Home Formula 1 Kelemahan Mesin Ferrari Terekspos di GP Italia: Hamilton Pasrah, Vasseur Akui Kalah...

Kelemahan Mesin Ferrari Terekspos di GP Italia: Hamilton Pasrah, Vasseur Akui Kalah Telak dari Mercedes

Lewis Hamilton - Ferrari
Lewis Hamilton - Ferrari

RiderTua.com – Ferrari mengawali balapan di Monza dengan optimistis. Namun, skuad Kuda Jingkrak justru kewalahan hadapi kecepatan lawan di trek lurus. Akibatnya, pabrikan asal Maranello tersebut harus puas finis di luar posisi podium setelah SF-26 milik Hamilton mengalami masalah ban.

Mimpi buruk kuda jingkrak di rumah sendiri, mesin Monoposto merah dikatakan ngalamin defisit 20 horsepower dari Mercedes hingga masalah overheating ban. Ferrari datang ke Monza dengan harapan bisa memberi perlawanan di hadapan publik sendiri. Namun, trek kandang justru membuka kelemahan terbesar SF-26. Mobil merah itu memang mampu hasilkan kecepatan luar biasa di trek lurus, tetapi kehilangan terlalu banyak performa di bagian lain lintasan. Lewis Hamilton akhirnya harus membayar mahal dengan memaksa ban bekerja lebih keras, sebelum Ferrari benar-benar tersingkir dari persaingan gelar.

Daftar Isi

Pukulan Telak di Monza: Ferrari Keluar dari Perburuan Gelar Usai Perjudian Manajemen Energi yang Gagal

Hasil GP Italia membuat posisi ‘Tim Kuda Jingkrak’ semakin sulit. Seri Monza bukan hanya mengubur harapan Scuderia untuk ngejar gelar, tetapi juga memperlihatkan bagaimana Kimi Antonelli, pembalap muda asal Bologna yang baru berusia 20 tahun, mampu catatkan sejarah penting di depan tim tuan rumah.

Hamilton kini merosot ke posisi ketiga klasemen pembalap. Ia tertinggal 76 poin dari Antonelli. Di saat yang sama, George Russell berhasil membuka jarak 10 poin dari juara dunia tujuh kali tersebut.

Situasinya bahkan lebih berat di klasemen konstruktor. Mercedes memperlebar keunggulan atas Tim Maranello jadi 122 poin. Sementara itu, McLaren memangkas jarak dengan Ferrari hingga tersisa 59 poin.

Karena itu, perhatian Maranello kini justru lebih masuk akal diarahkan untuk mempertahankan posisi dari kejaran McLaren daripada ngejar Mercedes di puncak.

Klasemen Usai F1 GP Italia 2026
Klasemen Usai F1 GP Italia 2026

Berikut klasemen lengkapnya: Klasemen Usai F1 GP Italia 2026: Gap Antonelli Melebar

SF-26 Tak Mampu Menjawab Tantangan Monza

Namun, masih ada pertanyaan yang belum sepenuhnya terjawab. Apakah performa SF-26 di Monza memang mencerminkan batas sebenarnya mobil Jet darat merah itu, atau ada kesalahan eksekusi yang kembali terjadi sepanjang akhir pekan?

Monza seolah ngehapus ruang bagi alasan (gak ada ruang bagi pembenaran). Sejak awal balapan, Ferrari sudah terlihat tak memiliki kecepatan yang cukup untuk bergabung dalam pertarungan yang pada lap ke-13 mulai terbentuk untuk Mercedes.

Hanya mobil berlogo bintang yang benar-benar terlihat mampu kendalikan situasi. Hamilton bahkan dengan cepat keluhkan kekurangan kecepatan yang terasa kronis, termasuk di beberapa bagian lintasan yang sebelumnya tak memperlihatkan masalah besar ketika latihan bebas dan kualifikasi.

