Apakah Honda Terlalu Mengandalkan Marquez?

RiderTua.com – Apakah Honda terlalu mengandalkan Marquez [lagi]?.. Dengan absennya Marc Marquez (mengalami crash parah pada 19 Juli 2020), Honda mengalami masa paceklik panjang. Pabrikan motor terbesar di dunia itu harus menunggu total 21 balapan MotoGP hingga Marquez kembali merayakan kemenangan di Sachsenring pada bulan Juni 2021. Setelah 3 kemenangan musim ini, pembalap berusia 28 tahun itu kembali absen pada 30 Oktober, infonya karena mengalami crash saat latihan motorcross. Dan mengenai pertanyaan apakah Honda akan tetap Marquezentris.. salah satu jawabnya adalah bisa kita lihat tahun depan.. Indikasinya: Jika pembalap Honda selain Marquez bisa juara seri, itu artinya Honda sudah berubah, paket RC213V ‘bisa dipakai’ semua pembalap Honda..

Tapi untuk tahun depan jika Marc tidak ikut tes Sepang maka di Qatar dia akan memakai paket motor RC213V versi 2019 yang sangat dia kenal.. Motor 2019 adalah motor yang paling cocok untuk Marc saat terakhir sebelum crash parah. Di Jerman 2021 dia balapan dengan motor dan setting 2019 dan memenangkan balapan..

Apakah Honda Terlalu Mengandalkan Marquez?

Kembali muncul pertanyaan, Apakah Honda terlalu fokus pada ujung tombak Marc Marquez selama bertahun-tahun dan sekarang harus membayar akibatnya?

Salah satu orang yang bisa ditanya tentang Honda adalah pembalap Australia ini.. Ketika Casey Stoner comeback ke paddock MotoGP untuk pertama kalinya setelah 3,5 tahun, tentu saja dia kembali disorot sebagai mantan Juara Dunia Repsol Honda (2011) dan tes rider Honda. “Semua orang tahu tentang Marc, bahwa dia sangat berbakat. Waktu reaksinya tidak tertandingi, jadi dia selalu bisa mengejar pembalap yang ada di depan dengan sangat cepat,” ujar Stoner.

Tentang Tim Honda

Bagaimana dengan kondisi Honda sekarang?.. Apa masalahnya karena terlalu mengandalkan Marquez? dan ketika dia cedera hilang sudah kejayaannya.. “Tetapi setiap pembalap berbeda dan menginginkan hal yang berbeda. Apakah itu masalah Honda atau di mana itu sangat sulit untuk dikatakan. Seperti yang saya katakan, saya tidak bisa menilai dari sofa apa yang sebenarnya terjadi. Saya hanya bisa berbicara tentang kesulitan yang saya temui dengan beberapa sasis saat menguji Honda.”

Sebagai pengingat, Casey Stoner memenangkan gelar dunia keduanya di Repsol Honda pada 2011, sebelum mengakhiri karir balapnya satu musim kemudian pada usia 27 tahun. Dia kemudian menjadi tes rider Honda dan kembali ke Ducati pada akhir 2015. Untuk pabrikan dari Borgo Panigale, di mana Stoner memenangkan satu-satunya gelar pembalap MotoGP hingga saat ini pada 2007, dia terus berperan sebagai tes rider hingga 2018.

Sebagai kesimpulan, Stoner mengatakan (mengacu pada duo Repsol-Honda saat ini), “Kami tahu betapa berbakatnya Marc. Pol Espargaro butuh beberapa saat, tetapi sekarang dia bergerak maju mungkin dia menemukan apa yang dia butuhkan.”

Jelas masukan Marc selama cedera akan banyak tertinggal, akan sulit meracik motor hanya dari jarak jauh.. Motor harus diuji, dan Marc belum sempat mengikuti tes akhir musim di Jerez.. Kita lihat apakah Marc bisa hadir di Sepang, yang mungkin juga akan lebih berhati-hati menghindari crash yang membahayakan cederanya.. Jadi pertanyaan apakah Honda akan berfokus pada Marc, mungkin untuk musim 2022 masih 50%, karena Marc terlambat menguji dan lambat memberi masukan ke insinyur Honda, dan waktu berjalan terus, tim lawan semakin meningkat dan cepat.. Mungkin sebagai alternatif cepat, Marc akan turun ke trek dengan motor versi 2019 yang dia kenal?

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page