RiderTua.com – Lewis Hamilton dan Charles Leclerc merasa frustrasi di GP Italia, sementara itu Gasly mampu merebut posisi pole di Monza. Hamilton akan memulai Grand Prix Italia dari posisi keempat. Hasil itu sekilas terlihat cukup menjanjikan bagi Ferrari di kandang sendiri, tetapi cerita di baliknya justru nyisakan rasa frustrasi.
Hamilton dan Leclerc sama-sama merasa Ferrari gagal memaksimalkan peluang dalam kualifikasi, sementara Pierre Gasly bersama Alpine justru mampu melakukan semuanya dengan sempurna untuk merebut pole position.
βΆDaftar Isi
Perjuangan Berat Ferrari di Monza: Lewis Hamilton dan Leclerc Kecewa Meski Naik Posisi akibat Penalti Piastri
Hamilton kembali mempertanyakan cara Ferrari jalankan sesi kualifikasi di Monza. Juara dunia tujuh kali tersebut berulang kali menilai eksekusi jadi salah satu area utama yang harus diperbaiki tim.
Masalahnya, frustrasi itu muncul setelah tiga bagian kualifikasi yang berjalan jauh dari harapan. Hamilton bahkan harus bekerja keras untuk sekadar bertahan di Q2. Ia lolos dari eliminasi dengan selisih hanya 0,001 detik.
Secara catatan waktu, Hamilton sebenarnya catatkan waktu tercepat kelima dalam kualifikasi. Namun, posisi tersebut kemudian berubah setelah Oscar Piastri dapat penalti pasca-sesi karena dinilai halangi Liam Lawson di Q2. Hukuman itu membuat Hamilton naik ke posisi keempat pada starting grid, hanya satu posisi di belakang Leclerc.
Hamilton pun gambarkan kualifikasi tersebut sebagai sesi yang “sangat-sangat sulit”. Padahal, situasinya sempat terlihat menjanjikan sebelum kualifikasi dimulai.

Mobil Ferrari Terasa Baik, Lalu Masalah Muncul
Hamilton menjelaskan bahwa mobil terasa sangat baik ketika jalani sesi latihan. Ia juga tak melakukan perubahan apa pun jelang kualifikasi karena merasa sudah memiliki kepercayaan diri yang cukup.
Masuk ke Q1, keyakinan itu masih terasa. Hamilton nilai performanya solid dan tak melihat alasan untuk ngerubah pendekatan yang sudah digunakan.
Namun, situasi berubah ketika Ferrari memasuki Q2. Tim terlalu lama duduk dan menunggu di jalur pit sebelum jalankan run pertama. Setelah akhirnya keluar, kecepatan yang diharapkan ternyata tak muncul.
Hamilton sendiri belum mengetahui secara pasti apa penyebabnya. Ia sebut kemungkinan berkaitan dengan tekanan ban, suhu ban, atau faktor lain yang masih harus diperiksa Ferrari.
Kondisi tersebut membuat posisi Hamilton di Q2 jadi sangat rentan. Hanya selisih 0,001 detik yang memisahkannya dari eliminasi.
Q3 Tak Berjalan Sesuai Rencana
Masuk ke Q3, persoalan eksekusi kembali muncul. Hamilton menilai bagian ini berjalan cukup buruk karena ia akhirnya berada sendirian di tengah lintasan tanpa mobil lain di dekatnya.
Situasi itu penting karena ngikutin mobil lain memberikan titik acuan yang berbeda. Hamilton jelaskan bahwa ketika membuntuti mobil lain, seorang pembalap bisa tiba beberapa kilometer per jam lebih cepat menuju tikungan. Karena itu, jarak pengereman harus ikut disesuaikan.
Bagi Hamilton, dapatkan ritme jadi bagian penting dari putaran kualifikasi. Sayangnya, ritme tersebut benar-benar hilang pada run pertama Q3.
Pada run kedua, Hamilton merasa putarannya sendiri sebenarnya bukan putaran yang buruk. Masalahnya, titik acuannya sudah berbeda dan Ferrari pada akhirnya tak mampu optimalkan situasi tersebut.
Hasilnya, peluang untuk dapatkan posisi yang lebih baik pun terlewat. Hamilton akhirnya berada di posisi kelima dalam catatan kualifikasi sebelum penalti Piastri mengangkatnya ke posisi keempat.

