RiderTua.com – Siapa sangka mobil seperti J5 EV bisa selaris ini meski baru dijual kurang dari setahun di Indonesia. Dengan 23,3 ribu unit terjual, ternyata varian terlarisnya bukan varian termurahnya.
▶Daftar Isi
J5 EV Masih Unggul Dari BYD Atto 1 Dkk
Penjualan Jaecoo J5 EV di Indonesia sudah membuktikan kalau mobil seperti ini masih punya banyak peminat. Dengan 23.359 unit terjual, J5 EV masih memimpin pasar BEV dari Januari hingga Agustus 2026, unggul dari beberapa model BEV lainnya, termasuk dari BYD Atto 1. Bahkan hasilnya ini menjadi rekor baru di pasarnya, memecahkan rekor sebelumnya dari Atto 1 yang terjual sekitar 22 ribu unit tahun lalu.

Ini sudah menjadi hasil yang memuaskan bagi merek asal China tersebut, mengingat mereka hanya mencetak hasil penjualan cukup kecil dari dua mobilnya. Keduanya berupa J7 dan J8 SHS, yang biasanya terjual ratusan unit per bulannya, walau terkadang bisa terjual puluhan unit kalau persaingan di pasarnya berjalan cukup ketat. Jadi penjualan dari Jaecoo J5 EV sudah dianggap sebagai kesuksesan tersendiri bagi sub-brand Chery tersebut.
Jaecoo J5 EV hanya menawarkan dua varian saja, yaitu Standard dengan harga Rp 279,9 juta dan Premium Rp 324,9 juta. Mungkin ada yang mengira kalau varian terendahnya yang paling laris karena dibanderol kurang dari Rp 300 jutaan, tapi nyatanya varian tertingginya yang jauh lebih laris. Bahkan varian Premium terjual 23.299 unit, sementara varian Standard hanya menyumbang 60 unit saja, jauh lebih sedikit ketimbang varian termahal J5 EV tersebut.

Lebih Pilih Fitur Lengkap
Sebenarnya ini bukan menjadi sesuatu yang mengejutkan, mengingat belakangan ini konsumen Indonesia lebih memilih varian termahal mobil ketimbang memilih yang lebih murah. Alasannya jelas, yaitu konsumen mencari mobil dengan fitur lebih lengkap meski ini berarti mereka harus menambah lebih banyak uang untuk membelinya kalau dibandingkan dengan membeli varian terendahnya. Masalahnya, terkadang varian terendah suatu mobil biasanya tidak punya fitur lebih lengkap, bahkan ada juga yang ditanggalkan fiturnya agar dibanderol lebih murah.
Untuk mobil seperti Jaecoo J5 EV, jelas produsen nggak mau konsumen mendapat mobil murah tapi fiturnya kurang lengkap. Inilah yang menjelaskan kenapa produk dari merek asal China benar-benar diminati oleh banyak orang disini begitu modelnya dirilis. Meski dibanderol cukup terjangkau, fiturnya lumayan lengkap dan kenyamanannya sudah terjamin, tapi masih ada yang mencari varian termahalnya karena fiturnya lebih lengkap lagi.

Penjualan BEV yang Lainnya Gimana?
Hal sebaliknya terlihat pada penjualan Atto 1, dimana dari 19.909 unit terjual, varian terendahnya, Dynamic, yang paling laris dengan hasil mencapai 11.509 unit. Sedangkan Premium hanya menyumbang 8.781 unit dan Standard 2.505 unit, jadi bisa dikatakan varian tengahnya yang lebih laris ketimbang varian terendah maupun tertingginya. Varian Standard masih tergolong baru karena dirilis tepat setelah modelnya diproduksi lokal, dan mereka menghadirkannya untuk memberi lebih banyak pilihan bagi konsumen.
Sementara Geely EX2 yang menjadi mobil listrik terlaris ketiga terjual sebanyak 9.769 unit, terdiri dari varian Max 7.298 unit dan Pro 2.471 unit. Bisa dikatakan Atto 1 yang beda sendiri karena tidak hanya menawarkan tiga varian, varian tengahnya justru lebih laris terjual, sementara rivalnya punya varian tertingginya yang laris manis. Walau sebenarnya Dynamic masih terhitung sebagai varian termurah sebelum dirilisnya varian Standard.

Melihat dari performa penjualan ketiga mobil listrik ini, Atto 1 sempat mengalami penurunan drastis di bulan Mei akibat transisi ke produksi lokal. Tapi sebulan setelahnya penjualannya bisa ditingkatkan lebih jauh lagi, bahkan sejak bulan Juli hasilnya sudah mengungguli J5 EV. Tentu ini berarti Atto 1 punya kesempatan untuk merebut kembali posisi teratasnya di pasar BEV dari mobil SUV Jaecoo tersebut.
Jelas Jaecoo nggak mau mengalah dari mobil mungil BYD ini, dan mereka bakal terus mempertahankan performa penjualan J5 EV di Indonesia sampai akhir tahun 2026.












