Pecco Bagnaia: Dari P11 ke P2 Itu Sudah Mentok!

0

RiderTua.com – Pecco Bagnaia yang start dari P11 dan finis di P2 sebut pencapaian itu sudah mentok… Hasil kualifikasi GP Portugal sangat mengecewakan bagi Francesco ‘Pecco’ Bagnaia. Pembalap pabrikan Ducati itu harus start dari posisi ke-11 pada balapan yang digelar di sirkuit Portimao itu. Namun dengan telaten dia merangkak sedikit demi sedikit dan kegigihannya membuahkan hasil. Meskipun salah satu faktornya, karena rider lain yang ada di depannya crash, tetap saja dia mampu menjaga agar motornya tidak tumbang. Pembalap murid VR46 Academy itu melesat naik ke posisi 2 di belakang pemenang Fabio Quartararo (Yamaha). Podium pun berhasil digenggamnya. Usai balapan Pecco menjelaskan, “Saya pikir finis kedua adalah hasil paling maksimal hari ini. Fabio sudah terlalu jauh di depan. Kami kehilangan kesempatan untuk menang. Tetapi setidaknya saya memiliki kesempatan untuk bertarung.”.. Jika kemarin Pecco start dari depan, mungkin akan ada duel dengan El Diablo.. Uniknya meskipun ducati terkenal galak di trek lurus, Bagnaia banyak menyalip lawan-lawannya di tikungan, nahhh…

Pecco Bagnaia: Dari P11 ke P2 Itu Sudah Mentok!

Pecco Bagnaia pun membuat analisa dengan melihat hasil balapan, Dia berkata, “Hari ini, Fabio membuat kecepatan yang sangat luar biasa. Saya rasa tidak ada yang bisa mencapai kecepatan seperti itu. Cengkeramannya jauh lebih baik hari ini dan ban juga bekerja dengan baik. Saya pikir kami semua melakukan pekerjaan dengan baik.”

Rider berusia 24 tahun itu melanjutkan, “Saya sangat senang, karena saya mungkin tidak naik podium dalam situasi seperti ini tahun lalu. Saya sedikit meningkatkan gaya membalap saya dan menyalip banyak pembalap di tikungan, yang menurut saya sulit untuk bermanuver. Jadi saya senang. Itu tidak mudah karena cepat keluar dari garis depan atau melangkah jauh. Kami bekerja dengan sangat baik dan mendapatkan hasil terbaik.”

Joan Mir tidak memberikan kemudahan bagi pembalap pabrikan Ducati itu untuk mencapai podium, bintang Suzuki itu benar-benar tepat di roda belakang Pecco. “Seperti ada Joan di boncengan saya, saya mendengarnya begitu dekat,” kata rider asal Italia itu sambil tersenyum.

“Tetapi saya tahu bahwa jika saya berada di depan hingga tikungan terakhir, dia tidak mungkin menyalip saya. Karena akselerasiku sangat kuat. Lap terakhir saya juga bagus,” imbuhnya.

 

Leave a Reply