RiderTua.com – Kini Hilux memasuki model generasi terbaru di Indonesia, dan modelnya menawarkan varian listrik yang dibanderol lebih dari Rp 1 miliar. Entah kenapa mereka lebih memilih membuat versi BEV-nya, sementara kompetitornya membuat model pikap PHEV.
▶Daftar Isi
All New Hilux Tawarkan Varian Diesel dan BEV
Apa yang dilakukan Toyota terhadap Hilux ini mungkin terdengar cukup menarik, karena biasanya mereka hanya membuat mobil penumpang bertenaga listrik saja. Tapi ini bukan berarti mereka nggak bisa membuat pikap ramah lingkungan, dan mereka sukses membuktikannya dengan Hilux BEV. Model yang satu ini dihadirkan bersama dengan model generasi terbarunya di Thailand beberapa bulan lalu, sebelum dibawa ke Indonesia.

Kehadirannya menjadi yang pertama di pasar pikap double cabin (d-cab), mengingat masih belum ada model serupa yang dijual disini, setidaknya untuk sekarang. Sebab rivalnya sudah punya pikap d-cab PHEV atau plug-in hybrid, contohnya BYD Shark yang sudah dijual sejak beberapa tahun lalu. Namun modelnya diketahui batal dijual di Thailand setelah melihat seperti apa pasar tujuannya.
Lalu Chery membuat model serupa untuk menghadang Shark dengan menyiapkan Stockman untuk dijual di Australia. Meski belum ada konfirmasi modelnya bisa dijual di negara lainnya, kehadiran Stockman bakal meramaikan pasarnya yang kini diisi oleh berbagai macam model ramah lingkungan. Termasuk model pikap listrik seperti Ford F-150 Lightning dan Tesla Cybertruck yang dijual di Amerika Utara dan sekitarnya.

Bukan Solusi Bagus?
Sebenarnya Toyota bisa saja memakaikan mesin PHEV pada Hilux generasi terbaru agar bisa menyaingi Shark dan Stockman di luar negeri. Namun mereka melihat mobil jenis ini dianggap ‘belum siap dipakai kerja berat,’ atau dalam arti lain bobot baterainya bisa membebani mobil. Seperti yang diketahui, Hilux versi diesel mampu menarik beban hingga 3,5 ton, dengan daya angkut mencapai 1 ton, sementara versi BEV-nya hanya bisa menarik beban 2 ton saja.
Jadi bisa ditebak kalau versi PHEV-nya nggak bisa melampaui versi diesel, bahkan mungkin termasuk versi BEV. Tapi bukan berarti mereka nggak tertarik mengembangkan varian tersebut, karena mereka mencari cara lain agar baterainya tidak terlalu membebani mobil dan mengurangi kemampuannya. Untuk sekarang, Hilux generasi terbaru hanya menawarkan tiga pilihan mesin saja, yaitu diesel, listrik, dan mild hybrid.

Varian Hidrogen Fuel Cell
Ternyata ada juga pilihan mesin mild hybrid atau MHEV yang ditawarkan untuk Hilux anyar ini, dan menariknya Toyota juga menyiapkan versi hidrogen fuel cell alias FCEV. Tapi untuk varian yang satu ini baru bisa dijual dua tahun lagi, dan nantinya Hilux bakal menjadi pikap d-cab FCEV pertama di seluruh dunia. Namun entah mengapa mereka hanya membawa dua varian mesin saja ke Indonesia, padahal mereka bisa saja membawa varian MHEV-nya sekalian.
Hanya saja karena mereka sudah lama dikenal sebagai produsen mobil full hybrid, menjual Hilux MHEV mungkin terkesan agak janggal bagi konsumennya. Inilah yang membuatnya menghadirkan dua versi Hilux, dengan model BEV-nya yang dibanderol paling mahal hingga lebih dari Rp 1 miliar. Jelas karena unitnya masih diimpor dari luar negeri, itupun modelnya berupa mobil listrik murni.

Soal model PHEV, mereka tetap berjualan mobil penumpang bermesin plug-in hybrid untuk sekarang, setidaknya sampai ada solusi untuk Hilux. Kalau dilihat, Toyota pernah menjual mobil PHEV pertamanya di Indonesia melalui RAV4 GR Sport PHEV beberapa tahun lalu, sebelum penjualannya disetop. Sampai sekarang mereka belum membawa model generasi terbarunya, mungkin karena hasil penjualan yang didapat kurang maksimal seperti mobil lainnya.
Kini pasar PHEV makin ramai dengan banyaknya merek asal China yang menjual mobil jenis ini di Indonesia. Chery Group menguasai pasarnya dengan lini produk unggulan yang ditawarkannya, baik melalui Chery Tiggo CSH maupun Jaecoo SHS.












