Ganti Pimpinan, Tim Honda HRC Dalam Masalah Besar ?


Hengkangnya Livio Suppo dari tim raksasa MotoGP Repsol Honda sempat membuat terhenyak para pemerhati balap level dewa itu. Namun publik dibuat kaget untuk kedua kalinya setelah melihat siapa yang menjadi penggantinya. Alberto adalah “hanya” mantan pembalap GP 500. Ini sangat mengejutkan insan MotoGP, karena keterampilan dan pengalamannya sangat berbeda dengan tim manajer MotoGP lainnya seperti Davide Tardozzi ( Ducati), Massimo Meregalli (Yamaha), Pit Beirer (KTM) atau Davide Brivio(Suzuki). Apakah dengan ganti pimpinan, Honda HRC dalam masalah besar ?

Alberto Puig

Tim Honda HRC Dalam Masalah Besar ?

Sekali lagi orang akan dengan mudah membedakan kemampuan dan pengalaman Puig dibandingkan manajer tim lain yang disebutkan tadi. Manajer tim yang baru ini adalah mantan pembalap dan harus “mengendalikan” Marquez dan Dani. Menggantikan Livio Suppo seorang yang disebut “master” dalam menjalankan kebijakan MotoGP. Bagaimana nasib tim Honda kedepan? membawa sebuah tim besar dengan pengalaman yang kurang akan berisiko sekali.

Livio Suppo -hrc

Prestasi Livio Suppo?

Membandingkan Suppo dengan Puig? hmm…

  • Dialah yang dulunya menyarankan agar Ducati memakai Bridgestone dan membuat Ducati kompetitif.
  • Suppo juga yang membidani Casey Stoner di tim Italia dan kemudian membawanya ke Repsol Honda dan tetap menjadi juara dunia.
  • Suppo berada pada posisi puncak di HRC saat Marc Marquez gabung dengan Honda di kelas MotoGP dan memberikan 5 tahun yang luar biasa.
Alberto Puig
Alberto Puig

Bagaimana dengan Puig?

Alberto Puig bisa didefinisikan sebagai kebalikan dari Suppo dilihat dari caranya memimpin. Alberto selalu memilih komunikasi langsung. Puig juga menjadi salah satu komentator televisi Spanyol yang pernah mengkritik Dani Pedrosa. Walau beberapa pihak dalam kubu tim seperti mentor dan rider Dani dan Marquez kurang empati, Jepang sudah memutuskan untuk mempercayakan pengelolaan tim HRC ke Alberto.

Masa Kepemimpinan 100 hari

Di beberapa negara ada istilah periode 100 hari diberikan kepada pemimpin yang mengambil posisi tertentu. Dan sepertinya Puig akan mendapat perlakuan yang sama, untuk menunjukkan kemampuannya. Dan saat wawancara Puig berbicara sebagai pemimpin tim HRC bahwa,

“Seseorang tidak cukup untuk mengubah struktur seperti HRC”.

Dari sudut pandang tertentu pendapat Puig memang ada benarnya. Namun perlu orang yang mampu bersaing secara individu untuk menjadikan Honda besar dan kuat.. Bagaimana Honda akan juara dunia tanpa kemampuan individu seorang Stoner… Seorang Marquez yang kemampuannya beda dengan rider lainnya. Paling tidak itulah pendapat pengamat MotoGP tentang kondisi Honda HRC saat ini. Karena bagus tidaknya sebuah tim juga pengaruh dari kepala (manajer tim) dulu… Bagaimana menurut mu Bro? Silakan berdiskusi sambil nyruput kopi… !

Comments Via Facebook

comments

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.


*