RiderTua.com – Lando Norris sendiri nyaris tidak percaya ketika melihat namanya berada di posisi teratas Kualifikasi F1 GP Spanyol 2026 di Madrid. Pembalap McLaren itu mengaku terkejut setelah lap terakhirnya di Q3 membawa Norris merebut pole position dengan keunggulan hanya 0,011 detik atas Kimi Antonelli.
Antara Flow State dan Adrenalin Tinggi: Lando Norris Syok Raih Pole Position Terbaik dalam Karirnya
Hasil tersebut terasa semakin spesial karena Norris tidak memimpin jalannya Q3 sejak awal. Antonelli sempat berada di posisi teratas setelah mencatat waktu 1:32.140, sebelum Lewis Hamilton mengambil alih provisional pole dengan 1:32.079.
Norris bahkan masih berada di belakang beberapa rival ketika fase akhir Q3 dimulai. Namun semuanya berubah pada percobaan terakhir.
“Saya terkejut, sedikit tidak menyangka bisa berada di sini sekarang. Ya Tuhan, itu adalah salah satu lap terbaik yang pernah saya lakukan sepanjang karier,” kata Norris.

Norris Menemukan Lap Terbaik di Saat yang Tepat
Situasi semakin menarik ketika semua pembalap bersiap melakukan percobaan terakhir. Antonelli keluar lebih dulu, disusul George Russell dan pembalap lainnya. Norris kemudian mendapat kesempatan untuk melakukan satu lap terakhir dengan pole position masih terbuka lebar.
Pada sektor tengah, Max Verstappen sempat mencatat sektor ungu. Antonelli juga tampil sangat cepat dan kembali mengambil posisi teratas sementara dengan keunggulan 0,244 detik atas Russell. Namun Norris punya jawaban!
Pembalap McLaren tersebut akhirnya mencatat 1:31.824. Waktu itu hanya unggul 0,011 detik dari Antonelli, tetapi cukup untuk menempatkannya di posisi pertama.
Norris mengaku sudah memiliki gambaran mengenai apa yang harus dilakukan di beberapa tikungan. Tantangannya adalah menjaga konsentrasi agar rencana tersebut benar-benar bisa dieksekusi ketika tekanan berada di titik tertinggi.
“Saya punya gambaran bagus mengenai apa yang ingin saya lakukan. Tinggal apakah otak saya bisa membiarkannya terjadi,” ujar Norris.
Kalimat itu menggambarkan betapa tipis batas antara lap biasa dan lap yang akhirnya menentukan pole di Madrid.
Hampir Sempurna, Tapi Nyaris Berakhir di Dinding
Norris juga mengungkapkan bahwa lap terakhir tersebut sebenarnya tidak berjalan sempurna sepenuhnya. Masalahnya datang di tikungan terakhir!
Saat membawa McLaren melewati bagian akhir lap, Norris merasa mobilnya sudah terlalu dekat dengan batas. Bahkan, untuk sesaat ia mengira akan berakhir menabrak dinding.
“Adrenalin sangat tinggi di lap terakhir. Anda harus rileks dan membiarkan semuanya mengalir,” kata Norris.
Ia kemudian menjelaskan bahwa mobil terasa bagus sehingga kepercayaan dirinya ikut meningkat. Hampir semua yang sudah direncanakan bisa dilakukan dengan baik, kecuali bagian terakhir.
“Mobil terasa bagus, jadi saya merasa nyaman di luar sana. Itu pada dasarnya sempurna, kecuali tikungan terakhir. Saya pikir saya akan masuk ke dinding dan anak-anak harus memperbaiki mobil malam ini,” ujarnya.
Justru di situlah cerita pole Norris menjadi semakin menarik. Ia mampu melewati momen tersebut dan tetap membawa mobilnya sampai garis finis dengan catatan waktu tercepat.

