Gigi Dall’Igna: Mendengarkan Pendapat Semua Pembalap adalah Dasar Filosofiku

RiderTua.com – Gigi Dall’Igna: Mendengarkan pendapat semua pembalap adalah dasar filosofiku… Kejuaraan tim dan konstruktor 2021 jatuh ke tangan Ducati. Tapi sayang gelar dunia pembalap dimenangkan oleh Yamaha dengan Fabio Quartararo. Hal ini jelas, bahwa target akhir tidak mampu dicapai oleh pabrikan asal Borgo Panigale itu. Direktur balap Ducati, Gigi Dall’Igna menjelaskan mengapa penting untuk mempertimbangkan masukan dari semua pembalap selama pengembangan. Meski di tengah krisis kesehatan, Ducati mampu mengambil langkah maju.

Gigi Dall’Igna: Mendengarkan Pendapat Semua Pembalap adalah Dasar Filosofiku

Pria asal Italia yang kerap bikin keder para rival di MotoGP itu mengatakan, “Krisis kesehatan adalah mimpi buruk bagi semua orang. Kami harus membekukan pengembangan mesin. Itu artinya, kami belum dapat mengembangkan beberapa komponen dengan baik dalam 2 tahun terakhir.”

“Dan cara kerja yang kami lakukan saat ini, benar-benar berbeda dari yang kami lakukan sebelumnya. Sekarang sebagian besar orang bekerja dengan kami, banyak yang melalui komputer ketimbang berbicara secara pribadi. Ini bukan cara yang mudah untuk bekerja. Tapi itu mungkin karena mentalitas kami, karena sekarang kami di Ducati Corse lebih siap menghadapi masalah ini.”

Dengan inovasi tersebut, Dall’Igna dan timnya memastikan bahwa hanya 4 kali dalam 1 musim terakhir, tidak ada Desmosedici yang berhasil masuk ke 3 besar. Mereka juga meraih 11 pole position. Tetapi bagaimana, Gigi menjaga dinamika ini di pabrik meskipun ada krisis kesehatan? Dall’Igna menjawab, “Ini tidak mudah. Kita harus tahu bagaimana mendorong orang-orang kita untuk mencoba hal-hal baru.”

Para rivalnya terkadang malah meniru pada satu atau lebih inovasi yang dimiliki Ducati. Bagaimana perasaan Dall’Igna tentang hal itu? “Semua orang bangga ketika mereka menerima pengakuan untuk ide yang bagus. Jadi itulah hidup. Tapi, itulah salah satu alasan kami berkembang pesat selama beberapa tahun terakhir. Saya mencoba untuk mengadopsi semua masukan dari pembalap. Mendengarkan pendapat semua pembalap, sangat penting. Itu adalah salah satu dasar filosofi balap saya.”

Meskipun kehilangan gelar individu, hasilnya mengesankan. Karena Ducati memenangkan 7 balapan MotoGP pada tahun 2021 dan memperebutkan gelar satu demi satu dengan Johann Zarco, Jack Miller dan Francesco Bagnaia. Trio ini mendarat di 5 besar di Kejuaraan Dunia. Gelar dunia pembalap pertama setelah Casey Stoner pada 2007, masih belum bisa kembali direngkuh. Dall’Igna percaya bahwa pesaing terberat pada 2022 adalah Yamaha dengan Fabio Quartararo.

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page