RiderTua.com – Sungguh balapan akhir pekan yang berat bagi Fabio Quartararo. Rider tim Monster Energy Yamaha itu hanya menempati posisi ke-17 di grid start. Posisi yang peluangnya sangat kecil bahkan untuk finis di 10 besar dalam balapan. Tak hanya itu, mesin motornya juga bermasalah. Pusing dah!
Quartararo mundur dari sprint race setelah motornya mati total dan mengeluarkan asap tebal di lap ke-5 dari total 11 lap. Rider asal Prancis itu mengungkapkan bahwa tanda-tanda kerusakan mesin sudah terasa bahkan ketika balapan baru dimulai. Tenaga mesinnya terus berkurang sedikit demi sedikit sebelum akhirnya benar-benar mati.
Motor Fabio Quartararo ‘Ngebul’ Saat Sprint di Aragon: Sejak Awal Saya Sudah Tahu Ada yang Tidak Beres pada Mesinnya

Fabio Quartararo menjelaskan, “Saya rasa semua orang bisa melihat apa yang terjadi. Sejak start, mesin sudah bermasalah. Bahkan saya nyaris berhenti di garis start. Setelah itu tenaga mesin terus hilang sedikit demi sedikit.”
Menurut El Diablo, kejadian seperti ini bukan pertama kali dialaminya. “Hal itu juga pernah saya alami di Thailand. Saya tahu, ada yang tidak beres sampai akhirnya tiba di lap di mana kita semua melihat apa yang terjadi. Jadi, tidak banyak yang bisa dikatakan,” imbuhnya kesal.
Kerusakan ini menjadi kabar buruk bagi Yamaha, karena Quartararo sebelumnya sudah kehilangan 1 mesin dari jatah alokasinya tahun ini. Akibatnya, hingga seri ke-19 musim ini atau saat dia baru boleh menggunakan mesin ke-10, dia hanya memiliki 3 mesin baru yang tersisa.
Meski begitu, Quartararo sendiri belum tahu apakah mesin yang rusak di Aragon adalah mesin baru atau mesin yang sudah pernah dipakai. “Jujur, saya tidak tahu kami masih punya berapa mesin. Yang jelas, saya rasa jumlahnya sudah tidak banyak lagi. Saya juga tidak tahu, apakah mesin yang rusak tadi masih baru atau sudah dipakai sebelumnya,” ungkapnya.
Quartararo mengaku sejak awal akhir pekan motornya memang terasa lambat. Oleh karena itu, Yamaha menggunakan Aragon sebagai kesempatan untuk mencoba banyak komponen baru. “Sepanjang akhir pekan, motor ini benar-benar lambat. Kami harus menguji banyak hal selama akhir pekan. Saya terus berganti dari satu motor ke motor lainnya. Akhir pekan ini lebih banyak dipakai untuk melakukan tes daripada mencari performa. Saya hanya berharap mesin yang rusak tadi adalah mesin yang sudah memiliki jarak tempuh tinggi,” ungkap rider berusia 27 tahun itu.

Salah satu komponen yang diuji Yamaha adalah sasis baru. Namun menurut Quartararo, hasilnya justru lebih buruk dibanding sasis standar. Selama di Aragon, dia sampai tiga kali menguji sasis tersebut. Ketika ditanya, apakah sasis baru itu memang lebih buruk? Dengan tegas dia menjawab, “Ya, memang lebih buruk. Kemarin saya sudah bilang, sasis itu lebih buruk. Pagi ini mereka ingin membandingkannya lagi. Hasilnya tetap lebih buruk. Akhir pekan ini, saya lebih berperan sebagai tes rider ketimbang pembalap reguler.”
Selain itu, Yamaha juga mencoba komponen baru pada sistem link suspensi belakang. Sayangnya, hasilnya tetap tidak menunjukkan peningkatan. “Kami juga mencoba linkage baru, tetapi tidak memberikan peningkatan. Pada akhirnya saya kembali menggunakan motor dengan spesifikasi standar. Namun saat beralih dari satu sasis ke sasis lainnya, meskipun perbedaannya tidak terlalu besar, feel saat mengendarai motor menjadi hilang. Saya sedikit agak bingung. Tetapi memang begitulah keadaannya. Kami terus berusaha mencari performa yang lebih baik,” pungkas Quartararo.
Karena gagal finis, Quartararo tetap berada di peringkat 15 dengan perolehan 55 poin dalam klasemen. Senasib dengannya, 3 pembalap Yamaha yang lain yakni Alex Rins, Jack Miller, dan Toprak Razgatlioglu juga gagal mencetak poin. Miller finis ke-10, Rins ke-12, dan Toprak ke-13 dalam sprint di Aragon.