Leclerc Juga Nyaris Tersingkir
Di sisi lain, Leclerc hadapi tekanan yang hampir sama. Pembalap Ferrari tersebut juga nyaris tersingkir di Q2 karena hanya unggul 0,008 detik dari zona eliminasi.
Situasi itu membuat Ferrari berada dalam posisi yang sangat rentan. Bahkan Gabriel Bortoleto dari Audi jadi pembalap yang waktunya sangat dekat untuk memunculkan kejutan bagi para pendukung tuan rumah Italia.
Leclerc ngakuin bahwa kualifikasi merupakan perjuangan besar, terutama ketika Ferrari memasuki Q2. Kedua mobil mereka hampir tersingkir dan menurutnya masih ada banyak masalah di latar belakang yang harus ditangani. Meski demikian, Leclerc melihat persoalan tersebut bukan hanya terjadi pada Ferrari.
Monza Sulit Dioptimalkan
Leclerc nilai jika melihat kondisi di paddock, hampir semua tim hadapi sejumlah masalah karena Monza merupakan salah satu sirkuit yang sulit untuk mengoptimalkan unit daya.
Namun, pembalap Ferrari itu tak ingin jadikan karakter sirkuit sebagai alasan. Bagi Leclerc, kesulitan tersebut tetap harus dihadapi dan Ferrari seharusnya mampu memaksimalkan peluang yang tersedia.
Justru di tengah kesulitan Ferrari itulah Alpine berhasil mencuri perhatian terbesar.
Gasly Sempurna, Ferrari Harus Membayar Kesalahan Sendiri
Leclerc memberikan pujian kepada Pierre Gasly setelah pembalap Alpine tersebut merebut pole position untuk pertama kalinya. Menurut Leclerc, Gasly dan Alpine melakukan semuanya dengan sempurna.
Keberhasilan Alpine bahkan mengejutkan seluruh paddock. Ketika Ferrari masih berkutat dengan persoalan eksekusi dan hampir kehilangan kedua mobilnya di Q2, Gasly justru mampu membawa Alpine ke posisi terdepan.
Leclerc ngaku sangat senang untuk Gasly. Namun, kegembiraan itu tak menghapus rasa kecewa Ferrari terhadap hasil kualifikasi mereka sendiri.
Kini, menurut Leclerc, tugas Ferrari adalah mencoba merebut kembali apa yang hilang akibat kesalahan mereka sendiri pada hari tersebut.
Pole position mungkin memang sulit dicapai. Tetapi Leclerc merasa ada peluang untuk dapatkan posisi satu tingkat lebih baik dibanding hasil yang akhirnya mereka raih.
Karena itu, persoalannya bukan semata-mata apakah Ferrari mampu mengalahkan Gasly. Yang lebih penting adalah bagaimana mereka memastikan setiap peluang yang tersedia bisa dimaksimalkan.

Di Monza, Ferrari gagal melakukan itu. Hamilton nyaris tersingkir di Q2, Leclerc ngalamin situasi serupa, sementara eksekusi Q3 Hamilton juga tak berjalan sesuai rencana. Pada akhirnya, penalti Piastri membantu Hamilton naik ke posisi keempat.
Sementara Ferrari masih hitung peluang yang terlewat, Gasly justru nikmati hasil dari eksekusi yang berjalan sempurna. Dan itulah kontras terbesar dari kualifikasi Monza: Ferrari punya kesempatan untuk tampil lebih baik, tetapi Alpine yang mampu memaksimalkannya.
Baca: Hasil Kualifikasi F1 GP Italia 2026: Gasly Pole, Russell Kedua












