RiderTua.com – Banyak merek mobil di pameran GIIAS 2026 meluncurkan satu atau dua model baru, tapi tidak dengan merek asal Korea Selatan ini. Bagaimana tidak, ada empat mobil anyar yang langsung dibawanya ke Indonesia, termasuk model yang masih dalam bentuk prototype.
βΆDaftar Isi
4 Mobil Ramah Lingkungan yang Dirilis di Indonesia
Model pertama yaitu Hyundai Staria Electric atau EV yang sudah diluncurkan sejak tahun lalu, dan model inilah yang sebelumnya disebut-sebut sebagai ‘electric MPV.’ Sekilas Staria yang satu ini nggak jauh berbeda dengan Staria bermesin bensin, hanya saja dengan desain fascia depannya dibuat lebih simpel tanpa grille. Spesifikasinya sepertinya tidak jauh berbeda dengan model yang dijual di kampung halamannya, dan bagi konsumen yang berminat bisa memesannya.

Lalu ada Hyundai Ioniq 3 yang menjadi mobil listrik terkecilnya di Indonesia, apalagi modelnya dihadirkan sebagai hatchback listrik pertamanya disini. Walau tampil sebagai mobil hatchback, model ini terlihat seperti mobil SUV sport berdesain futuristik, dan inilah yang membuat Ioniq 3 tampil beda dari rival sekelasnya. Apalagi desainnya yang begitu keren ini seharusnya bisa menjadi modal baginya untuk melawan balik dominasi kompetitor asal China.
Namun Hyundai belum menjualnya disini untuk sekarang, mungkin karena mereka masih butuh waktu untuk menyiapkan penjualannya. Apalagi soal harganya, termasuk potensi modelnya dirakit lokal atau tidak, karena kalau Ioniq 3 bisa dirakit lokal seperti Ioniq 5, mereka bisa bersaing melawan Geely EX2 dkk. Tapi untuk saat ini Ioniq 3 hanya dipajang saja, dan pemesanannya juga belum dibuka.

SUV Bongsor Bertenaga Listrik
Masih dari lineup Ioniq, ada Ioniq 9 yang jadi andalan Hyundai di pasar SUV listrik, bedanya dari Ioniq 5 jelas dari bodinya yang jauh lebih bongsor. Bedanya dari Ioniq 3, modelnya sudah dijual disini meski hanya menawarkan satu varian, yaitu varian penggerak semua roda atau AWD. Dengan harga Rp 1,49 miliar, konsumen bisa membawa pulang SUV bongsor yang mengusung desain futuristik dengan fitur canggih.
Seperti Ioniq 6, Ioniq 9 masih didatangkan langsung dari Korea Selatan, jadi wajar kalau harganya melebihi Rp 1 miliar, apalagi modelnya ditempatkan di pasar lebih tinggi dari Ioniq 5. Walau sebagai mobil bongsor, performanya nggak bisa diragukan lagi karena mobil bisa menghasilkan tenaga 427,7 PS dan torsi 700 Nm. Untuk jarak tempuhnya, Ioniq 9 bisa melaju sejauh 734 km dengan baterai terisi penuh, lumayan jauh untuk mobil seperti ini.

Calon MPV Listrik
Terakhir ada Palisade Hybrid varian Prestige, dan varian ini menambah pilihan yang ditawarkannya, yaitu Signature, Calligraphy, dan Calligraphy AWD. Lalu harga Stargazer Cartenz series kini dipangkas agar dibanderol lebih murah dari sebelumnya, yaitu Rp 241,4 juta-Rp 318 juta untuk model LMPV dan Rp 350 juta-Rp 385 juta untuk model LSUV. Dengan ini, Stargazer Cartenz series menjadi model MPV dan SUV yang cukup menarik bagi konsumen yang mencari mobil entry level seperti ini.
Ada satu model yang menarik perhatian di GIIAS 2026, yaitu prototype MPV listrik Neira. Dari desainnya sudah cukup menjanjikan meski belum diproduksi sebagai model produksi massal dan belum dijual karena masih terus disempurnakan sebelum bisa dilepas ke pasarnya. Sebenarnya Neira merupakan model rebadge dari Kia Carens EV yang baru saja diluncurkan disini, tapi dengan perbedaan kontras pada desain eksteriornya.

Nama Neira sendiri diambil dari Banda Neira, sebuah pulau di Maluku yang menjadi salah satu destinasi wisata favorit di Indonesia. Hyundai memakai nama ini untuk menegaskan identitasnya sebagai mobil yang dikembangkan khusus untuk konsumen Tanah Air, apalagi modelnya berupa MPV 7-seater.
Kabar baiknya, Neira dikonfirmasi bakal dirakit lokal dengan TKDN mencapai 80 persen setelah pengembangannya selesai. Artinya jelas kalau modelnya bisa dibanderol lebih terjangkau dan menyaingi kompetitor seperti BYD M6 EV hingga Aletra L8 EV di segmennya.












