Gak Perlu Kalahkan Marquez, Kamu Sudah Jadi Legenda Kok!

Menurut statistik, Jonathan Rea adalah pembalap paling sukses dalam sejarah WSBK. Dengan 5 gelar dan 89 kemenangan. Kesempatannya ke MotoGP semakin kecil seiring bertambahnya umur.

Jonathan Rea -Repsol Honda

RiderTua.com – Livio Suppo menjadi ‘komandan’ tim HRC saat Jonathan Rea di karyakan di tim Repsol Honda tahun 2012 silam. Menurut mantan manajer HRC itu, Jonathan Rea memiliki bakat sebagai pembalap MotoGP. meskipun sulit dibayangkan dia bisa mengalahkan Marc. Beberapa kali dihubungkan dengan tim MotoGP. Jika ke MotoGP apakah bisa juara dunia dan kalahkan juara bertahan saat ini?.. Namun berkat keberhasilannya di WSBK, orang Irlandia Utara itu sudah menjadi legenda. Gak perlu kalahkan Marquez, kamu sudah jadi legenda..

Jonathan Rea

Gak Perlu Kalahkan Marquez, Kamu Sudah Jadi Legenda

Menurut statistik, Jonathan Rea adalah pembalap paling sukses dalam sejarah WSBK. Dengan 5 gelar dan 89 kemenangan. Kesempatannya ke MotoGP semakin kecil seiring bertambahnya umur. Musim balap 2021, Rea akan berusia 34 tahun. Selain itu, hampir tidak ada tempat di tim bagus yang tersisa untuk musim mendatang di MotoGP.

Rea pernah menggantikan Stoner di Honda tahun 2012. Finis di 8 besar di MotoGP Misano dan Aragon 2012. Sebagai pengganti Casey Stoner, Rea harus beradaptasi cepat dengan Honda RC213V, rem karbon dan ban Bridgestone hal yang sulit dicapai dalam waktu yang sangat singkat.

Jonathan Rea

Namun meski sebentar di Honda MotoGP, Rea mendapat pujian dari Livio Suppo. “Dia melakukan pekerjaan yang sangat baik, terutama mengingat bahwa dia berada di MotoGP selama empat pekan berturut-turut, kemudian di Kejuaraan Dunia Superbike. Dalam waktu yang sama harus bertarung di dua dunia yang berbeda (MotoGP dan Superbike). “

Jonathan Rea menerima banyak sanjungan dari para insinyur HRC saat itu.
“Dia harus membiasakan diri dengan paket motor minggu demi minggu dan harus terbiasa dengan ban yang berbeda, rem yang berbeda dan sebagainya. Dia tidak pernah menguji sebelumnya, dia melakukan pekerjaan yang sangat baik,” kata Suppo..

Jonathan-Rea-Shuhei-Nakamoto
Rea- Nakamoto

Performa Rea dengan MotoGP

Bagi Rea, balapan MotoGP pertama di Misano semakin sulit karena tiga sesi latihan bebas pada hari Jumat dan Sabtu dalam kondisi hujan. Di kualifikasi, Rea melaju untuk pertama kalinya di lintasan kering dan lolos ke posisi-sembilan di grid. Dia 1,5 detik di belakang pembalap tercepat. Dalam lomba dia finis 43 detik di belakang pemenang Jorge Lorenzo (Yamaha) dan finish di urutan kedelapan.

Akhir pekan setelah balapan MotoGP di Misano, Rea pindah ke nalapan Superbike di Portugal. Dia mengendarai Honda Fireblade dan finish di podium. Seminggu kemudian pergi ke Aragon untuk balapan MotoGP, betapa sibuknya.

Di balapan MotoGP kedua pada sesi kualifikasi, Rea hanya tertinggal 1,006 detik dan start di urutan ke-7, baris ke-3. Rea mampu mempertahankan posisi ini di balapan dan selesai 32 detik di belakang pemenang. Dan merupakan penampilan terakhir Rea di MotoGP.

Livio Suppo -hrc
Livio Suppo

Layak Mendapat Tempat di MotoGP

Menurut Suppo dia layak mendapat ruang di MotoGP. “Saya pikir dalam hal bakat, dia layak mendapat tempat di MotoGP. Tapi itulah hidup dan untuk beberapa alasan dia tidak pernah mendapat kesempatan yang tepat ketika dia masih muda. Kemudian dia merasa terlalu tua untuk pindah ke MotoGP dan lebih suka tinggal bersama Kawasaki karena dia mendapat kontrak yang sangat bagus.”

Banyak pahlawan dalam olahraga seperti Troy Bayliss, berasal dari Kejuaraan Dunia Superbike dan bukan karena MotoGP. Jonathan mungkin di MotoGP tak akan memenangkan lima gelar seperti dia lakukan di Kejuaraan Dunia Superbike.. “Saya hampir tidak bisa membayangkan bahwa Jonathan akan bisa mengalahkan pria seperti Marc (Marquez) sebanyak lima kali di MotoGP. Dia bisa saja menjadi pembalap top di MotoGP, tetapi dia sekarang menjadi legenda karena dia menang begitu banyak di Kejuaraan Dunia Superbike”, pungkas Suppo.

Jadi menurut Suppo, tidak perlu ke MotoGP, dia tak mungkin menang 5 kali berturut-turut di MotoGP, mengalahkan Marquez dan menjadi legenda balap…

Be the first to comment

Leave a Reply