
RiderTua.com – Tidak ada yang pernah tahu tentang perjalanan dan peristiwa kehidupan, bahkan di dunia balap MotoGP. Rencana yang direkayasa dan diarahkan ke tujuan tertentu, hal-hal yang diharapkan berjalan sesuai rencana, tetapi kejadian tak terduga membalikkan ramalan dan mengubah sejarah. Kisah ini terjadi di garasi Yamaha antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo. Lin Jarvis mengatakan dulu Lorenzo dikontrak untuk gantikan Valentino Rossi..
▶Daftar Isi
Lin Jarvis: Dulu Lorenzo Dikontrak untuk Gantikan Valentino Rossi!
Kedua pembalap Yamaha dan juara dunia itu menjadi tema paling panas dari salah satu persaingan internal dalam sejarah Kejuaraan Dunia. Bahkan mereka seharusnya tidak pernah menjadi rekan satu tim. Hal ini diungkapkan oleh Lin Jarvis, bos tim Yamaha.

Valentino Rossi Pindah ke Balap F1
Lin Jarvis menjelaskan bahwa timnya memutuskan untuk mempekerjakan Lorenzo saat itu bukan untuk mendukung Rossi, tetapi dengan niat untuk menggantinya. Pada saat itu, tahun 2006, Valentino seperti ada kemungkinan kuat untuk pindah ke ajang balap mobil Formula 1, hal ini dikuatkan dengan serangkaian tes yang telah dia lakukan dengan Ferrari.
Justru untuk mengurangi risiko hilangnya superstar mereka, Yamaha mengontrak Jorge Lorenzo. “Ketika kami mempekerjakannya, Lorenzo adalah seorang pemula, dia bahkan belum pernah membalap di MotoGP, dan kami mempekerjakannya untuk menggantikan Valentino Rossi. Kami pikir Vale akan pensiun lebih awal dan pindah ke Formula 1, itu tahun 2006.” kata Jarvis pada mikrofon TV Amerika CNN…

Lorenzo Pensiun Duluan
Alih-alih, Valentino Rossi hengkang dari MotoGP, kini justru Jorge yang pensiun sebelum Valentino.. Pembalap Italia itu akan terus berlomba di MotoGP, setidaknya sampai usia 41 tahun di 2020. Persaingan saat itu panas karena Valentino adalah raja saat itu dan Lorenzo adalah pendatang baru, kata Jarvis.
Jarvis akui saat itu kondisinya menjadi sulit untuk dikelola, seperti yang selalu terjadi ketika memiliki dua pembalap top di tim yang sama. Tetapi ketika Yamaha melakukannya, Lorenzo menjadi juara pabrikan selama tiga tahun berturut-turut (2008-2010). Memiliki dua pembalap yang kompetitif akan mengangkat performa tim, karena mereka saling terpacu untuk bersaing. Dan tim hanya bisa berharap bahwa keduanya tidak menjadi merusak diri sendiri, kata Jarvis..
Trending Artikel Minggu Ini ( TOP5):
- MotoGP 2020: Sambut ‘Perang Saudara’ di Yamaha, Vinales Berlatih Keras!
- Alasan Quartararo Pindah ke Negeri di Atas Awan: Pajak Murah dan Bisa Latihan Mirip Rossi!
- Ricard Jove: Agar MotoGP 2020 Menarik, Marquez Jangan Terlalu Menang Mudah!
- Andrea Dovizioso: Menganalisa Semua Tentang Valentino Rossi
- Survey Media Spanyol: Marquez Menang Mutlak, Rossi Kalah Telak, Lorenzo Bikin Tersentak!





