Harusnya Yamaha Pindah Vinales Bukan Rossi, Ambil Morbidelli Bukan Quartararo? Mental Duel Vinales Quartararo Masih Kurang!

0
MotoGP

RiderTua.com – Apakah seharusnya Yamaha memindah Vinales ke tim satelit alih-alih Rossi dan ambil Morbidelli bukannya Quartararo.. Karena mental duel Vinales Quartararo masih kurang.. Fabio Quartararo dan Vinales, terbukti kesal begitu motor Yamaha-nya kehilangan posisi di grid atau disalip lawan saat duel. Sementara Franky mampu menunjukkan kelasnya saat duel, apalagi master Rossi. Vinales memiliki kelemahan dalam menghadapai tekanan lawan. Dia hanya dapat menunjukkan catatan waktu yang luar biasa, ketika dia membalap sendiri (misalnya dalam latihan). Dia tidak dapat memanfaatkan cornering speed yang tinggi yang merupakan salah satu kelebihan Yamaha. Dalam sebuah duel, dia mengungkap kelemahannya itu, seperti yang pernah dilakukan Max Biaggi.. Vinales sekarang sudah 4 tahun bersama tim pabrikan Yamaha, tetapi dia tidak pernah berkembang menjadi penantang sejati Marc Marquez. Sementara pembalap Petronas Yamaha SRT, Morbidelli meraih runner-up di kejuaraan dunia, 3 kemenangan dan 26 poin lebih. Tidak habis fikir dengan strategi tim pabrikan Yamaha? Kandidat yang lebih baik bahkan sudah tersedia, Morbidelli atau Dovizioso. Pertanyaan untuk Yamaha: Apakah pintar memperpanjang kontrak Vinales selama 2 tahun di bulan Januari 2021?.. Tidak seperti Ducati yang berani obrak-abrik formasi pembalapnya..

Sementara itu satu kelemahan lagi dari Vinales adalah dalam menghadapi tekanan lawan, tim Yamaha telah memperhatikan bahwa Vinales sering kali lebih memperhatikan satu lap cepat (single lap), daripada kecepatan balapan selama set-up pada latihan bebas hari Jumat dan Sabtu. Kesalahan ini harus dihilangkan.

Lin Jarvis mengatakan, “Kepala kru yang baru pasti memiliki efek positif bagi Maverick. Tentu, Ramon Forcada memiliki pengetahuan yang luas, kemampuan teknis yang luar biasa, dan banyak pengalaman. Tapi kelemahan Ramon adalah komunikasi pribadi. Selain itu, dia hampir 40 tahun lebih tua dari Maverick. Jadi ada kesenjangan generasi yang sangat besar dan perbedaan usia yang jelas.”

“Di satu sisi, Esteban Garcia lebih muda, dan dia juga memiliki pendekatan berbeda terhadap pembalap, pendekatan yang lebih manusiawi. Kedatangannya ke tim tentu terbukti menjadi aset bagi Maverick. Dan kami telah menemukan analis trek baru di Julian Simon. Dia orang top. Kombinasi dengan anggota tim baru, Esteban sebagai kepala kru dan Julian sebagai pelatih tunggangan baru terbukti sangat baik untuk Maverick.”

Vinales mendominasi 3 dari 4 tes lagi di musim dingin, dia berhasil 2 kali finis di tempat kedua dalam 2 balapan pertama di Jerez. Dia memenangkan GP Misano-2, tetapi di klasemen kejuaraan dia turun ke posisi ke-6 karena beberapa penampilannya yang mengecewakan.

Vinales Berubah

Pada Juli 2020 Vinales tampak berubah. Tetapi meskipun dia telah mengubah lingkungannya untuk tahun 2020, dia segera kembali ke pola perilaku lama. Vinales membuat keputusan ban yang aneh, dia sering melaju terlalu lambat pada tahap awal, jarang mencari kesalahan pada diri sendiri, sering muncul setengah tertekan dan memberikan penjelasan aneh atas performa yang buruk.

Vinales jelas dipekerjakan oleh Yamaha sebagai penerus Rossi dan lawan tangguh untuk Marquez. Namun Juara Dunia Moto3 2013 (dengan KTM) hanya finis ke-3 dalam 4 tahun Yamaha pada 2017 dan 2019.

Di sisi lain Suzuki tampil lebih baik. Joan Mir dan Alex Rins menyelesaikan Kejuaraan Dunia 2020 dengan GSX.RR di tempat pertama dan ke-3. Joan Mir menjadi Juara Dunia MotoGP di tahun keduanya di Suzuki.

 

Leave a Reply