Pole yang Datang dari Lap Terakhir
Norris akhirnya mengakhiri Q3 dengan waktu 1:31.824. Antonelli hanya terpaut 0,011 detik, sedangkan Max Verstappen berada di posisi ketiga dengan gap 0,140 detik.
Lewis Hamilton dan Charles Leclerc menempati posisi keempat dan kelima untuk Ferrari. George Russell berada di urutan keenam, disusul Oscar Piastri, Liam Lawson, Franco Colapinto, dan Arvid Lindblad yang melengkapi 10 besar.
Bagi Norris, pole tersebut bukan sekadar hasil dari mobil yang terasa bagus. Ia merasa seluruh elemen yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu lap cepat akhirnya menyatu pada saat yang paling penting.
“Anda harus rileks dan membiarkan lap mengalir. Mobil terasa bagus, jadi saya merasa bagus di luar sana,” tutur Norris.
Pada akhirnya, Norris tidak hanya mendapatkan pole pertama di sirkuit Madrid, tetapi juga melakukannya melalui satu percobaan terakhir yang membuat dirinya sendiri terkejut.
“Salah satu momen ketika Anda berada dalam flow state,” kata Norris.
Dan hanya dengan selisih 0,011 detik, flow tersebut cukup untuk mengubah lap terakhir Lando Norris menjadi pole position pertama di Madring.

Hasil Kualifikasi F1 GP Spanyol 2026 – Madrid
| Pos | Nat | Rider | Team | Last Lap | Time/Gap |
|---|---|---|---|---|---|
| 1 | 🇬🇧 | Lando Norris | McLaren-Mercedes | 1:31.824 | 0.000 |
| 2 | 🇮🇹 | Kimi Antonelli | Mercedes | 1:31.835 | +0.011 |
| 3 | 🇳🇱 | Max Verstappen | Red Bull-Ford | 1:31.964 | +0.140 |
| 4 | 🇬🇧 | Lewis Hamilton | Ferrari | 1:32.013 | +0.189 |
| 5 | 🇲🇨 | Charles Leclerc | Ferrari | 1:32.019 | +0.195 |
| 6 | 🇬🇧 | George Russell | Mercedes | 1:32.149 | +0.325 |
| 7 | 🇦🇺 | Oscar Piastri | McLaren-Mercedes | 1:32.294 | +0.470 |
| 8 | 🇳🇿 | Liam Lawson | Red Bull-Ford | 1:32.316 | +0.492 |
| 9 | 🇦🇷 | Franco Colapinto | Alpine-Mercedes | 1:32.903 | +1.079 |
| 10 | 🇬🇧 | Arvid Lindblad | Racing Bulls-Ford | 1:33.041 | +1.217 |
| 11 | 🇩🇪 | Nico Hulkenberg | Audi | 1:33.223 | +1.399 |
| 12 | 🇧🇷 | Gabriel Bortoleto | Audi | 1:33.388 | +1.564 |
| 13 | 🇫🇷 | Esteban Ocon | Haas-Ferrari | 1:33.667 | +1.843 |
| 14 | 🇫🇷 | Pierre Gasly | Alpine-Mercedes | 1:33.753 | +1.929 |
| 15 | 🇯🇵 | Yuki Tsunoda | Racing Bulls-Ford | 1:34.084 | +2.260 |
| 16 | 🇹🇭 | Alexander Albon | Williams-Mercedes | 1:35.532 | +3.708 |
| 17 | 🇪🇸 | Carlos Sainz | Williams-Mercedes | 1:35.312 | +3.488 |
| 18 | 🇪🇸 | Fernando Alonso | Aston Martin-Honda | 1:35.388 | +3.564 |
| 19 | 🇲🇽 | Sergio Perez | Cadillac-Ferrari | 1:35.913 | +4.089 |
| 20 | 🇫🇮 | Valtteri Bottas | Cadillac-Ferrari | 1:38.011 | +6.187 |
| 21 | 🇬🇧 | Oliver Bearman | Haas-Ferrari | — | — |
| 22 | 🇨🇦 | Lance Stroll | Aston Martin-Honda | — | — |
Baca: Hasil Kualifikasi F1 GP Spanyol 2026 – Madrid: Norris Curi Pole dari Antonelli













