bahan bakar dan mengembangkannya untuk balap.

“Dibandingkan dengan dua pembalap dari tim pabrikan, Iker dan saya selalu kalah dalam akselerasi dan top speed,” imbuh Petrucci kecewa.

Kemudian Petrucci mendengar rumor pertama di Assen pada akhir Juni, bahwa KTM telah menandatangani kontrak MotoGP dengan bintang Moto2 Raul Fernandez. “Tapi saya baru diberitahu oleh KTM di Spielberg pada awal Agustus, 6 atau 7 minggu kemudian. Aku terus bertanya dan menunda sepanjang waktu,” ujar pembalap asal Terni-Italia itu.

Petrucci mengatakan dia sudah cukup tua, dia tahu bisnis MotoGP dan dia bisa mengerti hal itu. Tetapi pada pertengahan Agustus, sebagian besar peluang di MotoGP dan Kejuaraan Dunia Superbike sudah tertutup untuknya.

Related Articles

2 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives