Wuedan… Ternyata Suara Knalpot Kawasaki Z900RS Ada Rahasianya… Simak Ulasannya !!!

Teknologi memang berkembang seiring berjalannya waktu. Banyak sepeda motor yang memiliki performa tinggi namun tetap mematuhi peraturan yang ditetapkan di tiap negara. Dari yang bersifat rumit seperti regulasi gas buang. Bahkan polusi suara juga diatur dan ada regulasinya. Negara yang paling getol mengatur ini adalah Eropa yang terkenal dengan EURO ( sebut itu saja sudah paham) ada EURO 4… 5 dst. Namun yang unik dan menarik ternyata suara knalpot Kawasaki Z900RS ada rahasianya… ! Apa itu ?

Ternyata Suara Knalpot Kawasaki Z900RS Ada Rahasianya
Muffler Kawasaki Z900RS

Suara 2018 Kawasaki Z900RS Retro Sport Didesain Khusus

Kawasaki menyatakan kepada media ( entah secara resmi atau tidak) bahwa untuk seri 2018 Kawasaki Z900RS Retro Sport ini adalah pertama kalinya mereka melakukan upaya rekayasa serius untuk mendapatkan suara yang tepat dari knalpot sepeda motor. Apa saja istimewanya?

  • Pada rpm yang lebih rendah, knalpotnya langsung melaju melalui pipa empat-ke-satu ( 4-1) yang sudah dipoles.
  • Pada putaran mesin lebih tinggi, entah bagaimana bisa dialihkan melalui jalur lain. (tujuannya adalah untuk menjaga agar ambang batas suara di dalam batas 80-dB.) Juosss.. eh gak bisa juoss malah tapi tertahan 😀

Dari penuturan itu jelas bahwa ada mekanisme khusus buat membungkam suara mesin. Apakah ini tidak akan menciptakan dropnya tenaga? pastinya Kawasaki sudah memikirkannya.

Kawasaki Z1 1972
Kawasaki Z1 1972

Power lebih bagus dari Kawasaki Z1 pendahulunya

Z900RS yang terbaru ini infonya dari tes di luar negeri lebih kencang dan powernya lebih bagus di mana-mana. Di bandingkan pendahulunya Z1 yang pernah ada. Motor juga dirasa lebih ringan. Handling yang lebih baik dari versi aslinya( pendahulunya). Lebih nyaman, minim getaran tentunya dengan teknologi suspensi dan desain rancang bangun sepeda motor.

 

Related Articles

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Trending Post

Latest Articles

Gerakan Literasi Nasional

Ayo Kita Dukung

Archives

You cannot copy content of this page