RiderTua.com – Fabio Quartararo finis di posisi ke-9 dalam sprint hari Sabtu di Sachsenring. Meski hanya mencetak 1 poin, namun hasil ini sangat berarti bagi juara dunia MotoGP 2021 itu di tengah keterpurukan Yamaha. Untuk itulah, dia berharap bisa tampil lebih baik dalam race hari Minggu. Dengan set-up yang dimodifikasi, dia cukup pede untuk menjalani balapan 30 lap.
Start dari posisi ke-6, Quartararo memulai balapan dengan mulus. Meski sempat wheelie, dia berhasil mempertahankan posisi ke-6. Di lap pertama dia sempat duel melawan Jorge Martin (Aprilia). Namun sebelum tikungan ‘Wasserfall’ dia justru disalip 3 pembalap sekaligus Martin, Pecco Bagnaia (Ducati), dan Pedro Acosta (KTM) yang membuatnya merosot ke posisi 9. Setelah Fabio Di Giannantonio (Ducati) dan Alex Marquez (Gresini) crash, dia naik ke posisi ke-7. Dan bertahan di posisi itu hingga garis finis, tertinggal 17,5 detik di belakang pemenang Marc Marquez (Ducati).
Fabio Quartararo: Hanya Karena Saya Berganti Tim Bukan Berarti Semuanya akan Sempurna!

Fabio Quartararo mengatakan, “Saat duel dengan Martin, saya hampir jatuh di tikungan 3 pada lap pertama. Di tikungan 5, terjadi kontak dengan Jorge. Kemudian di tikungan berikutnya, dia terlalu agresif. Tetapi saya tidak mengeluh, itulah balapan. Saya keluar dari tikungan 7 dengan sangat buruk, karena grip yang terbatas. Jorge, Pecco, dan Acosta menyalip saya di sana. Setelah itu saya tetap di posisi yang sama hingga akhir balapan.”
“Posisi ke-7 adalah hasil yang sangat bagus. Target saya sebenarnya hanyalah finis di posisi ke-9, karena pace saya sama seperti pada hari Sabtu. Karena Alex dan Diggia terjatuh, saya menyelesaikan balapan di posisi ke-7,” imbuhnya.
Usai libur musim panas yang berlangsung selama 3 pekan, seri berikutnya akan digelar di GP Inggris di Silverstone pada 7 – 9 Agustus. “Masalahnya, saya tidak bisa membawa banyak hal ke Silverstone. Karena ini adalah motor yang sama, seperti yang saya kendarai di Le Mans. Tetapi menariknya, hasil terbaik saya musim ini justru berhasil saya capai dengan motor dan set-up ini. Saya rasa, kami tidak perlu mencari hal lain. Yang terpenting, kami melakukan beberapa penyesuaian dengan paket yang kami miliki saat ini,” jelas rider asal Nice Prancis itu.

Tahun depan, Quartararo akan bergabung di tim pabrikan Honda Castrol. Apakah finis ke-9 atau ke-7 dalam balapan tidak lagi memengaruhi masa depannya? “Itu tidak penting bagi saya, tetapi saya lebih suka finis di posisi ke-7 ketimbang ke-15. Itulah cara saya untuk tetap termotivasi hingga akhir,” jawabnya sambil tersenyum.
El Diablo menambahkan, “Tidak akan ada yang berubah bagi saya secara pribadi, tetapi saya ingin siap menghadapi tahun depan. Hanya karena saya berganti tim bukan berarti semuanya akan sempurna. Saya yakin, saya akan menghadapi banyak kesulitan di babak baru dalam karir saya. Oleh karena itulah saya ingin mendorong diri saya hingga batas maksimal, untuk terus belajar sebagai seorang pembalap.”

BTW, tahun lalu Fabio Quartararo berhasil meraih pole position di Silverstone. Dalam race utama hari Minggu, saat memimpin balapan sayangnya dia harus mundur karena masalah teknis pada M1-nya. “Tahun ini, kami tidak punya potensi untuk bertarung sejauh itu di lintasan,” pungkas rider berusia 27 tahun itu pesimis.
Memasuki libur musim panas, Quartararo hanya menempati peringkat 14 dengan mengumpulkan 55 poin dalam klasemen. Sementara rekan setimnya Alex Rins, yang tahun depan diperkirakan ‘out’ dari MotoGP hanya berada di peringkat 19 dengan 21 poin. Tahun depan tim pabrikan Yamaha akan diperkuat 2 mantan pembalap Ducati yakni Fabio Di Giannantonio dan Alex Marquez.












