RiderTua.com – Jelas model seperti M6 EV nggak bisa diragukan lagi kalau membahas penjualannya. Meski penjualan mobil BYD menurun drastis bulan lalu, secara keseluruhan M6 masih memimpin di pasar MPV listrik hingga Mei 2026, dengan lebih dari 5 ribu unit terjual!
MPV Listrik BYD Makin Diminati di Indonesia
BYD M6 EV masih bisa menahan gempuran banyaknya model MPV listrik yang jumlahnya semakin banyak di Indonesia. Dengan 5.017 unit terjual sepanjang Januari-Mei 2026, hasilnya ini sudah memberikannya keunggulan dari kompetitornya, terutama Wuling Darion EV. Meski masih terbilang baru, Darion sudah mencetak penjualan sebanyak 2.765 unit, walaupun selisihnya dengan rival beratnya sudah sangat jauh.

M6 sudah dijual duluan sebelum disusul Darion EV setahun setelahnya, jelas M6 sudah punya pasar yang cukup luas untuk mendapatkan banyak konsumen. Apalagi modelnya menjadi mobil listrik terlaris sepanjang tahun 2024, bahkan mampu mengungguli Sealion 7 yang dirilis duluan. Ini membuktikan kalau mobil seperti M6 menjadi incaran konsumen Indonesia yang mencari MPV bertenaga listrik murni.
Darion EV sebenarnya tidak ditempatkan di segmen yang sama dengan BYD M6 EV, tapi keduanya dibanderol di bawah Rp 500 jutaan, jadi jelas kedua model tersebut bakal saling bersaing. Tapi karena terbilang baru, Darion baru bisa menjual kurang dari 3 ribu unit hingga bulan lalu, itupun dengan selisih penjualan yang sangat jauh. Kelihatannya ini memperlihatkan bagaimana dominasi BYD di pasar mobil listrik sangat kuat dan tidak bisa ditumbangkan oleh merek lain.

Makin Laris
Denza D9 mengisi posisi ketiga dengan 2.359 unit, dan ternyata hasilnya ini membuatnya unggul dari model MPV listrik mewah lainnya. Seperti XPeng X9 yang terjual 744 unit, Maxus Mifa 9 109 unit, dan Mifa 7 lima unit, dan model serupa seperti Volkswagen ID Buzz hanya menjual sebanyak 65 unit. Melihat dari performa penjualannya ini, D9 benar-benar bukan mobil MPV premium biasa, karena modelnya bisa langsung mengungguli rival sekelasnya.
Belum lagi penjualan D9 juga membuat Toyota Alphard tersingkir dari posisi teratasnya di segmen tersebut. Meski modelnya hanya mengandalkan mesin hybrid yang biasanya dicari banyak orang disini, ini belum cukup untuk merebut kembali posisi teratas dari Denza. Alphard juga sempat mendapat varian termurahnya, tapi harganya yang masih di atas Rp 1 miliar belum cukup membuatnya setara dengan D9, jadi tidak heran kenapa penjualannya kalah laris dari model dari merek asal China tersebut.

Lawan M6
Sebenarnya lawan sepadan bagi BYD M6 yaitu Aletra L8 EV, tapi hingga bulan lalu hanya ada 257 unit terjual. Hasil ini jauh lebih sedikit dari yang didapat M6 yang tembus 5 ribu unit, mungkin karena jangkauan pasarnya yang masih sedikit, atau memang dominasi BYD yang jauh lebih kuat lagi. Sejauh ini Aletra L8 menjadi satu-satunya model yang paling tidak menjadi lawan yang setara dengan M6.
Mungkin menghadapi lawan seperti M6 benar-benar sulit karena BYD sudah memegang pangsa melebihi 40 persen. Kalau sudah begini, produsen hanya fokus menyediakan model unggulannya bagi konsumennya dan memilih tidak berhadapan langsung dengan salah satu mobil terlarisnya ini. Terlebih pilihannya masih terbatas disini, dan kebanyakan modelnya berupa MPV premium.

Bicara soal M6, modelnya baru saja mendapat varian PHEV atau lebih dikenal sebagai M6 DM. Lagi-lagi M6 harus kembali bertemu dengan Darion di pasar MPV PHEV, walau jelas keduanya punya tampilan yang beda jauh dan dibanderol cukup berbeda. Tapi untuk model MPV PHEV yang dijual cukup murah, kayaknya M6 DM punya peluang terjual lebih laris lagi dari Darion PHEV.
Dari banyaknya model yang dijualnya di Indonesia, BYD baru merakit M6 dan Atto 1, karena keduanya menyumbang penjualan paling banyak. Model lainnya bakal menyusul setelahnya, entah itu Sealion 7, Dolphin, Seal, atau Atto 3.






