Baru Tahu, Ternyata Berat Ban MotoGP yang Hilang Terkikis Aspal Lintasan Mencapai 1 kilo !

RiderTua MotoGP – Berat minimum motor MotoGP sesuai dengan peraturan FIM adalah 157 kilogram. Berat diperiksa setelah sesi latihan atau setelah balapan. Motor ditimbang setelah di geber di trek, termasuk bahan bakar, minyak, cairan lain dan peralatan tambahan seperti transponder untuk pengukur waktu dan kamera untuk siaran televisi. Dan ternyata berat ban MotoGP yang hilang terkikis aspal lintasan mencapai 1 kilo !

Berat dan distribusi berat memainkan peran penting dalam performa motor, karena motor harus berakselerasi dan direm, pembalap harus menikung dan menegakkan kembali atau harus dapat mengubah arah dalam kombinasi tikungan yang sempit dengan cepat. Dan semakin mudah motor dikendarai, semakin mudah bagi pembalap untuk tetap berada ditrek, terutama saat dipacu melebihi batas.

Semakin ringan semakin cepat

Berat motor selain sebagai syarat wajib yang harus dipenuhi juga bertujuan untuk keselamatan pembalap itu sendiri. Tim bertanggung jawab atas keselamatan pembalap, semakin ringan memang logikanya motor semakin kencang. Semua produsen harus membuat motor sedikit di atas berat minimum. Angka yang tepat tidak akan terungkap karena memang rahasia tiap tim.

Berat ban MotoGP yang hilang terkikis aspal lintasan mencapai 1 kilo

Motor yang lebih berat, secara umum memang akan kalah cepat dengan motor yang lebih ringan. Namun tidak bisa pas diangka minimum itu sendiri (157 kilogram, sesuai aturan). Tim KTM mengungkapkan bahwa berat motor mereka tidak begitu jauh dari batas berat yang ditentukan. Dan mereka tidak membuat berat motor pas diangka yang ditetapkan. Alasanya karena degradasi berat ban MotoGP yang hilang terkikis aspal lintasan mencapai 1 kilo..!

“Saya memiliki data berat terbaru dan kami tidak begitu jauh dari batas berat, kita tidak boleh pergi ke batas itu, karena degradasi ban dalam balapan sudah satu kilogram.” kata Direktur KTM Motorsport, Pit Beirer via motorsport-total.com(19/07/19).

Tidak bisa dibayangkan usaha tim untuk membangun bagian yang lebih ringan, dan kemudian motor terbang dengan kecepatan 350 km / jam.

Pembalap yang lebih besar di MotoGP Bermasalah ?

Di kelas MotoGP adalah sebagai contoh di tim Ducati dari pertanyaan itu. Danilo Petrucci (181 cm / 78 kg) harus bersaing dengan keausan ban yang lebih tinggi dibandingkan dengan rekannya yang lebih kecil dan lebih ringan, Andrea Dovizioso (167 cm / 67 kg), terutama pada tahun sebelumnya. Namun dalam balapan semua akan bergantung bagaimana pembalap bisa mengoptimalkan distribusi bobot, yang membantu performa motor.

Beda cara menimbang berat Moto2 dan Moto3

Jika di MotoGP berat yang ditimbang hanya motornya, maka di kelas Moto2, bobot minimum merupakan gabungan antara pembalap dan motor (217 kilogram). Pembalap dengan tubuh yang lebih besar dan lebih berat seharusnya tidak memiliki masalah. Ini juga berlaku untuk kelas Moto3, di mana pengendara dan motor harus mempunyai berat setidaknya 152 kilogram saat ditimbang. Kenapa beda dengan MotoGP adalah agar memberikan kesetaraan di kedua kelas tersebut, di mana performa motor tidak jauh beda.

Be the first to comment

Leave a Reply