RiderTua.com – Mungkin tidak ada yang menyangka mobil anyar BYD di pasar PHEV bisa mengungguli model seperti Tiggo 8 CSH dkk. Bagaimana tidak, dalam sebulan saja M6 DM terjual lebih dari 1.000 unit, dan ini menjadi hasil yang begitu mengesankan bagi model yang baru seumur jagung.
M6 DM Terjual Lebih Dari 1.000 Unit Dalam Sebulan
BYD M6 tentu bukan menjadi nama yang asing bagi masyarakat Indonesia, karena sejak diluncurkan dua tahun lalu, modelnya menjadi salah satu mobil MPV yang menjanjikan. Bahkan dalam beberapa bulan saja M6 menyabet gelar mobil listrik terlaris tahun 2024, dan ini cukup memberikannya kepemimpinan di pasar BEV sampai Atto 1 dirilis. Tapi setidaknya performa penjualannya cukup bagus, mengingat belum banyak rival yang dihadapinya sejauh ini.

Setelah nyaris dua tahun setelah dirilis, mereka menghadirkan versi PHEV yang dinamai sebagai M6 DM. Namun dalam dua bulan saja modelnya langsung menjadi incaran banyak konsumen Indonesia karena dijual sebagai mobil MPV PHEV paling menggiurkan, apalagi dengan harga terjangkau. Bulan Juli lalu saja, M6 DM terjual sebanyak 1.437 unit, dan ini cukup untuk memberikannya posisi teratas di pasar PHEV.
Ternyata hasil yang didapatnya ini melebihi penjualan yang didapat oleh model lainnya, seperti Chery Tiggo 8 CSH yang hanya terjual 239 unit. Padahal biasanya model ini bisa mencetak penjualan melebihi 500 unit tiap bulannya, tapi entah mengapa hasil yang didapatnya bisa anjlok begitu saja. Mungkin saja ini diakibatkan oleh kehadiran M6 DM serta persaingan dari rival sekelasnya.

Banyak Model Baru
Di bawah Tiggo 8 CSH ada Jetour T1 DM, yang masih tergolong sebagai mobil baru tapi penjualannya tembus 59 unit. Mungkin angka ini cukup kecil bagi sub-brand yang dipegang oleh Chery tersebut, tapi wajar modelnya tetap dicari meski disediakan pilihan bermesin bensin turbo. Tapi itu untuk model DM, kalau model T1 i-DM hanya terjual 26 unit saja, dengan total penjualan mencapai 85 unit.
Tiggo 9 CSH yang sebelumnya selalu membuntuti Tiggo 8 CSH kini terlempar dari peringkat tiga besar dengan 50 unit terjual, hanya selisih 9 unit dari T1 DM. Entah mengapa tiba-tiba saja penjualan kedua model Tiggo ini nggak selaris beberapa bulan sebelumnya, karena biasanya keduanya selalu berada di posisi teratas. Meskipun begitu, setidaknya grup Chery masih mengisi sebagian besar pasar mobil PHEV di tengah dominasi BYD M6 DM.

SUV vs MPV
Selanjutnya ada Jetour T2 i-DM sebanyak 59 unit, disusul Jaecoo J7 SHS dengan 42 unit terjual, disusul Geely Starray EM-i 40 unit, hanya selisih dua unit dari J7. Kemudian Wuling Eksion PHEV mencetak penjualan hingga 35 unit, dan terakhir ada Changan Deepal S05 REEV 16 unit. Kalau dilihat, Deepal S05 menjadi satu-satunya mobil REEV dalam penjualan mobil PHEV, walau memang teknologinya hampir nggak jauh berbeda dengan mobil PHEV, kecuali jarak tempuhnya melebihi 1.000 km.
Kalau melihat dari catatan penjualan di pasar ini, sebagian besar modelnya sudah nggak bisa mengejar penjualan BYD M6 DM yang melebihi 1.000 unit dalam sebulan. Bahkan Tiggo 8 CSH yang selama ini langganan posisi pertama di pasar PHEV saja sudah tersingkir dari posisi teratasnya. Yang menariknya lagi, M6 DM menjadi satu-satunya mobil MPV dalam daftar penjualan ini, dan sisanya berupa mobil SUV.

Sebenarnya ada model MPV PHEV lainnya yang dijual di Indonesia, yaitu Wuling Darion PHEV, tapi entah mengapa modelnya keluar dari peringkat 10 besar di bulan lalu. Sehingga hanya menyisakan BYD M6 DM yang menjadi model MPV PHEV terlaris, sekaligus mobil PHEV terlaris bulan Juli 2026. Jelas harganya yang terjangkau untuk ukuran MPV PHEV sudah bisa mendapat berbagai keunggulan dari kelengkapan fitur sampai performanya.
Ini bukan berarti BYD harus puas diri dulu, karena siapa tahu penjualan salah satu model dalam grup Chery bisa menyalip M6 DM. Mereka bahkan nggak takut harus bersaing melawan merek senegaranya yang lebih mengandalkan model SUV.












