Sempat Jadi Cibiran, Quartararo di Akhir Musim Panen Pujian, Apa Resepnya?

Fabio Quartararo

RiderTua.com – Banyak pengamat menaikkan alis-nya ketika tim satelit Petronas Yamaha merekrut Quartararo untuk jalani debutnya di MotoGP. Kenapa harus pemuda Prancis yang hanya mencetak satu kemenangan dalam empat tahun di Moto3 dan Moto2?.. Komentar burukpun datang padanya, cibiran bahwa kenapa bukan Pedrosa atau Lorenzo yang duduk di kursi itu. Atau paling tidak pembalap juara dunia Moto2..?.. Sempat Jadi Cibiran, Quartararo di Akhir Musim Panen Pujian, Apa Resepnya?

Sempat Jadi Cibiran, Quartararo di Akhir Musim Panen Pujian, Apa Resepnya?

Namun pada balapan ke-4 nya nama Quartararo kian mencuat. Ketika itu torehkan rekor sebagai pole-sitter termuda dalam sejarah MotoGP. Dan di akhir kompetisi dia berubah menjadi superstar yang bonafide alias pantas menyandang gelar sebagai pembalap muda terbaik di MotoGP (Rookie of The Year). Apa rahasianya..?

Apa Kiatnya?

“Saya mengambil kesempatan itu karena semua orang mengatakan kepada kami bahwa saya tidak pantas mendapatkan kursi ini di MotoGP, saya ingin membuktikan bahwa mereka salah,” kata Quartararo. Fabio menambahkan bahwa dia tidak keberatan mengakhiri musim tanpa kemenangan pertamanya.

Cibiran Jadi Pujian

Sempat menjadi cibiran di awal musim, Quartararo di akhir musim panen pujian. Bahkan gaya balapnya disamakan dengan Lorenzo, dia adalah jelmaan Lorenzo.. Jorge pun setuju.. dia adalah suksesor-nya di Yamaha… Dia adalah penantang serius Marc Marquez dan pujian-pujian lainnya.. Fakta-nya di musim 2019 dia berhasil kumpulkan lima posisi pole dan tujuh podium dan mengakhiri musim sebagai pembalap satelit terbaik..

Menurut pembalap Prancis itu, jika dia menang tahun ini itu akan lebih baik, tetapi seperti diketahui semua orang bahwa tahun lalu dia mendapat banyak komentar buruk, bahwa dia tidak siap, bahwa dia tidak memiliki pengalaman berada di MotoGP.

Berterimakasih pada Tim

Apa yang dilakukan Quartararo setelah melihat dia di sepelekan adalah: Dia bekerja keras mempersiapkan dririnya selama musim dingin, selama tes. Dan hasilnya mendapatkan tujuh podium, pole, dan menurutnya tim pantas mendapatkan tempat yang sekarang mereka miliki. Quartararo ingin berterima kasih kepada tim. Karena mereka percaya padanya dan mereka telah bekerja dengan luar biasa selama musim ini.

Trending Artikel Minggu Ini ( TOP5):

  1. Bocor, Rumor Honda dan Repsol Pecah Kongsi: Di MotoGP, Repsol Honda Menjadi Shell Honda?
  2. Stefan Pierer: Walau Mampu KTM Tak Mau Rekrut Marquez, Dia Tak Mau Motornya Disalahkan!
  3. Agostini: Untuk Kalahkan 15 Rekornya Marquez Harus Tetap di Honda dan Jangan Sembrono!
  4. Bos Ducati-KTM: Motor yang Mudah Tak Lagi Cukup untuk Menangkan Kejuaraan, Sindir Yamaha?
  5. Pernah Start Posisi-35 dan Finis ke-1, Brad Binder Sebut MotoGP ‘Lebih Mudah’?

Be the first to comment

Leave a Reply