RiderTua.com – Maximo Quiles emang belum kelar ngejalanin musim 2026-nya, tapi masa depannya udah dipastiin aman terkendali… Pembalap muda yang tampil dominan di Moto3 ini resmi dipromosiin ke kelas Moto2 bareng Aspar Team mulai musim 2027. Kepindahan ini bukan cuma sekadar naik kelas biasa, tapi juga bakal membuka cerita baru yang diperkirain bakalan ngehidupin lagi rivalitas dua nama gede di MotoGP: murid Valentino Rossi (VR46 Academy) dan murid Marc Marquez (Vertical Management).
Kalau nama akademi Rossi sudah kita kenal semua bukan?.. Nah, Vertical Management (yang nama resminya Vertical Group) itu agensi manajemen talenta dan image yang basisnya di Madrid. Agensi ini didiriin tahun 2022 sama Marc Marquez, Alex Marquez, dan manajer mereka, Jaime Martinez Recasens.
Nah, agensi ini kerjanya ngelola hak citra (image rights), sponsor, sama investasi dari Marquez bersaudara, sekaligus juga fokus ngembangin talenta-talenta muda yang potensial di dunia balap motor… Pembalap muda yang resmi dikontrak dan ada di bawah naungan Vertical Management saat ini adalah Maximo Quiles. Dia jadi satu-satunya pembalap muda yang sejauh ini direkrut secara resmi sama agensi milik Marc dan Alex Marquez tersebut.
▶Daftar Isi
Maximo Quiles Resmi ke Moto2, Pertarungan Murid Valentino Rossi (Vietti) dan Marc Marquez Berlanjut

Pengumuman tersebut sekaligus akhiri berbagai spekulasi mengenai langkah berikutnya bagi Quiles. Aspar memutuskan mempertahankan pembalap berusia 18 tahun itu dalam proyek jangka panjang mereka, setelah melihat performa impresif yang ditunjukkan sepanjang musim Moto3 2026.
Menariknya, Quiles tak akan memulai petualangan baru bersama tim lain. Ia tetap membela CFMoto Aspar Team, tim yang telah jadi rumahnya sepanjang perjalanan karier, kecuali dalam periode singkat ketika sempat tampil di MotoJunior. Kepercayaan itu jadi bukti bahwa Aspar melihat potensi besar pada pembalap muda tersebut untuk terus berkembang hingga capai target utamanya, yakni MotoGP.

Keputusan promosi itu juga didukung oleh pencapaian Quiles di lintasan. Setelah menutup musim perdananya di Kejuaraan Dunia dengan finis di posisi ketiga klasemen, performanya terus meningkat. Ia selalu mampu meraih poin setiap kali selesaikan balapan, sementara musim 2026 benar-benar menjadi panggung dominasinya.
Hingga jeda musim, Quiles memimpin klasemen Moto3 dengan keunggulan 100 poin atas pesaing terdekatnya. Ia telah koleksi enam kemenangan dan selalu naik podium di setiap seri yang diikutinya, kecuali di Mugello. Salah satu kemenangan pentingnya hadir di Moto3 TT Assen, yang semakin menguatkan alasan Aspar untuk membawanya naik ke Moto2 tanpa menunggu hasil akhir perebutan gelar juara dunia.

Karena itulah, terlepas dari bagaimana klasemen Moto3 akan berakhir musim ini, Quiles dinilai telah menunjukkan kapasitas yang layak untuk melangkah ke kategori yang lebih tinggi. Moto2 akan jadi tantangan berikutnya dalam proyek jangka panjang yang dijalankan bersama keluarga Marquez dan Aspar.
Di sisi lain, kepindahan ini hadirkan cerita yang menarik di luar persaingan lintasan. Quiles merupakan pembalap pertama yang kariernya ditangani langsung oleh Vertical, perusahaan manajemen milik Marc Marquez, Alex Marquez, dan Jaime Martinez. Status tersebut membuat setiap langkah kariernya kerap dikaitkan dengan keluarga Marquez.
Kondisi itu membuat musim depan diperkirakan hadirkan persaingan yang menarik di Moto2. Quiles akan berada di kelas yang sama dengan Celestino Vietti, pembalap yang berasal dari VR46 Riders Academy milik Valentino Rossi. Pertemuan keduanya pun dipandang sebagai kelanjutan dari narasi persaingan antara kubu Rossi dan Marquez yang selama bertahun-tahun jadi perhatian para penggemar MotoGP.
Persaingan tersebut memang lebih banyak dibangun dari latar belakang kedua pembalap. Di satu sisi ada Quiles sebagai talenta yang berada dalam proyek keluarga Marquez, sementara di sisi lain Vietti datang membawa pengalaman sebagai pembalap binaan akademi Valentino Rossi.
Jika melihat karakter masing-masing, keduanya memiliki keunggulan yang berbeda. Vietti dinilai unggul dari sisi pengalaman karena telah lama berkompetisi di Moto2. Ia juga beberapa kali tunjukkan kecepatan hingga mampu meraih pole position, meski masih berupaya tembus papan atas klasemen secara konsisten.

Apa Kelebihan Maximo Quiles?
Sementara itu, Quiles datang dengan modal yang berbeda. Selain membawa momentum dari performa dominannya di Moto3, ia juga akan mendapat dukungan penuh dari Aspar, tim yang mengantarkannya meraih berbagai hasil gemilang. Gaya membalapnya juga disebut lebih agresif, sehingga diperkirakan akan jadi salah satu kekuatan utama saat beradaptasi di Moto2.
Tak hanya itu, sejumlah pengamat bahkan memperkirakan Quiles hanya akan membutuhkan satu musim di Moto2 sebelum berpeluang melangkah ke MotoGP pada 2028. Meski demikian, semua itu masih sebatas prediksi yang belum dapat dipastikan.
Ujung-ujungnya, promosi Maximo Quiles ke Moto2 gak cuma jadi kabar penting buat perjalanan karirnya aja, tapi juga ngasih warna baru di persaingan kelas menengah Kejuaraan Dunia. Dengan adanya pembalap yang mewakili proyek keluarga Marquez dan pembalap binaan VR46 Riders Academy dalam satu lintasan, Moto2 musim depan diperkirain bakalan jadi salah satu kelas yang paling seru buat diikutin. Tapi, apa Quiles bakalan bisa langsung ngunggulin Vietti dan ngebuka jalan menuju MotoGP, cuma waktu yang bisa ngejawab.

Ini hanyalah opini penulis berdasarkan informasi yang tersedia saat ini…ojo nesuu Prediksi mengenai persaingan maupun peluang promosi ke MotoGP memang belum bisa dipastikan, dan hanya perkembangan kompetisi serta waktu yang akan membuktikannya. Apalagi performa Vietti yang ‘biasa saja’ apakah dia akan bisa bertahan di Moto2 tahun depan? atau pindah WSBK ikuti jejak Bulega?












