Dalam Kemenangannya Miller Ingat Lorenzo..!

0

RiderTua.com – Jack Miller justru mengingat sosok Jorge Lorenzo setelah kemenangan di GP Jerez, meskipun keduanya pernah saling olok.. Pembalap Australia itu kembali meraih kemenangan di kelas MotoGP 5 tahun setelah kemenangan Assen tahun 2016. “Saya selalu bertanya-tanya bagaimana rasanya balapan seperti Jorge Lorenzo,” ujarnya. Apakah ini bentuk pujian atau sindiran halus, bahwa dia tidak hanya jago stoppie dan bisa menang seperti pembalap Majorcan itu? Kenapa harus Lorenzo bukannya Stoner pendahulunya?

Dalam Kemenangannya Miller Ingat Lorenzo

Tiga seri bergulir Jack Miller sepertinya menjadi pembalap kedua setelah Pecco Bagnaia. Namun di seri ke-4 takdirnya berubah, terlepas dari cedera Quartararo.. Pecco finish dibelakangnya. Miller juga merasa nyaman dengan Desmosedici-nya Dia menyelesaikan tes IRTA di posisi ke-18, setelah melahap 44 lap.

Seri berikutnya Le Mans adalah sirkuit yang di atas kertas menguntungkan Ducati, bahkan lebih dari Mugello. Namun apapun bisa terjadi di MotoGP saat ini… semakin tidak bisa diprediksi. Contohnya Jerez yang seharusnya sulit bagi Ducati dan malah memberikan kemenangan ganda Miller dan Bagnaia. Kemenangan terakhir Miller di Assen 2016… “Terakhir kali saya menang adalah kejutan besar di trek basah, saya benar-benar masih anak-anak. Sejak itu saya bekerja keras untuk sampai ke sini dan menaklukkannya, jadi itu sangat berarti ”.

Meskipun di Qatar dan Portimao terbukti sulit baginya, Miller tidak pernah kekurangan dukungan maksimal di garasi Ducati. Dia juga menjalani operasi untuk sindrom kompartemen (arm pump), pada saat jatuh di Portugal lukanya kembali terbuka. Tapi Jack Miller bukanlah tipe orang yang mudah menyerah. Di Jerez dia mengikuti Fabio Quartararo bagai bayangannya, memanfaatkan pertahanan pembalap Yamaha untuk meraih kemenangan. “Masih banyak lap yang harus dilalui, sembilan saya kira, dan ini waktu yang lama untuk memimpin sendirian ketika taruhannya sangat tinggi. Saya tidak berpikir saya pernah membalap begitu presisi dalam hidup saya, 25 lap berturut-turut seperti ini, itu fantastis”.

Ingat Lorenzo

Momen Miller finish terdepan di Spanyol justru mengingatkannya pada Jorge Lorenzo. Saat pembalap Spanyol itu berada di depan semua pembalap, dari lap pertama hingga terakhir. “Saya selalu bertanya-tanya bagaimana rasanya balapan seperti Jorge Lorenzo, mengambil alih pimpinan balapan dan melakukan hingga lima lap terakhir. Saya senang saya melakukannya, tetapi tampaknya tidak semudah itu. Semakin banyak waktu yang Anda miliki untuk berpikir, semakin Anda bisa membuat kesalahan,” katanya.

Kembali ke garasi, merayakan kemenangan, sebuah emosi yang tak terlukiskan… “Itu adalah salah satu kenangan terbaik yang akan saya miliki. Saya berusaha menjadi pribadi yang tulus, bahagia dan menyapa semua orang… Saya hanya ingin menjadi diri saya sendiri dan saya berharap orang-orang menyukainya. Beberapa dari mereka mungkin tidak menyukainya, tapi tidak apa-apa, saya tetap ikhlas,” pungkasnya.

Leave a Reply