Di sinilah perbedaan antara performa satu lap dan performa balapan mulai terlihat. Fred Vasseur ngakuin Ferrari memang sudah mengetahui akan hadapi defisit besar dalam hal top speed. Namun, kondisi balapan ternyata sedikit lebih buruk dari perkiraan.

Scuderia kehilangan posisi tanpa mampu memberikan respons yang memadai. Untuk ngimbanginya, pembalap harus menuntut performa ban secara berlebihan di tikungan. Akibatnya, masa pakai ban habis lebih cepat dibandingkan para rival.

Lewis Hamilton - Ferrari
Lewis Hamilton – Ferrari

Hamilton Memaksa, Ban Belakang Kepanasan

Kondisi tersebut terlihat jelas pada Hamilton. Karena tak memiliki kecepatan yang cukup di trek lurus, ia harus memaksimalkan mobil di bagian tikungan.

Pembalap Inggris itu mencoba dapatkan waktu di Roggia, dua tikungan Lesmo, serta Ascari. Strategi tersebut memang membantu Pabrikan Italia tersebut mempertahankan sebagian kecepatannya, tetapi hasilnya tak cukup untuk membuat Hamilton terus nempel dua mobil Mercedes W17.

Panjang trek lurus dan karakter Parabolica akhirnya kembali menguntungkan Mercedes. Situasi semakin sulit ketika Hamilton mulai hadapi overheating pada ban belakang. Ia terlihat menekan selama satu putaran, kemudian berusaha mengembalikan ban ke dalam jendela suhu kerja yang tepat.

Hamilton bahkan berulang kali meminta pergantian ban melalui radio tim. Namun, pit wall Ferrari juga harus memperhitungkan ancaman dari Pierre Gasly dan Yuki Tsunoda sehingga keputusan tersebut tak bisa diambil begitu saja. Pada akhirnya, usaha Hamilton hanya membawa Tim tuan rumah finis di posisi keenam di Monza.

Lewis Hamilton - Ferrari
Lewis Hamilton – Ferrari

Performa Sabtu dan Minggu Terlihat Berbeda

Gambaran Vasseur jadi potret yang cukup jelas mengenai apa yang terjadi pada Mobil SF-26. Tak diperlukan banyak polesan untuk melihat perbedaannya.

Pada Sabtu, mobil merah hanya tertinggal 0,15 detik dari W17. Namun sehari kemudian, Hamilton harus puas finis keenam. Jawabannya mulai terlihat ketika angka-angka performa diperhatikan lebih dekat.

Para insinyur Maranello melakukan perjudian dengan ngerubah titik pelepasan energi atau energy release. Skema tersebut bahkan terus ngalamin perubahan setiap kali SF-26 turun ke lintasan.

Pada balapan hari Jumat, penggunaan energi difokuskan pada trek lurus panjang dari Variante Ascari menuju Parabolica. Di area tersebut, SF-26 mampu memangkas hampir seluruh jarak yang sebelumnya dibuat Mercedes.

Menariknya, Tim Kuda Jingkrak bahkan sempat menunjukkan keunggulan mencolok di trek lurus start/finish. Kecepatan Hamilton tercatat capai 341 km/jam, sedangkan Antonelli 323 km/jam. Ada selisih 18 km/jam dalam catatan speed trap tersebut. Namun, keunggulan itu ternyata tak cukup!

Di bagian lain lintasan, mobil merah justru kesulitan dan harus membayar mahal kepada W17. ‘Jet darat merah’ itu akhirnya bukan hanya kalah dari Mercedes, tetapi juga berada di belakang Red Bull milik Max Verstappen serta dua McLaren yang dikendarai Lando Norris dan Oscar Piastri.

Charles Leclerc - Lewis Hamilton - Ferrari
Charles Leclerc – Lewis Hamilton – Ferrari

Insiden Leclerc Menambah Masalah

Di tengah persoalan performa tersebut, Charles Leclerc justru membuat situasi Pabrikan Italia tersebut semakin rumit.

Leclerc lebih dulu membuat Hamilton melebar ke area kerikil di pintu keluar Prima Variante. Setelah itu, Leclerc kehilangan kendali atas mobil merahnya di bagian luar Parabolica dan menabrak pembatas.

