Laguna Seca 2008: Stoner ‘Belajar’ dari Rossi

RiderTua.com – Valentino Rossi punya banyak saingan, bahkan lawan ibarat bisa mendapat semacam ‘pelajaran bertarung’, memperlakukan hal yang sama seperti yang dia lakukan terhadap rivalnya. Sudah banyak pembalap yang bercucuran keringat dan air mata untuk bisa mengalahkan pembalap asal Italia itu. Dan di antara semua rival itu, tak terhitung pertempuran yang sudah menjadi bagian dari sejarah MotoGP. Saingan yang membuat Rossi dan fans MotoGP menahan nafas saat duel adalah Casey Stoner. Rivalitas antara Stoner dan Rossi adalah sesuatu yang tidak akan pernah terlupakan di Kejuaraan Dunia MotoGP. Pembalap asal Australia itu mengingat beberapa momen dalam acara ‘Tales of Valentino’ di MotoGP.com. Bahkan dari Laguna Seca 2008 dia belajar dari insiden dengan Rossi bagaimana memperlakukan lawan, di mana sebagai pembalap perlu untuk lebih egois. Marc juga pernah berujar, “Lawan pertama adalah diri kita sendiri, tidak ada yang namanya teman di trek, Anda harus egois dan tidak memiliki batas”.

Laguna Seca 2008: Stoner ‘Belajar’ dari Rossi

Dalam sebuah video yang diposting di MotoGP.com, Casey Stoner menceritakan, antara lain tentang apa yang dia alami di GP Amerika Serikat di Laguna Seca. “Kami berdua mulai mengejar lebih banyak poin untuk kejuaraan. Mungkin dia sudah memiliki rencana, atau dia mampu mengalahkan saya.. Tetapi beberapa manuver menunjukkan bahwa itu adalah pola pikirnya. Mulai dari lap pertama sangat jelas bahwa ini adalah rencananya, tidak membiarkan saya melaju, dan tidak membiarkan saya menemukan ritme saya,” kata Stoner..

Refleksi yang dibuat Stoner cukup masuk akal, menunjukkan bahwa dia yakin bahwa Valentino tidak akan menyerah dalam keadaan apa pun. Dan bahkan jika itu berarti melewati beberapa batas. “Tidak masalah jika dia menang atau jika kami berdua jatuh karena crash. Dengan satu atau lain cara, dia tidak ingin saya memenangkan balapan itu. Dia menggunakan lintasan dengan cara yang tidak aman, dia keluar lintasan dan mendapat keuntungan, peraturan mengatakan bahwa jika kita keluar lintasan dan mendapatkan keuntungan, kita harus mengembalikannya,” imbuh suami Adriana itu.

Taktik Rossi

Namun, Stoner sadar bahwa dia juga melakukan kesalahan… “Pada lap terakhir, dia melakukan sesuatu yang telah dia lakukan beberapa kali sebelumnya selama balapan. Mengerem sangat awal saat masuk tikungan, pada dasarnya untuk mencoba membuat saya lengah, karena dia tahu saya akan mencoba menemukan jalan keluar.”

“Sayangnya pada saat itu, saya tidak mengira dia mengerem begitu cepat. Saya masuk ke gravel di bagian terdalam, saya kehilangan grip roda depan dan balapan saya berakhir. Itu adalah kesalahan saya. Saya masih berpikir dia tetap memenangkan balapan meskipun saya tidak melakukan kesalahan itu (masuk gravel).”

Stoner menegaskannya apa yang berubah setelah kejadian dengan Rossi di Laguna Seca pada tahun 2008, “Setelah kejadian itu kami menjadi rival yang lebih kuat satu sama lain. Sejak saat itu saya tidak peduli, dia bertarung untuk juara dunia. Saya tidak akan membantunya. Setelah momen itu, saya belajar untuk lebih egois dalam karier saya, tidak terlalu peduli jika seseorang kesulitan (melebar) setelah saya menyalipnya,” pungkasnya.

Related Articles

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives