RiderTua.com – Setelah bertarung di Q1 Sabtu pagi, catatan waktu Diogo Moreira cukup untuk bersaing di Q2 demi mendapatkan posisi yang bagus di grid start di MotoGP Aragon. Pada akhirnya rookie tim LCR Honda itu mengamankan posisi start ke-10 di grid. Dalam sprint race 11 lap Sabtu sore, dia sempat naik posisi di awal-awal balapan setelah berhasil menyalip Francesco Bagnaia (Ducati) dan Raul Fernandez (Aprilia) dan bertahan di posisi ke-6. Tapi Fermin Aldeguer (Ducati) menyalipnya di lap terakhir.
Moreira finis di posisi ke-7 tertinggal cukup jauh di belakang pemenang Marc Marquez, mencapai 11,071 detik. Tapi dia mengakui adanya masalah. “Saya kuat saat melakukan pengereman, di setiap lap saya bisa mengerem dengan keras. Di 3 lap terakhir, ban belakang saya benar-benar habis. Saya rasa, kami berhasil melewati hari ini dengan baik,” ujar rider asal Brasil itu.
Diogo Moreira: Pembalap Honda Terpaksa Pakai Ban Belakang Soft untuk Balapan di Aragon
Menariknya, saat kebanyakan pembalap memilih ban belakang medium saat sprint, semua pembalap Honda justru menggunakan ban belakang soft. Menurut Diogo Moreira, itu bukan pilihan strategi, melainkan sebuah keharusan. “Dalam situasi kami, kami tidak bisa menjalani sprint race dengan ban medium. Kami juga tidak bisa menggunakan ban itu untuk balapan utama,” tegasnya.

Dalam 4 lap terakhir, catatan waktu Moreira turun drastis. Rider berusia 22 tahun itu hanya mampu mencatat waktu di kisaran 1:48 menit sehingga kehilangan kontak dengan pembalap yang berada di 5 besar dan akhirnya disalip Aldeguer. “Tapi itu juga bagus bagi kami, karena kami berhasil membangun gap di awal. Hanya Fermin yang berhasil menyalip di lap terakhir,” ungkapnya.
Untuk Grand Prix hari Minggu, Moreira memilih memasang target yang realistis. “Sejujurnya, kami harus berjuang untuk masuk 10 besar. Itulah targetnya. Besok, banyak pembalap di barisan depan yang akan menggunakan ban medium seperti Raul dan Pecco,” imbuhnya.
Kabar baiknya, masalah arm pump yang mengganggu Moreira di awal musim kini sudah tidak lagi menjadi persoalan. “Kami kini lebih rileks saat mengendarai motor, yang membuat balapan lebih mudah dijalani,” ujarnya.

Apakah Moreira bisa membuat motor MotoGP meluncur (drift) seperti saat berlatih Supermoto? Jawabannya justru menunjukkan betapa rumitnya mengendarai motor MotoGP modern. “Sulit melakukannya di sini, karena motor memiliki banyak sistem elektronik. Semuanya soal mencari kompromi. Saya tahu, saya bisa gas pol lebih keras di awal. Tetapi kalau saya terlalu memaksa, pada akhirnya ban tidak akan punya grip lagi di fase akhir balapan. Meski begitu, saya menikmati setiap sesi akhir pekan ini,” pungkasnya.
Dengan tambahan 3 poin, Moreira kini mengumpulkan 57 poin dan tetap berada di peringkat 14 dalam klasemen. Sementara rekan setimnya Johann Zarco yang baru saja pulih dari cedera finis di posisi ke-9 dan kini mengoleksi 35 poin dan menempati peringkat 17.













