Ditawarin Valentino Rossi Buat Telepon Kapan Aja, Fermin Gak Mau Sia-siain Kesempatan
RiderTua.com – Fermin Aldeguer mengalami cedera pada tulang belakang T7, yang membuatnya absen balapan di Assen dan Sachsenring. Bahkan partisipasinya di GP Inggris (7-9 Agustus) di Silverstone usai libur musim panas mendatang juga diragukan.
“Pemulihannya berjalan cukup baik. Dari pemeriksaan terbaru menunjukkan kemajuan, tetapi cedera ini memang membutuhkan banyak istirahat. Gerakan tubuh saya masih sangat terbatas. Tetapi ketika saya comeback nanti, saya ingin benar-benar dalam kondisi fit 100 persen. Butuh waktu dan kesabaran,” ujar rider Gresini Ducati itu.
▶Daftar Isi
Fermin Aldeguer: Valentino Rossi Bilang, Saya Boleh Meneleponnya Kapan Saja dan Meminta Bantuannya
Fermin Aldeguer juga menegaskan bahwa dia tidak akan memaksakan diri hanya demi bisa comeback di Silverstone. “Saya tidak ingin mengambil risiko berlebihan di Silverstone. Kalau saya memang harus menunggu hingga balapan lain seperti Aragon, tidak masalah. Tidak ada target khusus yang harus dikejar, kecuali untuk diri sendiri dan untuk memulihkan kembali rasa percaya diri agar terus berkembang. Tantangannya adalah berada dalam kondisi fit 100 persen ketika musim berakhir dan saat saya harus menjajal motor tahun depan,” jelasnya.

Cedera yang cukup serius membuat Fermin harus melihat sisa musim dengan cara yang berbeda. Saat ini dia tak lagi mengejar target besar di klasemen, prioritas utamanya adalah mendapatkan kembali feel yang sama seperti saat dia belum cedera.
“Saya telah belajar bahwa semuanya dapat berubah dalam sekejap. Kita harus siap menghadapi situasi apa pun yang mungkin terjadi, tapi tetap tenang. Hingga akhir tahun nanti, saya berharap dapat memulihkan kembali feel yang saya dapatkan dan mampu bersaing untuk memperebutkan podium,” ungkap rider berusia 22 tahun itu.
Tahun depan Fermin akan pindah ke tim VR46 Racing dan menunggangi Desmosedici GP27 spek pabrikan terbaru, motor yang sama seperti yang dikendarai dua pembalap tim pabrikan Ducati Lenovo Marc Marquez dan Pedro Acosta. “Tetap membalap di pabrikan yang sama, jelas akan sangat membantu dan kita harus memanfaatkan itu. Saya harus beradaptasi dengan tim baru, tetapi saya tidak ragu bahwa saya akan diterima dengan sangat baik disana,” ujar rider asal Murcia Spanyol itu.

Dengan perubahan regulasi baru di MotoGP yang akan berlaku mulai 2027, ini artinya semua pembalap praktis harus memulai dari awal. “Adaptasi akan menjadi kunci utama, karena walaupun motornya tetap sama Ducati, akan benar-benar baru bagi semua pembalap. Ini soal beradaptasi, mengambil waktu yang diperlukan, bekerja sama, dan terus berkembang,” jelas Fermin.
Fermin Aldeguer yakin, di atas kertas karakteristik motor baru tersebut tampaknya sesuai dengan gaya balapnya. Meski begitu dia tak mau berekspektasi tinggi. “Dari apa yang tertulis di regulasi, seharusnya motor baru tersebut cocok dengan gaya balap saya. Tetapi itu juga bisa terjadi pada rider lain. Terlalu dini untuk memprediksi siapa yang akan berada di depan,” ujarnya.
Terlepas dari banyaknya perubahan pada motor, Fermin tetap menganggap Marc Marquez sebagai pembalap yang wajib diwaspadai. “Marc Marquez tidak akan pernah bisa diabaikan, meskipun dia telah mengendarai motor dengan gaya yang berbeda selama bertahun-tahun. Saya rasa dia akan beradaptasi dengan sangat baik. Namun regulasi baru juga membuka banyak peluang untuk pembalap lain,” tegasnya optimis.

Tahun depan Fermin akan bekerja di tim VR46 milik legenda MotoGP Valentino Rossi. Dia mengaku awalnya sempat merasa segan dengan sang ‘The Doctor’. “Awalnya, saya merasa agak segan dengannya. Memang dia tidak akan hadir di setiap balapan, tetapi saya diberi tahu bahwa saya bisa meneleponnya kapan saja dan mengandalkannya untuk meminta bantuan apa pun yang saya butuhkan agar bisa kompetitif,” ungkapnya.
Fermin melanjutkan, “Hanya segelintir orang yang lebih baik darinya untuk membantu saya. Jadi saya harus memanfaatkannya. Nasihat dan bimbingannya akan membantu saya untuk berkembang dan menjadikan saya pembalap yang lebih baik. Dia akan membantu saya melihat berbagai hal dari sudut pandang yang lebih mendalam.”
Apakah Lebih Bagus di VR46 dibanding Gresini?
Fokus utama Fermin Aldeguer saat ini bener-bener cuma buat pemulihan cedera tulang belakang T7-nya sampai bisa fit 100 persen, tanpa mau buru-buru comeback kalau kondisinya belum siap. Langkah ini diambil biar dia bisa dapet balik feel balapnya dan siap menghadapi tantangan besar tahun depan saat pindah ke tim VR46 Racing buat nunggangi Desmosedici GP27 spek pabrikan. Apalagi dengan adanya perubahan regulasi baru di musim 2027 yang bikin semua pembalap harus mulai dari nol lagi, kemampuan adaptasi bakalan jadi kunci utama buat Fermin di atas motor barunya nanti.
Sebagai penutup, keputusan Fermin buat gabung ke tim milik Valentino Rossi jelas jadi keuntungan tersendiri buat masa depannya di MotoGP. Meskipun awalnya sempat ngerasa segan sama sang legenda, tawaran bantuan dari ‘The Doctor’ yang bisa ditelpon kapan aja bakalan jadi modal berharga banget. Lewat nasihat dan bimbingan langsung dari Rossi, Fermin diharapkan bisa melihat berbagai hal dengan lebih mendalam dan terus berkembang jadi pembalap yang jauh lebih baik.













