RiderTua.com – Pasar PHEV di Indonesia awalnya hanya diisi oleh segelintir model saja, itupun tidak banyak merek mobil Jepang yang menjual mobil jenis ini disini. Namun belakangan ini makin banyak merek China yang menghadirkan model PHEV-nya, dan pilihannya terus bertambah tiap tahunnya.
▶Daftar Isi
PHEV Entry Level Mulai Membanjiri Pasarnya
Tidak seperti mobil listrik, mobil PHEV punya sedikit model yang dijual di Indonesia, apalagi dengan pangsa yang lebih sedikit ketimbang BEV. Meski begitu, ini malah menjadi dorongan bagi produsen untuk menambah lebih banyak model yang ditawarkan di pasar tersebut. Menariknya kebanyakan mereknya berupa merek asal China, sementara merek dari negara lainnya masih belum membawa banyak model PHEV ke sini karena masih fokus jualan mobil hybrid atau listrik.

Yang terbaru, DFSK meluncurkan mobil PHEV pertamanya di Indonesia dalam model E5 Plus, atau lebih dikenal sebagai Landian E5 Plus di luar negeri. Sebagai mobil SUV yang dibanderol Rp 500 jutaan, E5 Plus punya banyak keunggulan dari sejumlah fitur hingga performa yang dimilikinya. Tidak heran kalau model ini menjadi rival yang sepadan bagi Chery Tiggo CSH maupun Jaecoo SHS di pasarnya.
Bicara soal model PHEV dari grup Chery, mereka sudah punya banyak modelnya di pasar ini, apalagi Chery punya tiga varian Tiggo 8 CSH dan satu varian Tiggo 9 CSH. Tiggo 8 menjadi model terlaris di pasarnya dalam beberapa bulan terakhir, sebelum BYD M6 DM merebut posisi teratasnya dalam penjualan sepanjang semester pertama 2026. Jaecoo juga punya dua model berupa J7 dan J8 SHS, sementara Jetour dan Lepas masing-masing punya satu, yaitu T1 DM dan L8.

MPV PHEV Makin Banyak Dicari
Geely dan Wuling juga nggak mau kalah dari keempatnya, dan masing-masing menghadirkan SUV PHEV bernama Starray EM-i dan Eksion PHEV. Meski masih terbilang baru, Eksion terbukti menjadi model yang cukup menarik di segmennya dengan ribuan unit yang terjual sejak pertama kali dijual sekitar April lalu. Sementara Starray masih menjadi satu-satunya mobil PHEV yang dijualnya di Indonesia, setidaknya sampai mereka membawa model serupa ke sini kalau ada kesempatan.
Karena kebanyakan modelnya berupa SUV, Wuling menghadirkan MPV PHEV bernama Darion, dan seperti Eksion modelnya juga diterima dengan baik di segmennya. Seakan nggak mau kalah saing dari kompetitor senegaranya, BYD membawa M6 DM ke Indonesia, dan model ini langsung menjadi ancaman di pasar PHEV. Bagaimana tidak, M6 DM langsung merebut posisi teratas dari Tiggo 8 CSH meski baru dirilis sekitar bulan Juni.

Kemana Merek Jepang?
Kalau diperhatikan, tidak banyak merek mobil asal Jepang yang berjualan mobil PHEV disini, dengan pengecualian diberikan untuk merek seperti Mazda dan Lexus. Sebenarnya Toyota pernah jualan mobil PHEV dalam model RAV4 PHEV GR Sport yang dirilis sekitar dua tahun lalu. Namun entah mengapa tiba-tiba modelnya disetop penjualannya meski sudah ada model generasi terbarunya, tapi sepertinya mereka melakukan ini karena penjualan yang didapatnya tidak selaris model HEV-nya.
Untuk sekarang Toyota fokus jualan mobil hybrid dan listrik saja, sementara Lexus tetap berjualan mobil PHEV seperti biasa. Walau ini bukan berarti mereka ogah menjual model PHEV lainnya setelah kapok membawa RAV4 ke sini, karena mereka mungkin akan mencari pasar yang dianggap lebih menjanjikan. Entah itu membawa model MPV PHEV untuk menantang M6 DM dan Darion atau model lainnya.

Karena ada sedikit merek dari luar China yang berjualan mobil PHEV, merek seperti Chery, BYD, hingga Geely yang mendominasi pasarnya. Kalau sudah begini, merek China benar-benar menguasai pasar ini dalam beberapa tahun ke depan, setidaknya sampai merek Jepang atau Eropa mulai menggempur pasarnya dengan mobil barunya. Asalkan kalau modelnya dibanderol terjangkau, kalau tidak, jangan harap bisa menggeser dominasi Chery dkk.