Insiden tersebut terjadi pada kecepatan sekitar 230 km/jam dan disebut berkaitan dengan drainase air yang terputus. Kejadian itu juga mengulang situasi yang pernah terjadi pada 2024 di tempat yang sama. Akibatnya, Tim Merah itu semakin jauh dari akhir pekan yang mereka harapkan di kandang sendiri.

Charles Leclerc - Ferrari
Charles Leclerc – Ferrari

Mesin Menjadi Titik Lemah Ferrari

~ Pada akhirnya, perhatian kembali mengarah kepada satu bagian penting: mesin! Meskipun Ferrari memperkenalkan pembaruan mesin spek terbaru (ADUO 2) di Monza, mesin Internal Combustion Engine (ICE) milik mereka masih mengalami defisit sekitar 20 horsepower (hp) dibandingkan mesin Mercedes yang menjadi tolok ukur di grid.~

Debut mesin spesifikasi 067/6 yang dilengkapi ADUO2 terasa sangat berat bagi Ferrari karena Monza merupakan sirkuit yang membuat perbedaan unit daya sulit ditutupi oleh keunggulan sasis maupun aerodinamika.

Tambahan tenaga memang terlihat. Perbedaannya bahkan dapat diamati di tim Haas, ketika Bearman gunakan evolusi mesin SF-26 sementara Ocon tidak!

Namun, tambahan tersebut masih belum cukup untuk mendekati mesin enam silinder Mercedes. Selisih performanya masih diperkirakan sekitar 20 horsepower.

Charles Leclerc - Lewis Hamilton - Ferrari
Charles Leclerc – Lewis Hamilton – Ferrari

Itulah yang membuat kemenangan Mercedes di Monza terasa semakin penting bagi Scuderia. Bahkan ketika Ferrari mampu hadirkan kecepatan tinggi di satu bagian trek, Mercedes tetap memiliki paket yang lebih lengkap untuk mempertahankan keunggulan sepanjang putaran.

Situasi tersebut juga membuat Mercedes tak perlu terburu-buru memperkenalkan mesin M17 E Performance dengan ADUO. Mereka bahkan cukup puas mengalahkan ‘Mobil merah’ itu gunakan versi standar.

Bagi Tim Maranello itu, inilah pelajaran paling jelas dari Monza. Kecepatan maksimum yang tinggi memang bisa terlihat mengesankan di layar speed trap, tetapi Formula 1 ditentukan oleh keseluruhan satu putaran. Dan di Monza, SF-26 tak memiliki jawaban yang cukup untuk menutup kelemahannya sendiri. (rt)

Hasil F1 GP Italia 2026
Hasil F1 GP Italia 2026

• Kelemahan performa, top speed, serta tenaga murni dari mesin SF-26 milik Scuderia Ferrari terekspos jelas pada GP Italia 2026 di Sirkuit Monza.
• Prinsipal tim Ferrari, Fred Vasseur, mengakui bahwa karakteristik Monza yang sangat menuntut tenaga mesin (power-sensitive) memperlihatkan kelemahan mobil mereka saat melibas trek lurus.
• Kondisi tersebut tercermin langsung pada hasil lomba. Meski sudah dibekali spesifikasi mesin upgrade terbaru, Lewis Hamilton tetap kesulitan bertarung maupun menyusul lawan di trek lurus hingga harus puas finis di posisi keenam, sementara Charles Leclerc justru mengalami kecelakaan di awal balapan.
• Masalah defisit tenaga murni pada skuad Kuda Jingkrak ini pun makin menjadi sorotan tajam ketika Andrea Kimi Antonelli justru tampil luar biasa dan melesat meraih kemenangan bersama Mercedes.

Berikut hasil balapan GP Italia: Hasil F1 GP Italia 2026: Antonelli Bikin Monza Heboh, Start Belakang dan Menang!

© ridertua.com

TINGGALKAN BALASAN

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini