RiderTua.com – Chicho Lorenzo, ayah legenda MotoGP Jorge Lorenzo sekaligus pemilik sekolah balap ‘Lorenzo Motorbike Racing School’ itu menganalisa jalannya balapan akhir pekan di Aragon, yang dimenangkan Marc Marquez setelah mengalahkan Marco Bezzecchi dan Pedro Acosta.Β Chicho menyoroti kondisi fisik Marquez yang belum pulih sepenuhnya dari cedera,Β para rivalnya tentu berharap itu menjadi kelemahannya.
“Sepertinya ada masalah saat balapan di Silverstone, dimana lengannya tidak merespons dengan baik. Dan ketika kabar seperti itu muncul, para rivalnya atau mereka yang sedang bertarung memperebutkan gelar dunia, berharap Marquez mengalami masalah. Karena itu adalah satu-satunya peluang mereka untuk bisa memenangkan gelar dunia,” tegas Chicho.
Chicho Lorenzo: Jika Performa Motor Pedro Acosta Ditingkatkan 0,1 Detik Saja, Dia akan Mampu Bersaing ‘Head to Head’ Melawan Marc Marquez

Menurut Chicho Lorenzo, para rivalnya terutama 4 pembalap Aprilia adalah pembalap yang paling diuntungkan jika Marc Marquez mengalami kesulitan. “Baik bagi Marco Bezzecchi maupun Jorge Martin, itu adalah satu-satunya kesempatan. Lalu ada Ai Ogura, meskipun kali ini dia absen dalam persaingan. Dan Raul Fernandez, yang biasanya berada di barisan depan namun kurang konsisten,” imbuhnya.
Chicho kemudian membandingkan situasi klasemen musim ini dengan musim sebelumnya. “Musim ini benar-benar sulit diprediksi. Pada periode yang sama musim lalu, Marquez mengumpulkan poin yang jauh lebih banyak. Dia berhasil memangkas ketertinggalan 105 poin hanya dalam beberapa balapan dari Bezzecchi yang sebelumnya memimpin klasemen,” ujarnya.
Chicho melanjutkan, “Keunggulan yang awalnya terlihat akan bertahan lama, ternyata menghilang begitu saja. Semua berubah karena crash, kesalahannya sendiri, kesalahan pembalap lain, atau cedera. Lihat saja, bagaimana sebuah perebutan gelar dunia bisa melenceng jauh dari perkiraan. Beginilah olahraga level tertinggi, dan hal-hal semacam itu memang biasa terjadi dalam olahraga elit.”

Chicho juga menyoroti performa beberapa pembalap. “Rekor time lap terus dipecahkan berkali-kali, terutama oleh Marco Bezzecchi dan beberapa pembalap lainnya. Ditambah lagi, kecepatannya sangat tinggi saat sesi latihan. Jorge Martin tampaknya tidak tampil seimpresif biasanya, dia benar-benar sedang kesulitan,” jelasnya.
Chicho melanjutkan, “Menurut saya, Acosta menjalani balapan terbaiknya sejak terjun di MotoGP. Performa Fabio Di Giannantonio mulai menurun, dan akhir pekan ini menjadi momen yang ingin dilupakan oleh Pecco Bagnaia. Johann Zarco benar-benar tampil jauh lebih baik dibandingkan pembalap Honda lainnya seperti Luca Marini dan Joan Mir. Dua nama terakhir ini tampaknya sudah kehilangan seluruh semangatnya.”
“Lalu ada Diogo Moreira, yang juga benar-benar mengejutkan semua orang. Enea Bastianini menyelesaikan balapan dengan hasil yang cukup baik, namun dia lebih lambat 1 detik per lap dibandingkan Acosta yang mengendarai motor yang sama. Fabio Quartararo pun sudah mulai memikirkan untuk pindah ke pabrikan lain,” imbuhnya.
Soal Alex Marquez, Chicho mengatakan, “Menariknya, setiap kali Marc Marquez mendominasi di barisan depan, adiknya itu selalu ikut tampil kuat.”

Chicho menjelaskan, bagaimana Marc Marquez mengendalikan balapan 23 lap di Aragon. “Marc Marquez finis di posisi pertama. Dia mulai gas pol dengan sangat keras saat balapan menyisakan beberapa lap dan berhasil menjauh dari lawan-lawannya. Acosta finis dengan selisih waktu 1,7 detik di belakangnya. Jika 1,7 detik dibagi rata dalam 23 lap, selisihnya menjadi 0,076 detik per lap. Atau dengan kata lain, kurang dari 0,1 detik,” jelasnya.
Chicho menambahkan, “Jika performa motor Acosta ditingkatkan sebesar 0,1 detik saja apalagi 0,2 detik maka dia pasti bisa duel ‘head to head’ melawan Marc Marquez di akhir balapan. Tentu saja, kita juga harus melihat apakah Marquez tampil habis-habisan atau sekadar menjaga keunggulan yang telah dia bangun dalam beberapa lap sebelumnya.”
“Acosta belum pernah sedekat ini dengan Marc sebelumnya. Dia menjalani balapan yang luar biasa sejak awal, bertarung sengit, dan melakukan manuver menyalip yang bersejarah. Manuver yang dia lakukan terhadap Bezzecchi di sisi dalam tikungan, di mana Marquez juga berhasil menyelinap masuk. Bezzecchi tidak punya pilihan selain membiarkan celah itu terbuka, dan keduanya berhasil melewati celah yang sama tersebut.”

“Manuver Pedro itu benar-benar berkelas, sebuah aksi menyalip yang mengesankan. Bagi saya, itu jelas salah satu yang terbaik dalam beberapa tahun terakhir. Jenis manuver yang layak tercatat dalam sejarah aksi menyalip yang luar biasa di olahraga ini. Eksekusinya sempurna, penuh ketegasan dan keberanian. Keputusan yang tepat, keberanian, presisi, pemilihan momen, visi, semuanya ada. Itu adalah aksi menyalip yang memukau dan sesuai buku panduan balap, terutama karena celah yang tersedia sangat sempit.”
Chicho juga menyoroti manuver Marquez terhadap Bezzecchi. “Menurut saya, terasa aneh melihat Marc harus bergerak dari kanan ke kiri lalu kembali ke kanan untuk memasuki tikungan itu. Ada juga momen saat saya memiliki rekaman yang memperlihatkan Bezzecchi sempat menyentuh Marc dengan lengannya. Dia berada dalam jarak yang sangat dekat dan bisa melihat Marc dengan sangat jelas. Dan justru di ujung trek lurus tersebut, terlihatlah sebuah langkah jenius,” pungkas Chicho mengakhiri analisisnya.

Namun, karena Marco Bezzecchi sendiri tidak mengajukan protes, Chicho Lorenzo menyimpulkan bahwa kemungkinan besar itu adalah manuver yang bersih meskipun terlihat cukup tidak biasa.












