‘Butter Hammer’ Quartararo Tertinggal di Jerez!

Jorge lebih introvert (tertutup), sangat fokus pada dirinya sendiri, sebaliknya Fabio adalah ekstrovert, suka bermain dan bercanda dengan kru balapnya..

'Butter Hammer' Quartararo Tertinggal di Jerez
'Butter Hammer' Quartararo Tertinggal di Jerez

RiderTua.com – Bagi penikmat balap MotoGP tentunya tidak akan asing dengan istilah ‘Butter Hammer’ yang diciptakan oleh Lorenzo.. Di Jerez gaya itulah yang diterapkan Fabio Quartararo untuk melibas lawan-lawannya tanpa ampun.. Dua seri dibabat habis tak bersisa.. Namun ‘palu dan Mentega’ Quartararo tertinggal di Jerez.. Di GP Austria, Quartararo tidak bisa menerapkan lagi gaya itu. Bukan karena musim panas.. Masalah rem membuat kepercayaan dirinya saat menikung pudar.. Menteganya meleleh dan palu nya copot!

‘Butter Hammer’ Quartararo Tertinggal di Jerez

'Butter Hammer' Quartararo Tertinggal di Jerez

Kisah ‘Butter Hammer’ itu baru-baru ini muncul lagi dari manajer tim Petronas yang pernah bekerja sama dengan Lorenzo saat di tim resmi Yamaha. Menurut Zeelenberg, dalam sebuah wawancara dengan motogp.com, persamaan antara Fabio Quartararo dan Jorge Lorenzo adalah gaya balap mereka.

‘Butter Hammer’ Quartararo Tertinggal di Jerez

Jorge Lorenzo menggunakan istilah mentega dan palu (Butter Hammer) untuk balapan, dua istilah yang telah diterima oleh semua orang.. “Butter adalah istilah yang diciptakan oleh Jorge.. Artinya gaya yang mengalir dan indah. Kita tidak menyadari betapa cepatnya motor melaju, dan Fabio juga membalap seperti itu. Dia tidak membuat kesalahan dan itu sangat penting bagi Jorge. . Dia bisa memenangkan perlombaan, tapi jika dia melakukan kesalahan dia akan marah pada dirinya sendiri karena dia ingin tepat dan menggunakan palu untuk memaksakan kecepatan tinggi. Itulah yang dilakukan Fabio di Jerez,” kata Zeelenberg..

“Rhythmic like a hammer (martillo), smooth like butter (mantequilla)” – Butter Hammer

Meskipun memiliki gaya balap sama, tentu dari sisi karakter orang sangat berbeda. Jorge lebih introvert (tertutup), sangat fokus pada dirinya sendiri, sebaliknya Fabio adalah ekstrovert,” kataWilco..

Wilco Zeelenberg

Jorge Lorenzo di luar balapan dia adalah orang yang berbeda, tetapi pada hari Jumat, Sabtu dan Minggu dia fokus pada dirinya sendiri. Jika Lorenzo membuat kesalahan, dia pergi jauh ke suatu tempat atau menyelinap di sudut, dia akan sedikit marah pada dirinya sendiri. Quartararo berbeda, dia suka bermain, bercanda dengan kami, bahkan sebelum balapan, kata Wilco..

Butter Hammer

Apa itu Butter Hammer.. adalah konsep gaya balap yang disebut lembut bagai mentega dan mematikan bagai palu alias “butter & hammer”…

“Rhythmic like a hammer (martillo), smooth like butter (mantequilla)”, berirama seperti palu, mulus seperti mentega.. ( kaskus.co.id 01/06/15).. Namun saat menerapkan gaya balap ini selisih power Honda dan Yamaha tidak terlalu jauh, M1 kalah sedikit dibawah Honda dalam hal top speed. Sehingga gaya balap ini mampu menutupi kekurangan speed di trek lurus khususnya di seri Eropa yang prosentasenya tidak sampai 50 % …

Gaya balap ‘butter hammer’ Lorenzo bisa diadopsi dengan sempurna oleh Quartararo, namun kelebihan lain El Diablo adalah dia punya feeling penyelamatan seperti Marquez…

Kenapa Gaya itu Tidak Muncul Setelah jerez?

Namun di seri MotoGP Austria, Quartararo tidak bisa menerapkan lagi gaya itu.. Masalah rem membuat kepercayaan dirinya saat menikung pudar.. Menteganya meleleh dan palu nya copot…

Be the first to comment

Leave a Reply