RiderTua.com – Ducati Tak Punya Solusi Instan, Michele Pirro Tetap Jagokan Marc Marquez.. Ducati sedang berada dalam fase yang tak bisa diselesaikan hanya dengan satu perubahan atau solusi cepat. Michele Pirro menilai pabrikan asal Borgo Panigale harus menjalani sisa musim MotoGP secara bertahap, balapan demi balapan, tanpa terlalu memikirkan apakah sebuah sirkuit akan menguntungkan atau justru menyulitkan mereka. Di tengah situasi tersebut, Pirro tetap menempatkan Marc Marquez sebagai pilihan utamanya untuk jadi juara dunia musim ini.
โถDaftar Isi
Ducati Masuk Fase Penentuan, Pirro Prediksi Marc Marquez Juara MotoGP
Pandangan itu disampaikan Pirro dalam wawancara yang diterbitkan pada 15 Agustus. Penguji asal Apulia tersebut saat ini juga tengah menganalisis tahun pertama penyelenggaraan Ducati V2 Future Champ, seri balap yang digelar Ducati untuk mencari dan mengembangkan bakat-bakat muda. Namun, pembicaraan Pirro tak lepas dari perkembangan MotoGP setelah seri Silverstone, terutama perubahan kekuatan yang mulai terlihat di beberapa sirkuit.

Silverstone Jadi Pengingat bagi Ducati
Hingga 12 seri pertama, peta persaingan MotoGP dinilai belum mengalami perubahan besar. Namun, setiap lintasan memiliki karakteristik dan cerita yang berbeda. Kondisi itulah yang membuat performa sebuah motor tak selalu bisa dipastikan dari satu seri ke seri berikutnya.
Ducati merasakan langsung situasi tersebut di Silverstone. Mereka mengalami kesulitan di sana, sementara Aprilia justru jadi salah satu pemeran utama dengan penampilan kuat sepanjang akhir pekan.
Meski demikian, Pirro tak melihat hasil tersebut sebagai alasan untuk mengubah pandangan Ducati terhadap sisa musim. Menurutnya, masih ada sirkuit lain yang bisa memberikan tantangan berbeda dan memungkinkan Ducati menghadapi balapan dengan kendala yang lebih sedikit.
Karena itu, target Ducati tetap jelas: menjaga daya saing sampai seri terakhir di Valencia. Persoalannya, menurut Pirro, memang tak memiliki jalan pintas. Ducati terus bekerja untuk mengembangkan motor, tetapi proyek pengembangan yang sekarang sudah berada di penghujung siklusnya.

Fokus Ducati Mulai Bergeser ke Era 850cc
Situasi tersebut semakin rumit karena kesempatan melakukan pengujian terhadap motor saat ini sudah tak banyak tersisa. Fokus pengembangan juga mulai beralih menuju era mesin 850cc.
Artinya, Ducati harus memaksimalkan apa yang masih bisa dilakukan dengan paket yang tersedia. Dalam kondisi seperti ini, karakter trek dan tingkat kecocokan motor dengan sirkuit menjadi faktor yang semakin penting.
Pirro memperkirakan Ducati kembali jadi tolok ukur ketika MotoGP tiba di Aragon. Marc Marquez juga diproyeksikan jadi pembalap yang menjadi acuan di lintasan tersebut.
Namun, cerita berbeda bisa muncul ketika rombongan MotoGP menuju Misano. Marco Bezzecchi dinilai sangat kuat di sana sejak tahun lalu, sehingga seri tersebut diperkirakan akan jadi tantangan tersendiri bagi Ducati.
Meski begitu, Pirro melihat Marquez memiliki kemampuan untuk tampil sekuat Bezzecchi di Misano. Persaingan yang sangat ketat membuat perbedaan antarpembalap bisa ditentukan oleh detail kecil.
Batas performa di antara para pembalap saat ini disebut sangat tipis. Dalam situasi seperti itu, kesalahan kecil dari satu pembalap saja dapat memengaruhi hasil akhir kejuaraan dunia.

Pirro Pilih Marquez untuk Pertahankan Gelar Ducati
Di antara persaingan tersebut, Pirro secara terbuka menjagokan Marquez. Alasannya juga berkaitan dengan masa depan pembalap asal Spanyol tersebut yang dipastikan tetap bersama Ducati musim depan.
Pirro berharap kemenangan akhirnya berada di pihak Marquez sekaligus Ducati. Prioritas utama pabrikan tersebut adalah memastikan salah satu pembalapnya keluar sebagai juara dunia.
Pilihan itu juga tak berarti Pirro mengabaikan performa pembalap Ducati lainnya. Fabio Di Giannantonio, misalnya, dinilai tampil luar biasa sepanjang musim. Ia bahkan menunjukkan pace yang cepat pada balapan terakhir meski sempat mengawali balapan dari posisi yang kurang menguntungkan.
Namun, Di Giannantonio dipastikan meninggalkan Ducati dan bergabung dengan KTM musim depan. Kondisi tersebut jadi salah satu alasan mengapa Pirro lebih condong kepada pembalap yang akan tetap berada di kubu Ducati.
Dari sudut pandang tim, Ducati tentu ingin menghindari situasi ketika pembalap yang berhasil merebut gelar dunia justru berpindah ke pabrikan pesaing. Karena itulah, keberlanjutan Marquez bersama Ducati menjadi bagian penting dari pertimbangan Pirro dalam menentukan siapa yang paling layak diunggulkan.

Semua Baru Bisa Dinilai di Valencia
Meski begitu, perjalanan menuju gelar dunia masih menyisakan banyak tanda tanya. Salah satunya berkaitan dengan seri penutup di Qatar yang masih berada dalam ketidakpastian.
Selain itu, Pirro menilai sulit menentukan sejak awal apakah sebuah sirkuit akan menguntungkan atau merugikan Ducati. Performa motor dan rasa percaya diri pembalap dapat berubah ketika mereka berpindah dari satu lintasan ke lintasan lainnya.
Karena itulah, Ducati tak bisa hanya menunggu datangnya sirkuit yang dianggap cocok. Mereka harus jalani setiap akhir pekan secara bertahap dan mengevaluasi hasilnya dari satu seri ke seri berikutnya.
Pada akhirnya, kesimpulan mengenai kekuatan Ducati dan peluang para pembalap dalam perebutan gelar baru benar-benar bisa ditarik ketika musim mencapai Valencia. Sampai saat itu, detail-detail kecil akan terus jadi pembeda. Dan dalam persaingan setipis ini, Pirro memilih Marquez sebagai pembalap yang paling layak diunggulkan untuk membawa Ducati menuju gelar dunia… (rt)












