Home MotoGP Jorge Martin Khawatir Aprilia Makin Jauh dari Ducati

    Jorge Martin Khawatir Aprilia Makin Jauh dari Ducati

    Jorge Martin - Marc Marquez - Pedro Acosta
    Jorge Martin - Marc Marquez - Pedro Acosta

    RiderTua.com – Jorge Martin blak-blakan ngaku mulai khawatir sama situasi Aprilia selepas seri Brno kemarin. Menurutnya, yang bikin pusing itu bukan selisih poinnya, tapi gap performa yang makin lebar sama Ducati dan pembalap barisan depan…

    “Apa yang paling tidak aku khawatirkan saat ini adalah tertinggal 10, 15, atau bahkan 20 poin dari pemimpin klasemen (Bezzecchi). Yang benar-benar membuat saya khawatir adalah saya tertinggal jauh dari Ducati dan jauh dari kemenangan,” ujar pembalap Spanyol itu…

    Daftar Isi

    Jorge Martin Sebut Aprilia Kehilangan Arah Usai MotoGP Brno

    Di saat Marc Marquez naik podium tertinggi di Brno dan Ducati makin dominan jadi acuan, Jorge Martin malah apes dan cuma jadi pelengkap aja. Setelah kena apes harus serve dua kali long lap penalty akibat insiden di seri Hungaria, Martin terpaksa puas finis di urutan ke-9.Long Lap Penalti

    Menariknya, Martin buka-bukaan kalau dia sengaja jalanin hukuman itu dengan cara super aman. Alih-alih langsung ngepot balik ke trek dari pinggir jalan, doi milih ngelewatin area run-off aspal dulu biar makin safety.

    “Itu memang bagian dari strategi. Mungkin Anda kehilangan beberapa detik karena tempuh jarak sedikit lebih jauh, tetapi itu jauh lebih aman. Jika langsung kembali ke lintasan dan ada pembalap lain yang tak terlihat, tabrakan bisa terjadi,” jelasnya.

    Meski demikian, perkembangan performa Aprilia dalam beberapa pekan terakhir justru lebih ganggu dia… Setelah dua kali menang di Le Mans (Sprint & Race Utama) dan tampil kuat di Mugello, Martin sempat merasa Aprilia mampu bersaing setara dengan Ducati.

    Jorge Martin 2
    Jorge Martin

    Namun, gambaran yang ia rasakan di Brno berbeda. “Saya sama sekali tak percaya diri dengan ban depan. Saya terus merasa seperti akan terjatuh. Kami kehilangan sesuatu. Kami kehilangan arah. Saya tak tahu alasannya, tetapi kami harus memahaminya,” kata Martin.

    Masalah tersebut paling terasa saat sesi kualifikasi. Pembalap berusia 28 tahun itu ngaku kesulitan memahami batas kemampuan motor. “Saya tidak benar-benar memahami batas motor ini. Saya terus merasa berada di ambang kehilangan kendali,” ujarnya.

    Bagi Martinator, ritme balap sebenarnya berjalan lebih baik. Namun setiap kali coba pacu motor dalam satu putaran cepat, perasaannya di atas motor berubah jadi buruk.

    Jorge Martin
    Jorge Martin

    Diberi Kesempatan Ikut Uji Coba Tambahan

    Karena itu, ia berharap bisa dapat kesempatan tes tambahan. “Saya ingin sekali melakukan tes. Ada sesuatu yang hilang di bagian depan motor. Selama saya belum mendapatkan kembali perasaan itu, saya tak bisa mencapai potensi penuh saya,” katanya.

    Martin juga melihat masalah lain di Aprilia, yakni belum adanya setelan dasar yang bisa bekerja di semua sirkuit. “Saya masih belum memiliki setelan dasar. Di beberapa trek kami gunakan setelan Le Mans, tetapi itu tak bekerja di tempat lain. Motor di Le Mans sempurna untuk Le Mans, tetapi hanya untuk Le Mans,” ungkapnya.

    Menurutnya, tim saat ini harus memulai akhir pekan balapan dengan pendekatan berbeda di setiap sirkuit, sesuatu yang justru mempersulit pengembangan motor. “Suatu akhir pekan kami memulai dengan satu motor, akhir pekan berikutnya dengan motor lain. Kami harus mencari tahu dari mana seharusnya kami memulai untuk kemudian berkembang dari titik itu,” jelas Martin.

    Karena kesempatan tes resmi selama musim sangat terbatas, Martin berencana memanfaatkan beberapa sesi Jumat sebagai sarana pengembangan. “Saya akan memperlakukan beberapa hari Jumat seperti sesi tes. Kami harus mencoba hal-hal baru dan menemukan kembali perasaan terhadap bagian depan motor,” katanya.

    Ai Ogura
    Ai Ogura

    Di tengah kesulitan yang dialami Aprilia, Ai Ogura justru tampil menonjol di Brno. Pembalap Trackhouse itu menjadi salah satu kejutan akhir pekan dan finis di podium sebagai pembalap Aprilia terbaik.

    Martin pun memberikan pujian kepada pembalap Jepang tersebut. “Dia jelas tampil lebih baik daripada kami di sini. Dia beradaptasi dengan sangat baik terhadap kondisi dan ban. Dia membuat perbedaan dibanding pembalap Aprilia lainnya,” ujar Martin.

    Meski sempat kritik situasi yang sedang dihadapi tim, Martin tegaskan bahwa tak ada alasan untuk panik. “Saat itu kami bukan yang terbaik, dan sekarang kami juga bukan yang terburuk. Kami hanya menjalani dua balapan yang sulit,” tegasnya.

    Ia juga ingatkan bahwa Aprilia sudah membuktikan musim ini mampu kalahkan Ducati. Namun saat ini Ducati dinilai lebih mampu memaksimalkan potensinya, terutama karena Marc Marquez telah kembali ke kondisi 100 persen. “Pada awal musim, Ducati sebenarnya tak jauh di depan. Mereka hanya belum satukan semuanya. Marc juga belum 100 persen. Sekarang motornya cukup mirip dan persaingan kembali terbuka,” analisis Martin.

    Jorge Martin
    Jorge Martin

    Sekarang fokus Martin langsung beralih ke GP Assen, di mana dia berharap banget karakter sirkuit Belanda yang terkenal flowing dan mengalir itu bisa cocok sama motor Aprilia sekaligus gaya balapnya. Martin sendiri bilang kalau Assen mestinya bisa jadi tempat yang pas buat mereka bangkit karena jalurnya yang gak banyak patahan, tapi PR paling gedenya saat ini sebenarnya adalah mengembalikan lagi feeling pede di atas motor yang dia akuin sempat hilang sejak seri Barcelona kemarin.

    ‘Martinator’ yakin banget bisa balik ke performa terbaiknya, tapi dengan catatan dia harus paham dulu apa yang salah dengan motornya sekarang, karena cuma dengan mengembalikan pace balapnya yang asli, dia baru bisa ikutan nimbrung lagi di barisan depan buat memperebutkan segalanya.

    Gara-gara dua balapan terakhir yang zonk, Martin menilai prioritas utama Aprilia saat ini adalah benerin arah pengembangan motor dan balikin kepercayaan diri dia sama grip depan RS-GP. Targetnya, semoga karakter Sirkuit Assen bisa nolong mereka buat dapet performa terbaiknya lagi…(rt)

    © ridertua.com

    TINGGALKAN BALASAN

    Silakan masukkan komentar Anda!
    Silakan masukkan nama Anda di sini