Ketika Daihatsu Gran Max Punya Dua Mobil Kembar…

(Foto: kompas otomotif)

RiderTua.com – Siapa sangka kalau mobil niaga seperti Daihatsu Gran Max punya kembaran di Jepang. Padahal di Indonesia saja model ini tak punya model dari merek lain yang sama persis. Disana, Daihatsu Gran Max punya dua model kembar seperti Toyota Town Ace dan Mazda Bongo. Bahkan keduanya sama-sama diimpor dari Indonesia.

Baca juga: Platform NGA Ala Daihatsu, Apa Hebatnya Sih ?

Daihatsu Gran Max Punya Town Ace dan Bongo

Sebenarnya Gran Max sudah menjadi kembarannya Town Ace sekaligus Lite Ace sejak tahun 2008 silam. Tapi sejak Town Ace mendapatkan model facelift-nya pada bulan Juni lalu, nama Lite Ace sudah tak dipakai lagi oleh Toyota karena adanya integrasi dealer disana. Sehingga Gran Max mengisi posisi yang kosong tersebut dan menjadi mobil impor pertama bagi Daihatsu Jepang.

Sementara itu, diam-diam Daihatsu sudah menggandeng Mazda untuk menghadirkan generasi kelima Bongo pada bulan Juli lalu. Bongo yang dimaksud bukan model Brawny yang berbasis Toyota Hi-Ace generasi kelima, ya. Seperti Gran Max biasa, Bongo hadir dalam dua jenis model, yaitu Truck (pick-up) dan Van.

Daihatsu Gran Max punya kembaran

Rakitan Indonesia

Astra Daihatsu Motor (ADM) mengaku kalau merekalah yang merakit Town Ace sekaligus Bongo untuk diekspor ke Jepang. Soal Bongo sendiri, Daihatsu memang sudah lama menjalin kerja sama dengan Mazda di Jepang dan keduanya sepakat untuk menggunakan Gran Max sebagai model generasi kelimanya. Jadi jangan kaget kalau melihat desain Town Ace dan Bongo yang begitu persis dengan Gran Max di Tanah Air.

Walau kembar, nyatanya fitur yang dimiliki keduanya jauh lebih lengkap dari Gran Max sendiri. Contohnya Town Ace yang sudah dilengkapi Toyota Safety Sense, yang mungkin sudah menjadi fitur mewah di Indonesia. Meski demikian, keduanya menggunakan mesin yang sama, yaitu 1.500 cc 2NR-VE, sementara Gran Max hanya punya jenis 1.500 cc 3SZ-VE.

Dengan adanya dua kembarannya Gran Max di Jepang membuktikan kalau ADM bisa ekspor mobil ke luar negeri. Setelah sekian lama gagal ekspor ke Inggris, produknya bisa diterima dengan baik di ‘kampung halamannya’.

Be the first to comment

Leave a Reply