RiderTua.com – Siapa bilang mobil kelas premium nggak bisa didiskon gede-gedean? Ini terbukti dengan model Evoque yang mendapat potongan harga hingga Rp 600 jutaan, tapi ini hanya berlaku di China, itupun modelnya memang dibanderol lumayan mahal disana.
▶Daftar Isi
Evoque L Dapat Diskon Gede di China, Kenapa?
Range Rover tentu bukan menjadi merek mobil kaleng-kaleng, karena mereka sudah lama dikenal sebagai brand mobil premium di pasar global. Produk yang ditawarkannya sangat beragam, meski kebanyakan berupa mobil SUV dan sebagian diantaranya sudah mendapat varian ramah lingkungan. Contohnya Evoque yang sudah punya varian hybrid, tapi mereka tetap menawarkan pilihan mesin bensinnya.

Namun baru-baru ini Evoque varian L mendapat diskon besar-besaran di China, dan potongan harganya nggak main-main, yaitu Rp 600 jutaan! Awalnya Evoque dibanderol sekitar Rp 1,13 miliar disana, kini harganya menjadi Rp 530 jutaan, dan ini malah membuatnya setara dengan mobil SUV kelas menengah. Padahal modelnya masih dijual sebagai mobil mewah, tapi banderolnya yang kini lebih terjangkau bisa membuat banyak konsumen tergiur membelinya.
Sebenarnya ada alasan di balik diskon gede yang diberikan untuk salah satu mobil Range Rover ini, dimana tren mobil bermesin konvensional di Negeri Tirai Bambu menurun drastis belakangan ini. Jelas ini diakibatkan oleh banyaknya mobil ramah lingkungan yang dijual di pasar roda empat, dan kebanyakan dijual dengan harga terjangkau. Terlebih mobil PHEV yang kini menjadi idaman konsumen China dalam beberapa bulan terakhir, dan pilihannya terus bertambah.

Mobil Bensin dan Diesel Kurang Laku
Karena mobil listrik dan PHEV yang semakin laris, mau tak mau produsen harus memberikan diskon besar untuk mobil bensin dan dieselnya. Disebutkan rata-rata produsen memberikan potongan harga sebesar Rp 87 jutaan, dan ternyata diskonnya ini jauh lebih besar dari sebelumnya yang hanya mencapai Rp 44 jutaan saja. Mungkin ini dilakukan karena produsen harus menghabiskan stok mobil konvensionalnya sebelum diganti dengan model ramah lingkungan, atau karena penjualannya yang turun drastis.
Di China, penjualan mobil bensin sudah turun drastis hingga 19 persen, dan ini cukup jauh berbeda dengan penjualan model ramah lingkungan yang naik drastis. Inilah yang membuat banyak produsen harus menjual mobil konvensionalnya lebih banyak lagi agar penjualannya dipulihkan lagi. Walau untuk sekarang belum ada data perbandingan hasil penjualan sebelum dan sesudah pemberian diskon.

Hanya di China
Sayangnya diskon ini hanya berlaku untuk mobil Range Rover yang dijual di China, dan ini tidak akan membuat versi ramah lingkungannya terusik. Mereka bakal terus berjualan disana dan menawarkan banyak model yang beragam, termasuk Evoque yang menjadi andalannya selama ini di pasar mobil premium. Bahkan dikeroyok oleh merek lokal sekalipun, mereka masih bisa bertahan di pasarnya dan tetap berjualan mobil seperti biasa.
Sementara di Indonesia, Range Rover belakangan ini mulai jarang menghadirkan mobil terbarunya, dan Evoque sudah mendapat model tahun 2025. Tapi jelas mengembangkan penyegaran untuk mobil seperti ini tidak bisa dilakukan sembarangan tanpa merusak kualitas yang dimilikinya. Mereka juga tidak bisa menghadirkan model anyar lainnya sebelum melakukan riset pasarnya terlebih dahulu.

Persaingan di pasar mobil di China nggak main-main, karena merek luar negeri harus bersaing dengan merek lokal. Tidak hanya mobil entry level, mobil premium juga mulai dikuasai oleh merek China, dan kebanyakan bisa menjualnya dengan harga lebih terjangkau dari kompetitornya. Inilah yang harus membuat merek lainnya mencari cara agar bisa tetap bersaing dengan kompetitor terkuat di pasarnya.
Merek mobil yang menjual mobil ramah lingkungan juga semakin banyak, dan BEV serta PHEV yang paling banyak dicari belakangan ini, terutama yang dibanderol murah. Memang ini bisa membuat penjualannya meningkat drastis, sekaligus membuat mobil konvensional kurang laku terjual, baik itu mobil bensin maupun diesel.






