Dibawah Perintah Langsung Presiden Honda: Marc Harus Rebut Gelar Pabrikan, Bensin Menipis!

RiderTua.com – Marc Marquez bertemu dengan Presiden Honda Motor Co. Takahiro Hachigo, pagi hari sebelum balapan MotoGP Motegi. Orang nomor satu pabrikan sayap emas itu inginkan pembalap asal Cervera memberikan gelar konstruktor kepada Honda di balapan rumahnya, di sirkuit yang dibuat oleh Honda pula..!. Marc akui dia sedikit tertekan dengan perintah presiden langsung itu.. Duh… Lebih tegang dan cemas lagi kala menyadari di dua lap akhir kecepatannya mulai melambat, indikator bensin menyala pertanda bahan bakar mulai habis.. Weladalah Dramatis banget ya.. Berikut cerita ‘dibawah perintah langsung Presiden Honda: Marc harus rebut gelar pabrikan, bensin menipis!’

Dibawah Perintah Langsung Presiden Honda: Marc Harus Rebut Gelar Pabrikan, Bensin Menipis!

Dramatis memang, “Saya mulai melaju lebih lambat di dua putaran akhir. Lampu merah menyala ( Fuel Indicator), dan saya berpikir: ‘Apakah cukup untuk satu setengah putaran lagi?’.. Sementara Presiden Honda, Hachigo, meminta saya untuk memberi gelar dunia konstruktor. Untungnya saya memiliki sedikit margin ( jarak dengan Quartararo), dan saya berhasil. “

Marc memiliki semua alasan pada balapan Minggu dan ingin memberikan gelar konstruktor kepada Honda di balapan rumahnya. “Saya sebenarnya merasa agak di bawah tekanan, “katanya,” karena saya bertemu kepala di markas Honda hari ini dan Presiden, Hachigo, mereka secara langsung mengatakan:

‘Selamat pagi, kami meminta Anda gelar konstruktor dalam lomba ini (GP Motegi) . ‘

Ternyata Strategi Bahan Bakar Sudah Dirancang Sebelum Race !

Marc berbicara dengan tim sebelum balapan, dengan asumsi laju balapan dan menghubungkannya dengan konsumsi bahan bakar. Kecepatan per lap yang dirancang sekitar dibawah 1 menit 46 detik.. Tetapi, dalam balapan Marc berhasil mencapai kecepatan per lap 1 menit 45 detik, dan dia berusaha mempertahankannya sebisa mungkin, berusaha mendapatkan keuntungan dari dua detik itu, dan Marquez melanjutkan sampai lampu indikator bensin menyala, kata Marc sambil tertawa. Sebelum tahun 2015, motor mengatur konsumsi bahan bakar secara otomatis. Mulai 2016 pembalap harus melakukannya, sehingga kejadian bensin habis di garis finis adalah sepenuhnya keputusan Marc Marquez !

Marquez bisa lebih cepat lagi !

Satu hal yang bisa kita lihat dari motor Honda tahun ini adalah motor yang paling kuat -powerfull di grid.. Faktanya RC213V yang digeber Marquez sejatinya bisa lebih cepat lagi.. Marc membuat lawannya bagai di neraka.. Bahkan Quartararo tidak bisa mengikutinya dan harus menyerah. “Saya mencoba untuk naikkan kecepatan per lap lebih rendah dari 1 menit 45 detik, dan saya melihat bahwa, dengan ban yang saya pilih, saya bisa mempertahankannya,” … Namun jika itu dilakukan mungkin Marc tidak bisa finis..

Quartararo terlihat memang mencoba melakukan perlawanan, tetapi kemudian Marc melihat Fabio membuat kesalahan dari satu tikungan ke tikungan berikutnya, membuat keuntungan Marc meningkat.

Selain motor yang kuat, kerja sama tim yang solid dalam meracik ‘strategi tempur’ di lintasan dan kecerdasan pembalap sangat menentukan sebuah kemenangan.. Sebagai penantang gelar dunia tahun depan Quartararo harus lebih banyak belajar dari Marc.. Dan El Diablo tahu itu.. Semoga Quartararo baca tulisan ini… (bercanda)

Trending Artikel Minggu Ini ( Top5):

  1. Valentino Rossi Komentari Motor Honda Marquez yang Habis Bensin !
  2. Motor Marquez Kehabisan Bensin Di MotoGP Jepang?
  3. Quartararo 13 Hari Lebih Muda dari Marquez Raih Gelar ‘Rookie of The Year’ di Motegi !
  4. Hasil MotoGP Jepang: Kemenangan ke-10 Marquez, Samai Rekor Doohan !
  5. Memakai Motor Spek 2020 Pembalap Suzuki Ini Kena Hukuman, Diskualifikasi !

Be the first to comment

Leave a Reply