RiderTua.com – Luca Marini menunjukkan performa yang sangat kuat dengan RC213V miliknya pada balapan kandangnya di Misano. Rider Honda itu membukukan catatan waktu 1:30,640 menit yang membawanya menempati posisi ke-7 pada sesi pra kualifikasi Jumat sore, tertinggal 0,496 detik dari pembalap tercepat Marco Bezzecchi (Aprilia). Ini artinya dia lolos langsung ke Q2, untuk pertama kalinya sejak GP Amerika Serikat pada Maret lalu.
“Hari Jumat ini berjalan positif. Motor bekerja dengan baik sejak awal. Lintasan ini menawarkan cengkeraman (grip) roda belakang yang luar biasa. Saya tidak melakukan hal yang berbeda, namun kami bisa lebih mendekati para pembalap papan atas di sini. Kami bisa menikmati akhir pekan ini,” ujar Maro.
Luca Marini Terkejut dengan Kecepatannya di Misano: Padahal Saya Tidak Melakukan Hal yang Berbeda!

Luca Marini menambahkan, “Saya rasa kami masih bisa membuat sedikit kemajuan lagi saat sesi kualifikasi Sabtu pagi. Kemungkinan catatan waktu untuk meraih pole position akan berada di kisaran 1:29 menit. Jadi saya harus membukukan waktu di kisaran 1:30 menit untuk mengamankan posisi start yang bagus.”
“Jika kami bisa start dari posisi depan, hasil yang bagus sangat mungkin diraih. Melakukan manuver menyalip sangat sulit di lintasan ini. Kombinasi antara zona pengereman keras dan sektor 3 yang cepat, di mana kita akan menghadapi banyak turbulensi (slipstream) saat berada di belakang pembalap lain, menjadi tantangan tersendiri bagi motor kami,” jelas rider berusia 28 tahun itu.
Aspal Misano yang memiliki daya cengkeram tinggi membuat ban belakang mendapat grip yang sangat besar. Bagi beberapa pabrikan, grip yang terlalu tinggi justru bisa menjadi masalah karena bagian belakang motor dapat mendorong bagian depan saat memasuki tikungan.
Marini menjelaskan, “Bagi beberapa pabrikan, tingkat cengkeramannya mungkin terlalu tinggi. Tetapi bagi kami, itu sempurna. Hal itu membuat kami sangat percaya diri pada ban belakang saat memasuki tikungan. Motor lebih mudah diarahkan masuk ke tikungan dibandingkan biasanya. Performa saat keluar tikungan pun tidak buruk bagi kami. Meski demikian, tambahan sedikit cengkeraman akan bagus untuk satu fast lap agar kami bisa lebih memaksimalkan ban belakang saat melakukan flying lap.”

Menurut pembalap yang tahun depan resmi gabung tim Tech3 KTM itu, suhu lintasan saat FP1 pagi hari sangat ideal untuk ban belakang, tapi tidak untuk ban depan. “Menurut saya, semua pembalap merasa sangat nyaman dengan ban belakang, tetapi tidak terlalu nyaman dengan ban depan. Itulah sebabnya kami tidak mengambil risiko yang berlebihan pada sesi FP1. Hal itu pula yang membuat catatan waktu dalam sesi tersebut tidak terlalu cepat,” pungkas Marini.
BTW, Maro juga menempati posisi ke-7 di FP1 pagi hari tertinggal 0,254 detik dari pembalap tercepat Marc Marquez (Ducati). Di sesi tersebut, adik legenda Valentino Rossi itu membukukan catatan waktu 1:31,722 menit. Ini artinya, Marini berhasil meningkat 1 detik di sesi sore hari.












