Astaga ! Harga 1 Biji Lengan Ayun Karbon MotoGP Ini Bisa Buat Beli 3 Unit Pajero Sport !


RiderTua MotoGP – Akhir-akhir ini bahan serat karbon menjadi tren sebagai bahan paling diandalkan untuk membuat part mekanis motor prototipe MotoGP. Memang infonya harga yang harus ditebus tidaklah murah. Namun demi unggul dalam persaingan, setiap tim balap rela merogoh kocek super dalam untuk penuhi ambisi itu. Harga 1 biji lengan ayun karbon MotoGP ini bisa buat beli 3 unit Pajero Sport. Swing Arm adalah komponen utama suspensi belakang motor. Fungsinya memegang poros roda belakang dengan kuat, saat berayun yang memungkinkan suspensi menyerap getaran. Komponen ini vital karena berhubungan dengan banyak hal seperti kelenturan saat menikung dan menjaga keawetan ban.


Awalnya bahan serat karbon hanya untuk penelitian dan pengembangan. Pembalap KTM Red Bull, Pol Espargara, juga memakai lengan ayun belakang dari serat karbon sejak tes Jerez. Namun sejauh ini hanya dia yang menggunakannya. Saat GP Catalunya, Johann Zarco juga akan dilengkapi swing arm mahal ini… Karena memang terbukti membuat perbedaan dibanding bahan aluminium. Tidak main-main bagian ini dikembangkan oleh KTM Technologies di Salzburg. Soal biaya, KTM bungkam “Biaya dibebankan secara internal,” kata David Tasch dari KTM Technologies…

Harga 1 Biji Lengan Ayun Karbon MotoGP Ini Bisa Buat Beli 3 Unit Pajero Sport !

Seperti dilansir speedweek.com(10/06/19) di Ducati untuk 1 biji lengan ayun karbon, tim satelit Pramac akan dikenai biaya sekitar 100.000 euro( setara dengan Rp 1,6 Miliar)… Alex Giussani, Direktur Teknis Suter Industries, lebih mahal lagi karena selain harga unitnya juga ada biaya lainnya.

“Saya memperkirakan biaya penelitian dan pengembangan antara 100.000 euro hingga dan 200.000 euro. Namun jika hanya dihitung harga per potong untuk lengan ayun karbon di kisaran 20.000 euro.”

Jadi dari data diatas untuk biaya penelitian saja jika dibebankan untuk permintaan model khusus tim yang pesan ke pembuat sasis karbon harus siapkan dana 200.000 euro ( setara Rp 3,2 Miliar) selanjutnya untuk salinanya atau sasis kedua sekitar 20.000 euro ( setara Rp 320 jutaan)..

Be the first to comment

Leave a Reply