RiderTua.com – Podium ketiga di Misano jadi bukti bahwa Pedro Acosta dan KTM mampu membalikkan situasi setelah melewati akhir pekan yang jauh dari ideal. Start dari posisi ketujuh tak membuat Acosta kehilangan momentum. Justru di akhir balapan, pembalap KTM itu menemukan ritme yang membuatnya mampu bertahan di posisi ketiga dan melihat peluang untuk menekan Alex Marquez.
▶Daftar Isi
Sukses Amankan Posisi Ketiga di GP Misano, Pedro Acosta Tagih Paket Baru KTM untuk Austria
Hasil tersebut memang turut terbantu oleh kecelakaan yang dialami Marco Bezzecchi. Namun, Acosta merasa kecepatannya sendiri cukup untuk berada di area podium. Bahkan, jika Bezzecchi tetap bertahan, ia menilai posisi keempat masih sangat mungkin diraih.
Bagi Acosta, hal tersebut jadi tanda bahwa KTM mulai menemukan arah yang lebih baik. Kini, perhatian langsung beralih ke seri berikutnya yang punya arti khusus bagi pabrikan Austria.

Dari akhir pekan sulit menuju podium
Acosta ngakui race MotoGP di Misano bukan akhir pekan yang mudah. Masalah muncul di berbagai area dan bahkan membuat tim harus ngerubah setelan motor secara total.
Situasi itu terasa tak biasa bagi Acosta, terutama ketika ia mengalami kesulitan pada pengereman. Menurutnya, merasa tak nyaman di titik pengereman dengan motor KTM bukan sesuatu yang normal.
Namun, pekerjaan tim pada malam sebelum balapan berhasil mengubah situasi. Acosta kemudian mampu jalani balapan dengan ritme yang lebih konsisten dan memiliki ruang untuk mengatur tekanan sepanjang lomba.
“Ritme kami di akhir balapan sangat bagus, seperti di Aragon. Kami punya kecepatan untuk bertarung memperebutkan podium, mungkin bukan melawan Bezzecchi di lintasan, tetapi setidaknya untuk finis keempat,” ~ ujar Acosta.
Menurutnya, kemampuan mengelola ritme seperti itu bukan sesuatu yang ia pelajari ketika masih berlaga di Moto2. Saat itu, karakter balapan dengan ban Dunlop membuat pembalap harus terus memberikan tekanan sejak awal hingga akhir.
Karakter Misano juga ikut membantu. Acosta sebelumnya sudah tampil baik di sirkuit tersebut pada musim lalu. Kombinasi karakter lintasan dan pekerjaan KTM membuat akhir pekan yang sempat bermasalah akhirnya ditutup dengan hasil yang jauh lebih positif.
Meski begitu, Acosta tak menutup mata terhadap jarak yang masih dimiliki KTM dari Aprilia dan Ducati.

Acosta mulai merasakan perubahan
Ada satu hal lain yang membuat Acosta melihat perkembangan KTM secara positif. Ia merasakan adanya momentum dan inersia positif di dalam tim. Perasaan itu bahkan terlihat dari caranya sambut hari balapan.
“Pada hari Minggu saya bangun dengan cara yang berbeda, ingin segera balapan. Dan itu berbeda,” ~ kata Acosta.
Semangat tersebut jadi kontras dengan berbagai persoalan yang mereka hadapi sejak awal akhir pekan. Acosta merasa KTM berhasil ngerubah arah setelah melakukan banyak penyesuaian pada motor.
Ketika mencoba mengejar Alex Marquez, Acosta akhirnya memilih untuk tak memaksakan diri. Bagian depan motornya mulai alami kondisi yang membuatnya harus lebih tenang. Pada titik tersebut, posisi ketiga sudah dianggap lebih dari cukup setelah melihat bagaimana sulitnya awal akhir pekan.
Acosta bahkan sempat bercanda mengenai kualitas tidurnya sendiri. Ia mengatakan dirinya tidur sendirian sehingga kondisi tidurnya sebenarnya tak ideal. Jika hasil balapan memang ditentukan oleh tidur, menurutnya ia sudah lama jadi pemenang.

Pol melihat sesuatu yang pernah dilakukan Marc
Performa Acosta juga dapat perhatian dari Pol Espargaro. Menurut Pol, apa yang dilakukan Acosta di atas KTM mengingatkannya pada aksi Marc Marquez ketika masih mengendarai Honda.
Acosta menanggapinya dengan sederhana. Ia mengatakan hanya berusaha memberikan kemampuan maksimal setiap kali berada di atas motor.
Hasilnya memang tak selalu sama. Di Aragon dan Misano ia mampu meraih podium, sementara sehari sebelumnya dalam Sprint ia harus puas finis keenam.
Namun, bagi Acosta, konsistensi mengumpulkan poin tetap jadi bagian terpenting dari proses tersebut. Poin-poin yang dikumpulkan sekarang bisa memiliki arti ketika musim memasuki tahap akhir.

Austria Menjadi Babak Berikutnya
Setelah podium Misano, perhatian Acosta kini tertuju pada Austria. Balapan berikutnya merupakan balapan kandang KTM, dan ia berharap momentum positif yang mulai terbentuk bisa dilanjutkan dengan komponen baru.
Acosta secara terbuka menginginkan update motor yang kompetitif untuk membantu KTM memangkas jarak dari Ducati dan Aprilia. Ia menilai timnya saat ini masih cukup jauh dari dua pabrikan tersebut.
Karena itu, GP Austria jadi kesempatan penting bagi KTM untuk menunjukkan perkembangan yang mereka bangun setelah melalui akhir pekan sulit di Misano.
Acosta melihat arah perjalanan tim menuju balapan-balapan di Asia dengan perasaan yang lebih positif. Setelah mampu mengubah akhir pekan penuh masalah jadi podium, kini ia menunggu apakah paket baru KTM dapat membawa perubahan berikutnya.
“Semoga kami mendapat paket baru yang lebih tangguh. Jujur saja, kita masih cukup jauh dari Ducati dan Aprilia, dan ini saatnya untuk membuktikan diri. Kami menuju seri Asia dengan modal optimisme dan momentum positif, jadi mari kita lihat hasilnya nanti.” ~ pungkas Acosta.
Misano memberi Acosta alasan untuk kembali percaya diri. Austria akan jadi tempat berikutnya untuk melihat seberapa jauh momentum tersebut bisa dibawa.












