RiderTua.com – Jorge Martin hanya mampu mengamankan posisi ke-10 di grid start dan karena rekan setimnya Marco Bezzecchi diskors untuk race utama hari Minggu di GP Ceko, dia naik ke posisi ke-9. Rider pabrikan Aprilia itu start dengan baik dan naik satu posisi setelah lap pertama. Lalu dia bertarung melawan Joan Mir untuk memperebutkan posisi ke-7. Pada lap ke-3 Martin mendapat pesan di dasboard untuk menjalani long lap penalti pertama, namun baru dijalani di lap ke-5 yang membuatnya turun ke posisi 10. Satu lap berikutnya dia menjalani long lap penalti kedua dan merosot ke posisi 13.
Namun sayangnya, Martin masuk ke zona hijau (green zone) di fase akhir saat mau kembali ke lintasan atau saat mau keluar dari jalur long lap. Untuk itulah dia kena peringatan karena melanggar track limit. “Itu adalah cara teraman untuk kembali ke lintasan tanpa menempatkan diri saya dalam situasi berisiko. Itu lebih aman dan lebih mudah untuk semua orang,” ujar juara dunia MotoGP 2024 itu.
Jorge Martin: Apakah Hukuman yang Diterima Bezzecchi Terlalu Berat? Tanyakan Pada Stewards!

Jorge Martin menambahkan, “Saya tahu, saya masih punya dua peringkatan track limit yang tersisa. Karena di sirkuit ini biasanya saya tidak pernah melewati zona hijau, itu bukan masalah bagi saya. Strategi saya memang sedikit melaju ke zona hijau. Long lap saya berjalan mulus dan saya tidak kehilangan terlalu banyak waktu.”
Di lap ke-10 dan seterusnya Martin berhasil menyalip beberapa pembalap dan akhirnya finis di posisi ke-9 tertinggal 21,4 detik di belakang pemenang Marc Marquez. “Saya cukup puas dengan akhir pekan ini, karena saya mampu sedikit meningkatkan performa di setiap sesi latihan. Tapi saya rasa, saat ini kami masih jauh dari Ducati. Saya tidak percaya diri dengan ban depan, dan saya selalu merasa akan terjatuh kapan saja. Kami kehilangan arah, tetapi saya tidak tahu alasannya. Kita harus memahami, mengapa ini terjadi. Saya harap Assen akan menjadi trek yang baik bagi kami. Trek di sana jauh lebih mengalir, yang cocok untuk Aprilia dan gaya balap saya,” jelas Martinator.

Di Mugello, Aprilia meraih banyak kesuksesan dengan podium 1 dan 2 untuk Bezzecchi dan Martin serta sejumlah rekor yang diraih pada balapan kandang mereka. Namun pabrikan asal Noale Italia itu mengalami ‘mimpi buruk’ di dua seri berikutnya yakni di Balaton Park dan Brno. Dan di dua seri tersebut, Ducati berhasil menunjukkan performa terbaiknya sekaligus mampu mengalahkan mereka.
Martin mengatakan, “Saya rasa kami bukan yang terbaik di Mugello, tetapi saya juga tidak berpikir kami yang terburuk sekarang. Kami mengalami masalah di dua balapan akhir pekan. Sekarang kami akan balapan di trek-trek yang seharusnya lebih cocok untuk Aprilia. Saya harap kami bisa kembali ke level performa seperti biasanya.”
“Sejak awal musim saya sudah mengatakan bahwa Ducati tidak jauh tertinggal. Mereka hanya belum menyatukan semua elemen yang mereka miliki, dan Marc kondisinya belum 100 persen. Sekarang kedua motor berada pada level yang sama. Persaingan terus berlanjut. Saya rasa, perebutan gelar dunia musim ini akan seru dan ketat hingga akhir musim. Ini sangat bagus untuk semua orang,” imbuh rider asal Madrid Spanyol itu.

Bahkan setelah merampungkan 9 seri musim 2026, Martin mengaku belum menemukan set-up dasar yang tepat untuk RS-GP miliknya. “Ada beberapa balapan, misalnya di Le Mans, di mana saya menggunakan set-up tertentu yang bekerja dengan baik. Tetapi set-up tersebut tidak cocok di trek lain. Sayang sekali saya belum menemukan set-up dasar saya. Saya ingin melakukan tes tambahan, tetapi kami tidak memilikinya,” keluh rider berusia 27 tahun itu.
Martin menambahkan, “Oleh karena itu, selama sisa musim ini saya akan menggunakan beberapa hari Jumat sebagai tes. Saya akan mencoba berbagai hal baru dan mencoba untuk mendapatkan kembali feeling yang baik terhadap ban depan. Begitu saya mendapatkannya kembali, saya akan bisa bertarung di depan lagi.”
Bezzecchi memukul marshal usai crash dalam sprint hari Sabtu di Brno, yang membuatnya dihukum skorsing dilarang ikut balapan hari Minggu. Banyak yang bilang bahwa hukuman yang diterima Bezz terlalu berat, meski semuanya mengecam tindakan Bezzecchi.

Apa pendapat Martin terkait kasus Bezzecchi? “Sulit untuk menilai situasi seperti itu. Dalam situasi yang panas, Marco melakukan apa yang dia lakukan. Tapi saya rasa, dia tidak akan mengulanginya lagi setelah mendapat hukuman ini. Marshal ada di sana untuk membantu kita. Tapi terkadang setelah mengalami crash, kita tidak melihat situasi yang jelas seperti yang seharusnya. Saat itulah rasa marah muncul,” jawab rider yang tahun depan pindah ke tim pabrikan Yamaha itu.
Apakah Bezzecchi memang pantas dihukum berat? “Kita harus menanyakan hal itu kepada Stewards,” pungkas Martin yang usai GP Ceko berhasil memangkas selisih poinnya dari Bezzecchi sebagai pemimpin klasemen menjadi 8 poin saja.






