RiderTua.com – Tentu mobil seperti XL7 masih mendapat perhatian dari konsumen Indonesia sampai sekarang, apalagi setelah modelnya mendapat facelift lebih dari sebulan lalu. Namun menghadirkan facelift saja bukan perkara mudah, apalagi kalau harus memilih fitur yang dibawanya.
XL7 Facelift Disambut Baik di Segmennya
Belakangan ini Suzuki tidak sering menghadirkan model anyar di Indonesia, kalaupun ada itupun hanya sebatas penyegaran yang diberikan untuk model yang sudah ada. Seperti yang dilakukannya terhadap XL7 dan Fronx, dimana keduanya mendapat penyegaran yang dirilis akhir Juli lalu. Malah XL7 yang mendapat facelift, dan kini tampilannya lebih modern dan sporty ketimbang model lamanya.

Tentu tidak mengherankan kenapa XL7 Facelift disambut baik oleh konsumen Indonesia, meski modelnya yang dihadirkan di tengah ketatnya persaingan di pasar SUV. Ada dua fitur tambahan yang cukup menyita perhatian, yaitu tire pressure monitoring system (TPMS) dan kamera 360 derajat. Kedua fitur ini menjadi sorotan karena tidak biasanya Suzuki memberikan fitur tersebut pada mobilnya, dan mereka selalu menghadirkan fitur standar.
Merek asal Jepang tersebut menjelaskan kedua fitur tersebut ditambahkan dengan alasan fiturnya yang mampu memudahkan penggunanya. Seperti TPMS yang dapat memantau tekanan ban mobil, sehingga pengguna dapat melihat seperti apa kondisi ban mobil saat berkendara atau sebelum berkendara. Kamera 360 derajat juga sangat berguna dalam membantu pengemudi memakirkan kendaraan maupun melihat kondisi sekitar mobil sebelum parkir.

Nggak Ada di Mobil Lainnya
Belum lagi fitur DVR (digital video recorder) yang panya fungsi serupa seperti dash cam, yaitu merekam apa yang terjadi di depan mobil, seperti saat melakukan perjalanan. Dengan ini, pengguna nggak perlu memakai ponsel hanya untuk merekam perjalanan, terlebih memakai ponsel saat berkendara cukup berbahaya. Apalagi rekamannya bisa didapat dengan mudah, tinggal menghubungkan ponsel dengan DVR sudah bisa mendapatkan bagian rekaman.
Suzuki ingin fiturnya tersebut bisa disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, jadi mereka nggak ngasal menghadirkan fitur baru begitu saja. Fitur tersebut juga harus bisa dipakai untuk kebutuhan sehari-hari, apalagi kalau mobil dijadikan sebagai mobil harian atau sering dipakai berpergian baik jarak dekat maupun jauh. Inilah yang dipakai sebagai kriterianya sebelum menghadirkan fitur mobil untuk penyegaran produknya, ataupun menyesuaikan model barunya sebelum dirilis.

Tetap Jadi Unggulan
Sampai sekarang XL7 menjadi andalannya dalam penjualan mobil di Indonesia, meski segmen low SUV berjalan cukup ketat. Bagaimana tidak, model seperti Toyota Rush, Daihatsu Terios, Mitsubishi Xpander Cross, dan masih banyak lagi menjadi lawan yang harus dihadapi oleh mobil Suzuki tersebut. Belum lagi merek asal China yang sudah menghadirkan model ramah lingkungan seperti PHEV hingga listrik murni dengan harga lebih terjangkau.
XL7 sendiri masih mengandalkan teknologi MHEV alias mild hybrid, dan mungkin ada yang menganggap modelnya jauh tertinggal dari kompetitornya yang sudah memakai PHEV hingga BEV. Tapi itu bukan masalah baginya, asalkan mereka bisa menghadirkan pilihan lebih bervariasi bagi konsumen sudah dianggap cukup untuk memenuhi permintaan di pasar tujuan. Terlebih mereka sudah cukup puas dengan hasil penjualan yang didapat oleh LSUV unggulannya tersebut.

Memang XL7 bukan satu-satunya mobil SUV yang dijual di Indonesia, karena masih ada Fronx yang diandalkan di segmen compact SUV sejak tahun lalu. Namun belakangan ini performa penjualannya nggak sebanyak dulu lagi, sepertinya ini akibat dari ketatnya persaingan di segmennya, dimana modelnya harus berhadapan dengan banyak rival disana. Seperti Honda HR-V yang menawarkan varian e:HEV, belum lagi merek China yang berjualan SUV kompak disini.
Grand Vitara dan e Vitara juga dihadirkannya untuk melengkapi lini produknya, masalahnya e Vitara menjadi mobil termahalnya di Indonesia dengan harga Rp 750 jutaan. Ini saja sudah membuatnya sulit bersaing di pasarnya, sementara Grand Vitara masih diimpor utuh dalam bentuk CBU dari India. Tapi sejauh ini penjualannya cukup bagus.












