RiderTua.com – Toprak Razgatlioglu finis di posisi ke-15 atau paling belakang di MotoGP Jerman hari Minggu kemarin tertinggal lebih dari 38 detik dari pemenang Marc Marquez (Ducati). Rookie tim Pramac Yamaha itu mengaku kesulitan menemukan kepercayaan diri pada ban Michelin selama balapan 30 lap.
“Saya sama sekali tidak menikmati balapan ini, karena kami harus mengatur penggunaan ban dan roda belakang terus mengalami spin. Itu sangat sulit. Saya sudah mengerahkan semua kemampuan saya, tetapi saya terus kehilangan banyak waktu di tikungan yang sama. Kami tidak bisa meningkatkan performa,” ujar juara dunia WSBK 3 kali itu kecewa.
Toprak Razgatlioglu: Saat Cal Crutchlow Menyalipku, Saya Kaget Motornya Jauh Lebih Baik Ketimbang Motor Saya

Di awal balapan, Toprak Razgatlioglu berusaha mengikuti rekannya sesama Yamaha Alex Rins. Namun dia melakukan kesalahan kecil yang membuatnya kehilangan kontak. “Setelah itu patokan saya hilang dan saya membalap sendirian. Satu-satunya hal yang membuat saya senang adalah akhir pekan ini sudah berakhir. Sekarang saya fokus pada Silverstone,” ujar rider berusia 29 tahun itu merujuk pada seri ke-12 di GP Inggris yang digelar pada 7-9 Agustus mendatang atau usai libur musim panas.
Dengan motor MotoGP, Sachsenring adalah trek baru bagi Toprak. “Biasanya saya menyukai trek ini. Tetapi dengan motor MotoGP dan ban Michelin, ini sangat sulit. Kita membutuhkan set-up yang baik, motor yang berbelok dengan baik, dan harus mengelola ban dengan sempurna. Saya sama sekali tidak bisa rileks di atas motor,” ungkapnya.
Di lap ke-15, Cal Crutchlow menyalip Toprak dan merebut posisi ke-15 darinya. “Ketika Cal menyalip saya, saya benar-benar kabet. Motornya berbelok dengan lebih baik dan memiliki cengkeraman yang juga lebih baik ketimbang motor saya. Saya mencoba untuk tetap mengikutinya, tetapi itu mustahil,” jelas rider asal Turki itu.

Meski kecewa dengan hasil di GP Jerman akhir pekan ini, Toprak sama sekali tidak menyalahkan tim Pramac ataupun Yamaha. “Terima kasih kepada Yamaha, karena semua orang bekerja sangat keras setiap hari. Tapi kami tidak membuat kemajuan apa pun. Terutama di sektor 2, saya sama sekali tidak meningkat. Karena itulah saya mengatakan bahwa ini adalah akhir pekan terburuk saya,” tegasnya.
Toprak mengaku salah satu kendala utamanya adalah perbedaan karakter ban Michelin dari satu sirkuit ke sirkuit lainnya. “Saya baru mulai memahami motor dan bannya. Tetapi setiap balapan akhir pekan, kami mendapatkan ban yang berbeda. Hal itu menghancurkan motivasi saya. Saya sudah mulai terbiasa dengan satu jenis ban, kemudian kami datang ke trek lain lalu balapan dengan ban yang sama sekali berbeda,” jelasnya.
Rider berusia 29 tahun itu melajutkan, “Di satu sisi memiliki grip, tetapi di sisi lain tidak ada sama sekali. Ini sangat sulit. Pembalap lain sudah paham dengan sirkuit, ban, dan tahu persis bagaimana cara mengendarainya. Mungkin sedikit lebih mudah bagi mereka. Bagi saya, akhir pekan ini seperti bencana.”

Banyaknya penggemar Turki yang datang di Sachsenring memberikan motivasi tambahan bagi Toprak. “Saya melihat banyak bendera Turki. Itu memotivasi saya. Tapi saya sedih karena saya tidak bisa memberi mereka hasil yang baik. Mereka datang ke sini untuk nonton balap, dan saya hanya finis di posisi ke-15. Mereka masih mendukung saya, tetapi saya ingin membalas budi. Itulah mengapa, akhir pekan ini sangat sulit bagi saya,” pungkas rider yang saat masih berada di peringkat 21 dengan mengumpulkan 12 poin dalam klasemen itu.
Di sisi lain, rekan setimnya Jack Miller berhasil finis di posisi ke-12 dalam race utama hari Minggu di Sachsenring. Memasuki libur musim panas, rider asal Australia itu berada di peringkat 20 dengan 19 poin. Tahun depan, JackAss akan keluar dari MotoGP dan belum diketahui masa depannya. Mungkin ke Superbike seperti Alex Rins?












