Tujuh Perusahaan Otomotif Jepang Patungan Buat Biaya Riset.


ktm indonesia

Perkembangan dunia otomotif semakin dashyat perkembangannya. Perusahaan-perusahaan otomotif dunia seakan berkejaran dengan waktu dan berlomba-lomba dalam kemajuan teknologi produknya. Mereka seakan ingin dijadikan yang pertama dalam menciptakan sebuah teknologi baru nan canggih.

Jepang, negara maju yang tentu saja maju juga dalam bidang per”otomotif”an juga melakukan hal yang sama. Bahkan perusahaan otomotif di sana sengaja “urunan” (patungan) untuk sama-sama membiayai proyek riset. Ada Toyota, Honda, Suzuki, Nissan, Mazda, Subara dan Mitsubishi berhasil mengumpulkan dana senilai 2,85 triliun YEN ( Rp 341,21 triliun ) untuk biaya riset yang memang mahal itu.

Perusahaan-perusahaan ini rela menyisihkan sebagian labanya guna mendukung proyek ini. Riset-riset ini meliputi pengembangan teknologi kendaraan otonom(swakemudi/mobil tanpa pengemudi), teknologi kendaraan ramah lingkungan (meminimalisir penggunaan BBM/bahan bakar minyak bumi yang semakin hari semakin menipis persediaannya) dan kemajuan fitur-fitur yang harus dimiliki sebuah kendaraan yang dituntut oleh sebagian konsumen.

Kenapa perusahaan-perusahaan otomotif ini rela merogoh kocek yang lumayan dalam untuk biaya riset ini ? Mereka beralasan bahwa ini adalah investasi bagi masa depan. Sekarang mungkin sepertinya rugi karena memang riset ini membutuhkan banyak sekali biaya tapi hasil dari riset ini akan menguntungkan kita di masa depan. Jadi bahasa kerennya mereka ini melakukan inovasi terbuka dengan memaksimalkan, memanfaatkan dan mengaplikasikan pengetahuan dari pihak lain. Begitu kira-kira.

Be the first to comment

Leave a Reply