RiderTua.com – Davide Brivio akan meninggalkan jabatannya sebagai manajer tim Trackhouse untuk bergabung dengan tim pabrikan Honda akhir musim ini. Meski belum jelas jabatannya, namun kemungkinan besar dia akan memegang jabatan yang sangat penting di HRC (Honda Racing Corporation).
Bukan tanpa alasan Brivio mengumumkan kepergiaannya lebih awal. Alasannya karena dia tidak ingin memengaruhi keputusan mengenai masa depan tim, kemudian baru ngomong kalau dia mau pergi. “Saya ingin bersikap sangat jujur kepada tim dan memberi tahu mereka bahwa saya tidak akan berada di sini. Karena saya ingin menghindari situasi dimana saya ikut terlibat dalam diskusi mengenai pembalap lalu setelah itu bilang, ‘oh, maaf saya akan pergi’,” ujar Brivio.
Davide Brivio: Pemilihan Pembalap untuk 2027 Tergantung Proyek Seperti Apa yang Diinginkan Tim Trackhouse
Davide Brivio menambahkan, “Mungkin kami terlalu cepat mengumumkannya, kami ingin mengantisipasi banyak hal. Tapi menurutku itu adalah cara yang fair dan benar untuk dilakukan. Jadi, ya saya tidak akan berada di sini. Justin Marks (pemilik tim) sekarang mengambil alih proses negosiasi. Kami sering ngobrol. Dia meminta pendapat saya dan saya memberikan ide-ide dan pendapat saya. Dan kemudian, keputusan ada ditangannya.”

Tahun depan Ai Ogura akan meninggalkan tim untuk bergabung dengan tim pabrikan Yamaha. Kini tim harus memutuskan putar otak untuk memilih siapa pengganti Ogura sekaligus menentukan nasib Raul Fernandez untuk 2027. Setelah memenangkan grand prix di Australia pada 2025 dan menang dalam sprint race di Mugello, tampaknya tim asal Amerika Serikat itu ingin memperpanjang kontrak rider Spanyol itu.
“Soal Raul, saya senang melihat dia mampu menunjukkan potensinya bahkan ketika berada di bawah tekanan. Dan inilah yang kita bicarakan saat ngobrol. Saya bilang padanya, ‘jangan khawatir tentang apa yang tidak dapat kamu kendalikan, fokuslah pada apa yang dapat kamu lakukan. Kamu dapat mencoba memenangkan balapan dan mencoba untuk mendapatkan hasil yang baik. Fokuslah pada hal itu dan biarkan orang lain yang mengurus masa depanmu,” ungkap Brivio.
Saat ini nama Enea Bastianini dan Luca Marini masuk menjadi kandidat di tim Trackhouse untuk 2027. Selain dua pembalap Italia berpengalaman di MotoGP tersebut, nama Manuel Gonzalez yang saat ini memimpin klasemen Moto2 juga masuk daftar.

Brivio menjelaskan, “Saya rasa ini bukan soal apa yang bisa dilakukan Manu Gonzalez untuk mendapatkan kursi di MotoGP. Yang terpenting adalah proyek apa yang ingin dibangun Trackhouse. Karena jika ada keinginan untuk memulai kembali dengan pembalap baru dan mengembangkan pembalap rookie, maka mungkin dia bisa menjadi profil yang bagus.”
“Tetapi jika proyeknya adalah memiliki pembalap berpengalaman dan langsung mengejar hasil dan mereka membutuhkan seorang pembalap yang sudah siap, maka itu adalah proyek yang berbeda. Jadi, ini bukan masalah apa yang bisa Gonzalez lakukan. Tetapi soal apa yang ingin dilakukan Trackhouse dengan proyek mereka. Itu pendapat saya,” imbuhnya.
Brivio juga mengakui bahwa saat ini para pembalap Moto2 menghadapi tantangan besar untuk bisa naik ke MotoGP. “Tidak banyak orang yang cukup berani untuk memasukkan pembalap rookie ke dalam tim mereka. Kita bisa melihat ada semacam penolakan untuk menempatkan pembalap rookie di tim pabrikan. Biasanya pembalap rookie harus melalui tim satelit, tetapi kemudian mereka juga harus menyesuaikan diri dengan kepentingan tim satelit,” jelasnya.

Mantan manajer tim Suzuki MotoGP itu melanjutkan, “Di beberapa pabrikan, tim satelit berfungsi sebagai tim junior untuk mengembangkan pembalap muda. Tapi di pabrikan lain, tim satelit lebih mandiri dan dapat menjalankan proyek mereka sendiri. Itu semua juga tergantung pada situasi pasar dan kondisi yang ada.”
“Tentu saja, menurut saya Manu pantas berada di MotoGP. Tetapi jika saya berada di posisinya, kalau tidak bisa naik ke MotoGP pada 2027 maka saya akan bertahan 1 tahun lagi di Moto2 dan melihat apa yang terjadi. Cepat atau lambat, mungkin akan ada peluang yang muncul,” pungkas Davide Brivio.






