RiderTua.com – Mobil anyar Honda di Indonesia benar-benar menjadi model BEV yang mencuri perhatian sejak diperkenalkan di GIIAS 2026. Memang modelnya sudah terjual habis, tapi masih banyak konsumen yang mencarinya, dengan total 132 unit dipesan sejauh ini.
βΆDaftar Isi
Konsumen Indonesia Mulai Mengincar Super One
Tentu tidak mengherankan kalau Honda Super One menjadi model BEV mungil yang cukup menarik di Indonesia. Di tengah ramainya mobil listrik dari merek China, mereka berani menantang kompetitor di pasarnya dengan membawa mobil listrik mungilnya ini yang dibanderol Rp 400 jutaan. Mungkin harganya masih lumayan mahal untuk mobil seperti Super One, tapi setidaknya mereka bisa mematok harga kurang dari Rp 500 jutaan untuk BEV terbarunya tersebut.

Hanya saja Honda menyediakan 100 unit Super One di Indonesia untuk tahun ini, itupun semua unitnya ludes terjual. Namun ternyata ini tidak membuat konsumen berhenti memesan model anyarnya tersebut, malah Honda mengaku mereka mengumpulkan 132 pesanan Super One. Artinya meski 100 unit yang dibatasi untuk tahun 2026 sudah habis, masih ada tambahan 32 pesanan dari konsumen yang masih tertarik dengan modelnya.
Dari sejumlah pilihan warna yang diberikan, Luminous Gray Metallic menjadi warna favorit konsumen Indonesia dengan menyumbang 55 persen penjualan. Kemudian Boost Violet Pearl menyumbang 30 persen dan Crystal Black Pearl 15 persen, padahal warna ungu menjadi warna yang cukup menarik untuk mobil seperti Honda Super One. Karena tidak biasanya ada mobil yang menawarkan pilihan warna selain merah atau biru, terlebih Honda menawarkan pilihan warna kuning untuk Brio.

Mobil ‘Pocket Rocket’
Honda menyebut Super One mengusung konsep ‘Pocket Rocket,’ yaitu mobil yang didesain untuk memberikan kesan berkendara yang lebih menyenangkan dari model sekelasnya. Apalagi perpaduan kesan retro dan modern dan bodi mobil yang cenderung mengotak membuatnya terlihat tampil beda dari rival di pasar hatchback listrik yang biasanya dibuat lebih futuristik. Tentu tidak mengherankan mengapa model seperti Super One menjadi incaran banyak konsumen di seluruh dunia sejak pertama kali ditampilkan beberapa bulan lalu.
Inilah mengapa mereka memberikan fitur seperti Boost Mode, virtual engine sound, sampai simulated 7-speed shift untuk memberikan pengalaman berkendara lebih bagus. Termasuk sistem audio dari Bose, Magic Seat, hingga ban dari Yokohama Advan Fleva memberikan kelengkapan lebih mewah pada Super One, serta memaksimalkan kenyamanan bagi penggunanya. Bahkan sebagai mobil listrik sekalipun, Honda ingin memberikan pengalaman ala mengendarai mobil bermesin bensin.

Masih Bisa Dipesan?
Memang stok 100 unit Super One tahun ini sudah habis, tapi bukan berarti konsumen nggak bisa memesannya lagi. Honda menyebut konsumen tetap bisa melakukan pemesanan di sejumlah dealer resminya di Indonesia, jadi kalau sewaktu-waktu unitnya dipasok lagi pemesannya bisa langsung mendapatkannya. Tentu ini memberikan kemudahan bagi mereka yang masih menginginkan model seperti Super One.
Sejauh ini Super One masih menjadi model BEV yang cukup menjanjikan di Indonesia meski dijual di tengah ketatnya persaingan di pasarnya. Honda sudah tahu ini akan terjadi, mengingat mereka melihat seperti apa peta persaingan di segmen hatchback listrik sebelum merilis mobil barunya ini. Meskipun begitu, mereka tetap pede menjual Super One dengan harga Rp 430 jutaan, sementara rivalnya mematok harga lebih murah lagi.

Super One mungkin menjadi lawan yang sepadan bagi BYD Atto 1 yang menjadi model terlaris di segmennya maupun di pasar BEV secara keseluruhan sepanjang tahun lalu. Tapi ada lagi model lainnya yang menjadi lawan cukup tangguh bagi Honda, yaitu Wuling Aira EV yang baru saja dirilis sejak beberapa hari lalu. Aira EV menawarkan kesan retro-modern pada tampilan luarnya, apalagi dengan harga kurang dari Rp 200 jutaan untuk semua variannya.
Sementara mobil anyar Honda ini masih diimpor dari luar negeri, meski mereka akan melihat seberapa besar peluangnya di Indonesia. Kalau permintaannya lebih tinggi dari kemampuan impornya, mereka bisa mempertimbangkan untuk merakitnya secara lokal.












